Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3111–3120 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2019

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP WAKTU PENGELUARAN KOLOSTRUM DI PUSKESMAS JANTI

Lihat Detail Karya
Penulis: ANDRI AULIA NASIVA NARULLITA
NIM: 1502450055
Program Studi: SARJANA TERAPAN DAN PROFESI KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Ita Yuliani. S.ST.,M.Keb
Subjek: KEIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Narullita, Andri Aulia Nasiva. 2019. Pengaruh Pijat Oksitosin pada Ibu Hamil Trimester III terhadap Waktu Pengeluaran Kolostrum Di Wilayah Kerja Puskesmas Janti. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Ika Yudianti, SST.,M.Keb Pembimbing Pendamping : Afnani Toyibah A.Per.Pen.,M.Pd Kolostrum adalah cairan dengan viskositas kental, lengket, dan berwarna kekuningan yang mengandung tinggi protein, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih, dan antibodi daripada ASI Matur. Kolostrum umumnya dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga setelah bayi lahir. Namun pada sebagian ibu hamil trimester III telah terjadi pengeluaran kolostrum. Pengeluaran kolostrum dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada daerah tulang belakang leher, punggung atau sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima atau keenam yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehingga oksitosin keluar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin pada ibu hamil trimester III terhadap waktu pengeluaran kolostrum. Desain penelitian menggunakan Pre Eksperimental dengan jenis Intact Group Comparison. Populasi Ibu hamil trimester III (Usia Kehamilan 37 Minggu) yang memeriksakan kehamilannya pada bulan April-Juni 2019 di Puskesmas Janti sebanyak 11 responden kelompok eksperimen dan 11 responden kelompok kontrol. Besar sampel sebanyak 22 responden diambil dengan tehnik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah SOP pijat Oksitosin dan lembar observasi. Analisa data dengan Uji U-Mann Whitney dengan α 0,05. Hasil analisis didapatkan nilai p value (0,034) < α (0,05) artinya pada penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pijat oksitosin pada ibu hamil trimester III terhadap waktu pengeluaran kolostrum. Diharapkan pijat oksitosin diberikan pada ibu hamil trimester III untuk membantu terjadi pengeluaran kolostrum lebih cepat. Kata kunci : Kolostrum, Pijat Oksitosin, Ibu Hamil Trimester III
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP WAKTU PENGELUARAN KOLOSTRUM DI PUSKESMAS JANTI

Lihat Detail Karya
Penulis: ANDRI AULIA NASIVA NARULLITA
NIM: 1502450055
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: sugijati, ika yudianti
Cover KTI
2019

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DENGAN SKRINING EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE (EPDS)

Lihat Detail Karya
Penulis: PHEBY NOVIRA ADYANTI
NIM: 1502450053
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Ika Yudianti, S.ST,M.Keb
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
BSTRAK Adyanti, Pheby Novira. 2019. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kejadian Postpartum Blues dengan Skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Skripsi Program Studi Sarjana Terapan dan Profesi Bidan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Ika Yudianti, SST., M.Keb. Pembimbing Pendamping : Afnani Toyibah A.Per.Pen., M.Pd. Gangguan psikis pasca bersalin (postpartumblues) dinilai sebagai suatu sindrom gangguan afek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan dan memuncak pada hari ke 3-5, menyerang dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalinan. Kebutuhan dasar yang optimal salah satunya dengan melakukan asuhan pijat oksitosin dalam mencegah timbulnya postpartumblues. Pijat oksitosin akan merangsang saraf simpatis untuk menyampaikan perintah ke hipotalamus unuk menghasilkan oksitosin. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap kejadian postpartumblues yang di deteksi menggunakan EPDS. Desain penelitian dengan pendekatan pre-test post-test with control group, populasi sebanyak 20 ibu postpartum primipara, sampling menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 11 responden kelompok eksperimen di PMB Siti Rugayah dan 9 responden kelompok kontrol di PMB Ngadillah yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner EPDS untuk menentukan kriteria postpartumblues. Diketahui bahwa 80% responden dalam kategori risiko postpartumblues dan 20% dengan hasil skor EPDS > 13 atau dalam kategori positif PPB. Setelah diberi perlakuan pijat oksitosin, 80% responden telah dikategorikan tidak postpartumblues. Data dianalisa menggunakan uji Paired Sample t Test dan didapatkan nilai signifikan kelompok eksperimen ρ value = 0,000 dan kelompok kontrol 0,004 pada taraf signifikan a = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap kejadian postpartum blues dengan skrining EPDS. Asuhan ini dianjurkan dilakukan secara teratur dimulai sejak hari ke-3 postpartum untuk mencegah postpartumblues. Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Postpartum Blues, EPDS
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DENGAN SKRINING EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE (EPDS)

Lihat Detail Karya
Penulis: PHEBY NOVIRA ADYANTI
NIM: 1502450053
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: SHINTA KRISTIANI, RIZA UMAMI
Cover KTI
2019

PENGARUH PMT BALITA (MODIFIKASI) TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN DAN BERAT BADAN PADA BALITA GIZI KURANG (USIA 12-59 BULAN) DI KELURAHAN TANJUNG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Eusebia Verselin Ratih Anindya
NIM: 1603410069
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi,STP, M.Kes
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK EUSEBIA VERSELINRATIH ANINDYA. 2020. Pengaruh PMT Balita (Modifikasi) Terhadap Tingkat Konsumsi Energi, Protein, dan Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang (Usia 12-59 Bulan) di Kelurahan tanjung, Kota Malang. Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi dan Tapriadi. Latar Belakang: Salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi masalah gizi buruk dan gizi kurang adalah dengan pemberian program PMT berupa biskuit PMT Balita untuk anak umur 12-59 bulan. Berdasarkan wawancara dengan subyek studi pendahuluan, 77% alasan balita tidak menghabiskan biskuit PMT adalah bosan, kemudian 15,4% beralasan tidak suka dan 7,6% karena ada jajanan lain. Hal ini menyebabkan PMT tidak optimal dan tepat sasaran. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi bahan pendukung dan bentuk. Modifikasi ini tetap berbahan dasar biskuit PMT tetapi dilakukan beberapa penambahan bahan pendukung dan bentuk agara lebih menarik bagi anak-anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh PMT Balita (modifikasi) terhadap tingkat konsumsi energi, protein dan berat badan pada balita gizi kurang usia 12-59 bulan di Kelurahan Tanjung Kota Malang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperiment menggunakan desain penelitian one group pretest dan posttest. Variabel bebas adalah pemberian makanan tambahan yang telah dimodifikasi penyajiannya kepada responden balita, kemudian diukur pengaruhnya terhadap variabel terikat yang meliputi tingkat konsumsi energi, protein, dan status gizi (perubhan berat badan). Hasil: Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan sesudah PMT balita modifikasi terhadap tingkat konsumsi energi, namun tidak ada pengaruh yang signifikan sesudah PMT balita modifikasi terhadap tingkat konsumsi protein pada responen balita gizi kurang usia 12-59 bulan. Rata-rata tingkat konsumsi energi meningkat sebanyak 20,4% sedangkan rata-rata tingkat konsumsi protein hanya meningkt sebanyak 10,8%. Hal ini juga mempengaruhi berat badan balita yang mengalami peningkatan dengan rata-rata sebanyak 0,20 kg. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan sesudah PMT balita modifikasi terhadap berat badan balita yang dapat mempenaruhi status gizi berdasarkan indeks BB/U, namun tidak ada pengaruh PMT balita terhadap status gizi berdasarkan indeks TB/U. Rata-rata perubahan status gizi berdasarkan indeks BB/U adalah -0,13 SD sedangkan pada perubahan status gizi berdasarkan indeks BB/TB adalah -0,11 SD. Kesimpulan: Ada perbedaan yang signifikan sesudah PMT modifikasi balita terhadap tingkat konsumsi energi dan berat badan berdasarkan indeks BB/U pada balita gizi kurang (usia 12-59 bulan) di Kelurahan Tanjung Kota Malang. Saran: PMT Balita modifikasi dapat membantu meningkatkan status gizi pada balita dan mengoptimaalkan program PMT. Perlu adanya modifikasi yang lebih variatif serta padat gizi. Kata Kunci: Modifikasi, gizi kurang, PMT, tingkat konsumsi, dan berat badan
Cover KTI
2019

PENGARUH PURSED LIP BREATHING TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN POST GENERAL ANESTHESIA DI RUANG BEDAH RS LAVALETTE

Lihat Detail Karya
Penulis: DIMAS BAGUS KURNIAWAN
NIM: 1501460005
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd
Cover KTI
2019

PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HARUM ROSA KARTIKA DEWI PUTRI
NIM: 1501460007
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kep, NS, M.Kes
Cover KTI
2019

Pengaruh Relaksasi Guided Imagery Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di Rsia Puri Bunda Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: GITA AYU ANDAYANI SULISTYO
NIM: P17311185062
Program Studi: Kebidanan
Dosen Pembimbing: Suprapti, SST.,M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRISEMESTER III DI RSIA PURI BUNDA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: GITA AYU ANDAYANI SULISTYOWATI
NIM: P17311185062
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: ITA YULIANI, LISA PURBAWANING
Cover KTI
2019

PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM NORMAL DI PMB SOEMIDYAH IPUNG, A.Md, Keb

Lihat Detail Karya
Penulis: FAHMI ARIFATUL HANIFAH
NIM: 1502450046
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Endah Kamila M., SST.,M.Keb
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hanifah, Fahmi Arifatul. 2019. Pengaruh Senam Nifas Terhadap Lama Penyembuhan Luka Perineum di PMB Soemidjah Ipung, Amd, Keb Kota Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Dr. Moh. Wildan, A.Per.Pen. M.Pd. Pembimbing Pendamping : Endah Kamila Mas’udah, SST., M.Keb Proses penyembuhan luka perineum yang normal adalah 6-7 hari postpartum. Luka dikatakan sembuh jika kondisi luka menutup, kering, dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum yaitu mobilisasi dini. Senam nifas merupakan bentuk atau variasi dari mobilisasi dini yang berfungsi memulihkan regangan otot-otot setelah kehamilan, terutama pada otot-otot punggung, dasar panggul dan perut, serta mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam nifas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum normal di PMB Soemidjah, A.Md.,Keb. Metode penelitian menggunakan Pra-Experimental Design dengan rancangan penelitian One-Shot Case Study, teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden ibu postpartum yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi lama penyembuhan luka perineum. Hasil uji One Sample T Test didapatkan ρ value (0,000) < 0.05 artinya, ada pengaruh Senam Nifas Terhadap Lama Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Postpartum di PMB Soemidjah, AMd, Keb. Gerakan senam nifas akan membuat otot-otot dasar panggul berkontraksi, dengan melakukan senam nifas hari ke 1,2 dan 3 secara rutin akan memperlancar sirkulasi darah pada perineum sehingga membuat jahitan lebih cepat merapat dan sembuh. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan senam nifas sebagai penalatalaksanaan penyembuhan luka perineum. Kata Kunci : Senam Nifas, Luka Perineum
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan