Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3031–3040 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH KONSELING TENTANG GIZI SEIMBANG TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI PADA SISWA GIZI LEBIH DI SMP NEGERI 8 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALDILLA KARINA PRASTICIA
NIM: 1503410046
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: AAG Anom Aswin dan Ibnu Fajar.
Subjek: konseling, tingkat pengetahuan, sikap, dan tingkat konsumsi energi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ALDILLA KARINA PRASTICIA. 2019. Pengaruh Konseling Tentang Gizi Seimbang terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tingkat Konsumsi Energi pada Siswa Gizi Lebih di SMP Negeri 8 Kota Malang. Pebimbing: AAG Anom Aswin dan Ibnu Fajar. Masalah gizi pada anak dan remaja di Indonesia akhir-akhir ini cenderung menunjukkan masalah gizi ganda yang berarti, di lain pihak digolongan masyarakat tertentu di kota besar mulai menghadapi masalah gizi lebih atau obesitas. Pengetahuan anak tentang makanan jajanan serta pola konsumsi makanan sangat penting karena dapat membentuk sikap dan perilaku. Faktor utama terjadinya obesitas dan kegemukan adalah adanya ketidakseimbangan asupan energi dengan keluaran energi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh konseling tentang gizi seimbang terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan tingkat konsumsi energi pada siswa gizi lebih. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan Two Group Pre-test dan Post-test. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2019. Hasil penelitian ini yaitu: 1) tingkat pengetahuan responden sebelum konseling pada kelompok perlakuan dalam kategori cukup sebesar 36,8% dan kelompok kontrol dalam kategori cukup sebesar 73,7%, 2) tingkat pengetahuan responden setelah konseling pada kelompok perlakuan dalam kategori baik sebesar 100% dan kelompok kontrol dalam kategori baik sebesar 47,4%, 3) sikap responden sebelum konseling pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dalam kategori cukup sebesar 100%, 4) sikap responden setelah konseling pada kelompok perlakuan dalam kategori baik sebesar 84,2% dan kelompok kontrol dalam kategori baik sebesar 26,3%, 5) tingkat konsumsi energi sebelum konseling pada kelompok perlakuan dalam kategori diatas AKG sebesar 36,8% dan kelompok kontrol sebesar 42,1%, 6) tingkat konsumsi energi setelah konseling pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dalam kategori defisit tingkat berat sebesar 94,7% dikarenakan pada saat pengambilan data dilakukan pada bulan puasa, 7) terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan sikap setelah konseling (p<0,05), 8) tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat konsumsi energi (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini dapat mengetahui pengaruh konseling tentang gizi seimbang terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pada siswa gizi lebih dan tidak ada pengaruh konseling tentang gizi seimbang terhadap tingkat konsumsi energi pada siswa gizi lebih. Kata kunci: konseling, tingkat pengetahuan, sikap, dan tingkat konsumsi energi
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH KONSULTASI GIZI TERHADAP PEMILIHAN BAHAN MAKANAN, PENETAPAN INSULIN DAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 METODE CARBOHYDRATE COUNTING

Lihat Detail Karya
Penulis: DIMAS WARDIANSYAH
NIM: 1503410001
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN GIZI
Dosen Pembimbing: Sutomo Rum Teguh Kaswari, SKM, M.Kes dan Dr. Annasari Mustafa, SKM.,M.Sc
Subjek: konsultasi gizi, pemilihan bahan makanan, penetapan insulin, kadar glukosa darah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dimas Wardiansyah, 2019 : “Pengaruh Konsultasi Gizi Terhadap Pemilihan Bahan Makanan, Penetapan Insulin dan Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Metode Carbohydrate Counting. Dibawah bimbingan : Sutomo Rum Teguh Kaswari, SKM, M.Kes dan Dr. Annasari Mustafa, SKM.,M.Sc Masalah Diabetes Mellitus disebabkan karena kurangnya pemahaman pasien akan pola makan yang berdampak pada menurunnya sekresi insulin dan tingginya glukosa darah. Salah satu metode yang dapat digunakan sebagai alternatif adalah memberikan konsultasi gizi dengan metode Carbohydrate Counting. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis pengaruh pemberian konsultasi gizi terhadap pemilihan bahan makanan, penetapan insulin dan glukosa darah pasien diabetes mellitus tipe 2 metode Carbohydrate Counting pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Kota Malang. Jenis dan desain penelitian ini adalah metode eksperiman semu (Quasi Eksperimen) non-equivalent control group design. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dalam pelaksanaan penelitian ini. Desain penelitian ini adalah two group pre-test and post-test design Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari-April 2019. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan pemberian konsultasi gizi terhadap kadar glukosa darah dengan hasil p= 0,024 (>0,05). Dari hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan pemberian konsultasi gizi terhadap tingkat konsumsi karbohidrat, dengan hasil menunjukkan p= 0,059 (>0,05). Uji efektifitas menggunakan N-Gain Score menunjukkan bahwa konsultasi gizi menggunakan metode Carbohydrate Counting efektif terhadap tingkat konsumsi Karbohidrat dengan skor 6,57 ± 1,268. Konsultasi gizi menggunakan metode Carbohydrate Counting efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan skor 77,52±33,308. Namun, metode ini tidak efektif pada penetapan insulin pasien diabetes mellitus tipe 2 karena tidak menunjukkan perubahan signifikan. Kata kunci: konsultasi gizi, pemilihan bahan makanan, penetapan insulin, kadar glukosa darah
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH KONSUMSI ENERGI, KONSUMSI PROTEIN, SOSIO BUDAYA GIZI, PENGETAHUAN IBU, POLA MAKAN IBU SAAT HAMIL, DAN SANITASI DASAR TERHADAP STUNTING ANAK USIA 6-59 BULAN DI DESA ASRIKATON KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ULFA NUR JANNAH
NIM: 1603000082
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI MALANG
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS.
Subjek: Konsumsi Energi, Konsumsi Protein, Sosio Budaya Gizi, Pengetahuan Ibu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ulfa Nur Jannah. Pengaruh konsumsi energi, konsumsi protein, sosio budaya gizi, pengetahuan ibu, pola makan ibu saat hamil, dan sanitasi dasar terhadap stunting anak usia 6-59 bulan di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Dibawah bimbingan I Dewa Nyoman Supariasa, MPS. Berdasarkan hasil Riskesdas 2013 provinsi Jawa Timur prevalensi stunting yaitu sebesar 35,8%. Hasil pengukuran bulan Oktober 2018 sebagai data baseline di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, untuk status gizi balita panjang badan menurut umur diketahui dari 29 balita yang pernah diukur, sebanyak 34,48% (10 balita pendek) dan 24,14% (7 balita sangat pendek). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsumsi energi, konsumsi protein, sosio budaya gizi, pengetahuan ibu, pola makan ibu saat hamil, dan sanitasi dasar terhadap stunting anak usia 6-59 bulan di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional (Saepudin, 2011). Penelitian pada 17 balita stunting, sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tingkat konsumsi energi, tingkat pengetahuan ibu, pola makan ibu saat hamil (frekuensi makan), dan sanitasi dasar dengan stunting menunjukkan hubungan yang signifikan antara variabel. Tingkat konsumsi protein, sosio budaya gizi, dan pola makan ibu saat hamil (komposisi makan) dengan stunting menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel. Uji analisis regresi logistik ganda, faktor yang paling mempengaruhi kejadian stunting adalah variabel sanitasi dasar yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting, nilai p<0.05 dengan nilai OR=1.390 (p=0.000;95%CI:1.101-2.737). Kata kunci : Konsumsi Energi, Konsumsi Protein, Sosio Budaya Gizi, Pengetahuan Ibu, Pola Makan Ibu Saat Hamil, Sanitasi Dasar, Stunting.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN MUTU ORGANOLEPTIK PADA ASINAN BUAH

Lihat Detail Karya
Penulis: NADLIROTUL MAHMUDAH
NIM: 1603000046
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP,. MP
Subjek: Asinan Buah, Aktivitas Antioksidan, Vitamin C, Mutu Organoleptik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Semakin hari penderita penyakit degeneratif semakin bertambah. Berdasarkan riskesdas tahun 2013 Prevalansi penderita kanker di Indonesia sebanyak 1,4%, Penyakit kanker terutama kanker pada sistem pencernaan dan penyakit diabetes melitus dapat disebabkan salah satunya karena pola makan atau diet. konsumsi serat yang rendah dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tersebut. Berdasarkan riskesdas tahun 2018, proporsi konsumsi buah dan sayur di Indonesia yaitu 95,5% masih kurang. Salah satu produk berbahan buah yang digemari oleh masyarakat adalah asinan. proses pembuatan asinan dapat mengurangi kadar vitamin C. Vitamin C adalah elektron donor atau pemberi elektron sehingga dapat disebut sebagai antioksidan (wijaya, I.N, 2014), namun vitamin C bukan satu-satunya donor antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perendaman (0 jam, 12 jam, 24 jam, dan 36 jam) terhadap Vitamin C, Aktivitas antioksidan, dan mutu organoleptik pada asinan buah. Metode yang digunakan untuk uji aktivitas antioksidan yaitu dengan DPPH, untuk vitamin c menggunakan spektrofotometri, dan uji mutu organoleptik menggunakan uji Hedonik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama perendaman dapat mempengaruhi mutu organoleptik secara signifikan (warna, rasa, dan tekstur). Sedangkan aroma dan aktivitas antioksidan mengalami penurunan selama perendaman tetapi tidak signifikan. Vitamin C tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perlakuan Terbaik terdapat pada Perelakuan P2 (Perendaman 24 jam) dengan Nh (0,635). Kata Kunci: Asinan Buah, Aktivitas Antioksidan, Vitamin C, Mutu Organoleptik
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN MUTU ORGANOLEPTIK PADA ASINAN BUAH

Lihat Detail Karya
Penulis: NADLIROTUL MAHMUDAH
NIM: 1603000046
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP,. MP
Subjek: Asinan Buah, Aktivitas Antioksidan, Vitamin C, Mutu Organoleptik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Semakin hari penderita penyakit degeneratif semakin bertambah. Berdasarkan riskesdas tahun 2013 Prevalansi penderita kanker di Indonesia sebanyak 1,4%, Penyakit kanker terutama kanker pada sistem pencernaan dan penyakit diabetes melitus dapat disebabkan salah satunya karena pola makan atau diet. konsumsi serat yang rendah dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tersebut. Berdasarkan riskesdas tahun 2018, proporsi konsumsi buah dan sayur di Indonesia yaitu 95,5% masih kurang. Salah satu produk berbahan buah yang digemari oleh masyarakat adalah asinan. proses pembuatan asinan dapat mengurangi kadar vitamin C. Vitamin C adalah elektron donor atau pemberi elektron sehingga dapat disebut sebagai antioksidan (wijaya, I.N, 2014), namun vitamin C bukan satu-satunya donor antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perendaman (0 jam, 12 jam, 24 jam, dan 36 jam) terhadap Vitamin C, Aktivitas antioksidan, dan mutu organoleptik pada asinan buah. Metode yang digunakan untuk uji aktivitas antioksidan yaitu dengan DPPH, untuk vitamin c menggunakan spektrofotometri, dan uji mutu organoleptik menggunakan uji Hedonik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama perendaman dapat mempengaruhi mutu organoleptik secara signifikan (warna, rasa, dan tekstur). Sedangkan aroma dan aktivitas antioksidan mengalami penurunan selama perendaman tetapi tidak signifikan. Vitamin C tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perlakuan Terbaik terdapat pada Perelakuan P2 (Perendaman 24 jam) dengan Nh (0,635). Kata Kunci: Asinan Buah, Aktivitas Antioksidan, Vitamin C, Mutu Organoleptik
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH METODE PERSIAPAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, VITAMIN C, DAN MUTU ORGANOLEPTIK PADA INFUSED WATER JERUK LEMON DAN ANGGUR HITAM

Lihat Detail Karya
Penulis: AYU TRI ISMANINGRUM
NIM: 1603000020
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP., MP.
Subjek: Infused Water, Dehidrasi, Jeruk Lemon, Anggur Hitam
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ismaningrum, Ayu.T (2019). Pengaruh Metode Persiapan Terhadap Aktivitas Antioksidan, Vitamin C, dan Mutu Organoleptik pada Infused Water Jeruk Lemon dan Anggur HItam. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang dibawah bimbingan Theresia Puspita, S.TP., MP. Berdasarkan Penelitian Pakpahan dkk tahun 2014 di SMPN Depok didapatkan sebesar 55% remaja mengalami kekurangan air total. Tingginya prevalensi ini disebabkan karena tidak terdapat cita rasa pada air putih, sedangkan kecukupan kosumsi air putih minimal 8 gelas per hari. Salah satu upaya pencegahan kasus dehidrasi maka dibuat Infused water yaitu salah satu minuman alternatif yang diberi tambahan potongan buah, sayuran yang disimpan beberapa jam sehingga sari dari buah keluar yang memiliki tampilan menarik, rasa yang lebih segar dan dapat menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode persiapan terhadap aktivitas antioksidan, vitamin C, dan mutu organoleptik pada infused water jeruk lemon dan anggur hitam. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 taraf perlakuan yaitu P1 (buah langsung dipotong), P2 (buah dibekukan lalu dipotong) dengan tiga replikasi. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas antioksidan, vitamin C, dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa). Hasil penelitian diketahui nilai aktivitas antioksidan berkisar 68,57–90,29%, vitamin C 45-50 mg/100 ml. Hasil uji statistika Independent Sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan ada pengaruh yang signifikan terhadap vitamin C dan warna, dan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan, aroma, dan rasa. Kata Kunci: Infused Water, Dehidrasi, Jeruk Lemon, Anggur Hitam
Cover KTI
2019

PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE GENITAL PADA SISWI KELAS 6 SEKOLAH DASAR DI SDN JUNREJO 01 KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: LIZA ERI WIDYAWATI
NIM: 1502450066
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Asworoningrum.,S.ST.,M.Keb
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
Abstrak Widyawati, Liza Eri. 2019. Pengaruh Metode Storytelling Terhadap Peningkatan Perilaku Personal Hygiene Genetalia Pada Siswi Sekolah Dasar Di SDN Junrejo 01 Kota Batu. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Reni Wahyu Trinignsih., S.SiT.,M.Kes. Pembimbing Pendamping : Ita Yuliani.,S.ST.,M.Keb Angka kejadian infeksi saluran reproduksi masih banyak terjadi pada masa remaja awal. Hal itu disebabkan karena kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, dalam hal ini membuat perilaku remaja salah dalam menjaga kesehatan reproduksi. Perilaku personal hygiene yang kurang baik dapat mempengaruhi masalah kesehatan reproduksi pada anak usia sekolah. Motivasi untuk melakukan kebersihan reproduksi pada remaja awal adalah dorongan untuk melakukan perawatan diri untuk menjaga kesehatan reproduksi mereka sejak awal. Perilaku kesehatan anak dapat dipengaruhi oleh pengetahuannya. Bercerita telah menjadi salah satu solusi efektif untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada anak-anak sekolah karena perkembangan kognitif anak-anak adalah imajinatif dan rasa ingin tahu yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku personal hygiene remaja awal sebelum dan sesudah diberikan storytelling. Metode yang digunakan adalah one group pretest-post test. Responden pada penelitian ini sebanyak 34 siswi. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah dirancang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan storytelling perilaku kurang 64,7% dan cukup 35,8%. Setelah dilakukan storytelling perilaku dengan kategori baik sebesar 70,5%, kategori cukup 26,5%, kategori kurang 3%. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh storytelling terhadap peningkatan perilaku personal hygiene genetalia dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Diharapkan tenaga kesehatan kususnya bidan dapat menggunakan metode ini sebagai acuan untuk menyampaikan informasi kesehatan dalam menjaga organ reproduksi pada remaja awal, sebagai tindakan pemberdayaan perempuan. Kata kunci: storytelling, personal hygiene genetalia, peningkatan perilaku
Cover KTI
2019

PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE GENITAL PADA SISWI KELAS 6 SEKOLAH DASAR DI SDN JUNREJO 01 KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: LIZA ERI WIDYAWATI
NIM: 1502450066
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Reni Wahyu Triningsih., S.SiT.,M.Kes
Subjek: storytelling, personal hygiene genetalia, peningkatan perilaku
Lihat Abstraksi
Angka kejadian infeksi saluran reproduksi masih banyak terjadi pada masa remaja awal. Hal itu disebabkan karena kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, dalam hal ini membuat perilaku remaja salah dalam menjaga kesehatan reproduksi. Perilaku personal hygiene yang kurang baik dapat mempengaruhi masalah kesehatan reproduksi pada anak usia sekolah. Motivasi untuk melakukan kebersihan reproduksi pada remaja awal adalah dorongan untuk melakukan perawatan diri untuk menjaga kesehatan reproduksi mereka sejak awal. Perilaku kesehatan anak dapat dipengaruhi oleh pengetahuannya. Bercerita telah menjadi salah satu solusi efektif untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada anak-anak sekolah karena perkembangan kognitif anak-anak adalah imajinatif dan rasa ingin tahu yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku personal hygiene remaja awal sebelum dan sesudah diberikan storytelling. Metode yang digunakan adalah one group pretest-post test. Responden pada penelitian ini sebanyak 34 siswi. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah dirancang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan storytelling perilaku kurang 64,7% dan cukup 35,8%. Setelah dilakukan storytelling perilaku dengan kategori baik sebesar 70,5%, kategori cukup 26,5%, kategori kurang 3%. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh storytelling terhadap peningkatan perilaku personal hygiene genetalia dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Diharapkan tenaga kesehatan kususnya bidan dapat menggunakan metode ini sebagai acuan untuk menyampaikan informasi kesehatan dalam menjaga organ reproduksi pada remaja awal, sebagai tindakan pemberdayaan perempuan. Kata kunci: storytelling, personal hygiene genetalia, peningkatan perilaku
Cover KTI
2019

PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP KESIAPAN IBU UNTUK MENGHADAPI KEMOTERAPI CA SERVIK DI RS. LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHELLA FRADHIS KASIARI
NIM: P17311175026
Program Studi: Kebidanan
Dosen Pembimbing: Wahyu Setyaningsih, SST, M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP KESIAPAN IBU UNTUK MENGHADAPI KEMOTERAPI CA SERVIK DI RS LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHELLA FRADHIS KASIARI
NIM: P17311175026
Program Studi: PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: HUPITOYO,DIDIEN IKA SETYORINI
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan