Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2981–2990 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN APLIKASI PENDAFTARAN PASIEN BERBASIS WEB TERHADAP WAKTU PENYEDIAAN DRM PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS MOJOLANGU

Lihat Detail Karya
Penulis: FAIRUZ ALIVIA NURRANY
NIM: 1604000051
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes.
Subjek: Aplikasi pendaftaran berbasis web, penyediaan dokumen rekam medis
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fairuz Alivia Nurrany, 2019. “Pembuatan Aplikasi Pendaftaran Pasien Berbasis Web Terhadap Waktu Penyediaan DRM Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Mojolangu”. Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes. Di Puskesmas Mojolangu, dalam kegiatan penyediaan dokumen rekam medis masih membutuhkan waktu yang cukup lama karena proses pendaftaran pasien dengan input manual identifikasi pasien dan poli tujuan ke dalam komputer menggunakan Ms.Excel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan aplikasi pendaftaran berbasis web terhadap waktu penyediaan DRM pasien rawat jalan di Puskesmas Mojolangu. Penelitin ini menggunakan rancangan Pre-Eksperimen dengan desain rancangan One Group Pretest Posttest. Variabel penelitian ini adalah waktu penyediaan DRM pasien rawat jalan menggunakan aplikasi pendaftaran pasien berbasis web. Sampel penelitian ini sebanyak 96 pasien.Teknik analisa data pada penelitian dengan menggunakan Independent T-Test yang digunakan untuk menguji hipotesis pada 2 kelompok yang tidak saling berhubungan dan memiliki tipe data interval dan rasio. Hasil dari penelitian ini rata-rata waktu penyediaan dokumen rekam medis terhadap 96 sampel sebelum adanya aplikasi yaitu 921,25 detik dan rata-rata waktu penyediaan dokumen rekam medis sesudah adanya aplikasi yaitu 771,875 detik. Dari hasil tersebut dilakukan analisa dan didapatkan nilai sig (2-tailed) sejumlah 0,030, hasil ini kurang dari 0,05 yang artinya H0 ditolak H1 diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan waktu penyediaan DRM pasien rawat jalan sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi pendaftaran pasien berbasis web. Saran dari penelitian ini adalah pengembangan aplikasi pendaftaran pasien berbasis web seperti fitur yang terdapat didalamnya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Kata kunci : Aplikasi pendaftaran berbasis web, penyediaan dokumen rekam medis
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN APLIKASI PENGINGAT DOKTER BERBASIS ANDROID DAN KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: ZAHROTUL MUNA
NIM: 1604000093
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah S.ST.,S.Gz,MPH
Subjek: kelengkapan, formulir, resume medis
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Zahrotul Muna, 2019. “Pembuatan Aplikasi Pengingat Dokter Berbasis Android dan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Pasien Rawat Inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi” Laporan Tugas Akhir. Program Studi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Malang. Pembimbing: Diniyah Kholidah S.ST.,S.Gz,MPH Resume medis merupakan ringkasan pulang pasien yang harus dibuat oleh dokter atau dokter gigi yang bertanggung jawab merawat pasien. Kelengkapan pengisian formulir resume medis memiliki standar 100%. Kelengkapan resume medis berdampak pada mutu pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah membuat aplikasi pengingat dokter berbasis android dan mengetahui persentase kelengkapan resume medis rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Pembuatan produk menggunakan metode waterfall dengan SQLite, google firebase, dan android studio. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah 975 dokumen rekam medis rawat inap dengan jumlah sampel 75 dokumen. Pengujian aplikasi dilakukan dengan CFP (Crude Functions Point) didapatkan kesimpulan bahwa aplikasi dapat berjalan dengan baik. Persentase kelengkapan resume medis rawat inap terdiri dari identifikasi pasien sebesar 98,22%, informasi pelaporan 89,93%, kelengkapan autentifikasi 91,11%, dan tata cara pencatatan yang benar 88,90%. Penelitian menggunakan Uji TAM (Technology Acceptance Model) kepada 5 dokter, total persentase respon dokter dari perhitungan hasil kuesioner TAM yang didapat dari 5 aspek sebesar 82,41% dengan kriteria skor “Baik”. Saran untuk pengembang, agar aplikasi pengingat dokter berbasis android kedepannya dapat dikembangkan, ditambahkan pengingat seluruh formulir penting sehingga menu yang ada di aplikasi semakin lengkap. Kata Kunci : kelengkapan, formulir, resume medis
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN BUKU PANDUAN ASSEMBLING TERKAIT KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM AISYIYAH MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WORO DYAH KRISDIANA
NIM: 1604000052
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: Buku Panduan Assembling, Standart Operational Procedure (SOP)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Woro Dyah Krisdiana. 2019. Perbedaan Tingkat Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Sebelum dan Sesudah Penggunaan Buku Panduan Assembling Terkait Kelengkapan Pengisia Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Laporan Tugas Akhir DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: drg. Rinawati Basuki, M.Kes Proses Assembling dokumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang pada saat ini belum sesuai dengan SOP yang ada. Pengamatan terhadap 30 dokumen, didapatkan data bahwa ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap sebesar 58,1%. Penelitian berjudul “Buku Panduan Assembling Terkait Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang” memiliki tujuan untuk membandingkan tingkat kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap sebelum dan sesudah penggunaan Buku Panduan Assembling. Penelitian ini menggunakan metode Nonequivalent Control Group Design. Peneliti menggunakan sampel yang telah dipilih oleh peneliti dalam penelitian, yaitu 84 dokumen rekam medis rawat inap. Pada penelitian kelengkapan pengisian dokumen rekam medis sebelum mendapatkan buku panduan assembling yaitu 41,6% (35 dokumen) lengkap dan sebesar 58,4% (49 dokumen) tidak lengkap. Sedangkan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis yang sesudah mendapatkan buku panduan assembling yaitu 96% (81 dokumen) lengkap dan sebesar 4% (3 dokumen)tidak lengkap. Uji chi square hasil menggunakan aplikasi SPSS 23 menyatakan nilai Asymp.Sig sebesar 0,00, sehingga p = 0,00. untuk itu p<α. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Perbedaan Tingkat Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Sebelum dan Sesudah Penggunaan Buku Panduan Assembling Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Kata kunci : Buku Panduan Assembling, Standart Operational Procedure (SOP), Kelengkapan Pengisian, Nonequivalent Control Group Design, Chi Square, SPSS 23
Cover KTI
2019

PEMBUATAN BUKU PANDUAN PENGISIAN SOAP DOKTER DI RUMAH SAKIT LAVALETTE

Lihat Detail Karya
Penulis: DELA AYU APRILIASARI
NIM: 16040000061
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Ahmad Zani Pioto
Subjek: REKAM MEDIS,INFORMASI KESEHTAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dela Ayu Apriliasari. 2019. Pembuatan Buku Panduan Pengisian SOAP Dokter di RS Lavallete .Pembimbing : A.Z.Pitoyo, M.Kes,MMRS Analisa dokumen rekam medis terbagi menjadi analisa kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif merupakan analisa yang berhubungan dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat jalan maupun rawat inap. Menurut Kepmenkes nomor 129 tahun 2008 menyebutkan bahwa kelengkapan pengisian rekam medis rawat inap adalah 24 jam setelah selesai pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir saat sebelum dan sesudah menggunakan buku panduan pengisian SOAP dokter. Penelitian ini menggunakan 28 berkas dokumen rekam medis yaitu 28 dokumen rekam medis sebelum dan 28 dokumen rekam medis sesudah penggunaan buku panduan. Sebelum penggunaan buku panduan, kelengkapan pengisian berkas tidak lengkap. Setelah menggunakan buku panduan, pengisian menjadi lengkap. Hasil uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji z dengan dua proporsi. kesimpulannya yaitu ada perbedaan kelengkapan sebelum dan sesudah penggunaan buku panduan. Setelah buku panduan pengisian SOAP dokter diimplementasikan di RS Lavalette, perlu diadakannya monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan buku tersebut guna mendapatkan perbaikan lebih lanjut. Kata Kunci : Analisis kuantitatif, Buku Panduan, kelengkapan SOAP dokter
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN BUKU PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR RAWAT JALAN TERKAIT KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR DI PUSKESMAS KARANGPLOSO

Lihat Detail Karya
Penulis: OCTAVIA NURUL ANGGRAINI
NIM: 1604000064
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: Buku Pedoman Pengisian Formulir Rawat Jalan, Kelengkapan.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Octavia Nurul Anggraini. 2019. Pembuatan Buku Pedoman Pengisian Formulir Rawat Jalan Terkait Kelengkapan Pengisian Formulir di Puskesmas Karangploso. Laporan Tugas Akhir, Prodi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes Kelengkapan pengisian formulir rekam medis sesuai dengan Standart Pelayanan Minimal yaitu 100%. Jika diketahui dokumen rekam medis yang tidak lengkap maka petugas akan melengkapi dan mengembalikan kembali ke ruang rekam medis dengan terisi lengkap dalam waktu 1x24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan buku pedoman terhadap kelengkapan pengisian formulir sebelum dan sesudah menggunakan buku pedoman pengisian formulir rawat jalan terkait kelengkapan pengisian formulir di Puskesmas Karangploso. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan Pre-Eksperimen dengan desain rancangan One Group Pretest Posttest. Angka kelengkapan pengisian formulir rawat jalan sebelum menggunakan buku pedoman pengisian formulir rawat jalan terhadap 124 sampel dokumen rekam medis adalah 0%. Angka kelengkapan pengisian formulir rawat jalan sesudah menggunakan buku pedoman pengisian formulir rawat jalan adalah 57%. Hasil Uji Beda Proporsi 2 sampel menunjukkan nilai Z = -8,171 yang berarti adanya perbedaan presentase kelengkapan pengisian formulir rawat jalan sebelum dan sesudah menggunakan buku pedoman pengisian formulir rawat jalan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku pedoman pengisian formulir rawat jalan dapat meningkatkan kelengkapan pengisian formulir rawat jalan. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan buku pedoman dapat digunakan sebagai acuan pengisian formulir rawat jalan. Kata kunci : Buku Pedoman Pengisian Formulir Rawat Jalan, Kelengkapan.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN DAN IMPLEMENTASI VIDEO PEMBELAJARAN GRAFIK BARBER JOHNSON TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWA REKAM MEDIS

Lihat Detail Karya
Penulis: ANNISA RAHMAYANTI
NIM: 1604000087
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DANINFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S.MQIH.
Subjek: Video Pembelajaran, Statistika Informasi Kesehatan, Grafik Barber Johnson
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Annisa Rahmayanti, 2019. Pembuatan dan Implementasi Video Pembelajaran Grafik Barber Johnson Terhadap Pengetahuan Mahasiswa Rekam Medis. Laporan Tugas Akhir, Program Studi DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Jurusan Kesehatan Terapan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S.MQIH. Statistik kesehatan merupakan salah satu dari tujuh kompetensi yang harus dikuasai perekam medis menurut Permenkes No. 377 tahun 2007 dan Grafik Barber Johnson merupakan salah satu materi mata kuliah SIK II diprodi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan, dari 50 mahasiswa semester 5 setelah mengerjakan soal latihan Grafik Barber Johnson rata-rata nilai yang didapat yaitu 54,8 dengan prosentase 64% mahasiswa dibawah nilai lulus dan 36% mahasiswa diatas nilai lulus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai pengetahuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran video Grafik Barber Johsnon dengan media pembelajaran powerpoint. Video pembelajaran berdurasi selama 18 menit 35detik. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan pendekatan static group comparison yaitu dengan membandingkan nilai posttest antar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel sejumlah64 mahasiswa yang terbagi menjadi 32 mahasiswa kelompok eksperimen dan 32 mahasiswa kelompok kontrol.Instrumenpenelitianyaitu soal posttest 16 soal dan kuesioner uji user TAM. Dari hasil uji statistik dengan Independent Sample T-Test didapatkan hasil rata-rata nilaipengetahuankelompok eksperimen 85.9375, kelompok kontrol 65,2344dan Sig (2-Tailed) sebesar 0,000< 0,05 yang artinya terdapat perbedaan antara rata-rata nilaipengetahuan mahasiswa kelompok eksperimen dengan rata-rata nilaipengetahuankelompok kontrol. Saran, video pembelajaran Grafik Barber Johnson dapat menjadi referensi belajar mandiri mahasiswa. Kata kunci : Video Pembelajaran, Statistika Informasi Kesehatan, Grafik Barber Johnson
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN DAN IMPLEMENTASI VIDEO PEMBELAJARAN RESELEKSI DIAGNOSIS UTAMA (RULE MB) TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DIII PMIK POLTEKKES KEMENKES MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IRMA JAZILAH
NIM: 1604000024
Program Studi: POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
Dosen Pembimbing: Achmad Zani Pitoyo, MMRS.
Subjek: Video Pembelajaran, Reseleksi Diagnosis Utama, Hasil Belajar
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Irma Jazilah, 2019. Pembuatan dan Implementasi Video Pembelajaran Reseleksi Diagnosis Utama (Rule MB) Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa DIII PMIK Poltekkes Kemenkes Malang. Laporan Tugas Akhir, Program Studi DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Jurusan Kesehatan Terapan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing; Achmad Zani Pitoyo, MMRS. Reseleksi Diagnosis Utama (Rule MB) merupakan salah satu materi penunjang dalam mata kuliah Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit, Masalah-masalah yang Berkaitan dengan Kesehatan dan Tindakan Medis (KKPMT) di Prodi DIII PMIK Poltekkes Kemenkes Malang. Permasalahan berdasarkan kuesioner dan soal studi pendahuluan yang disebar kepada mahasiswa, didapatkan hasil mahasiswa kurang memahami materi Rule MB. Untuk menangani permasalahan tersebut, peneliti membuat suatu alternatif lain dalam penyampaian materi dengan media video. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara mahasiswa kelas 1A (kelompok eksperimen) dan mahasiswa kelas 1B (kelompok kontrol). Dalam penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan pendekatan static group comparison yaitu dengan membandingkan nilai posttest antar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 98 mahasiswa Prodi DIII PMIK angkatan 2018 yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas 1A sebagai kelompok eksperimen dan kelas 1B sebagai kelompok kontrol. Cara pengumpulan data dengan soal posttest dan kuesioner uji user TAM. Hasil rata-rata kelompok eksperimen 85,8408, kelompok kontrol 85,0000 dan dari hasil uji statistik dengan Independent Sample T-Test didapatkan Sig (2-Tailed) sebesar 0,639 > 0,05 artinya tidak ada perbedaan antara rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas 1A (kelompok eksperimen) dengan rata-rata hasil belajar kelas 1B (kelompok kontrol). Saran yang dapat diberikan yaitu pada produk video pembelajaran dilakukan pengembangan penjelasan. Kata kunci : Video Pembelajaran, Reseleksi Diagnosis Utama, Hasil Belajar
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN FORMULIR ASUHAN GIZI DIKAITKAN DENGAN ANALISIS KUANTITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSIA PURI

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVINA PUTRI CAYANDRA
NIM: 1604000076
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SST, S.Gz, MPH
Subjek: Formulir Asuhan Gizi, Analisis Kuantitatif, Desain Formulir
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Devina Putri Cayandra, 2019. “Pembuatan Formulir Asuhan Gizi Dikaitkan Dengan Analisis Kuantitatif Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Di RSIA Puri” Laporan Tugas Akhir. Program Studi DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Diniyah Kholidah, SST, S.Gz, MPH Sistem dokumentasi rekam medis di RSIA Puri terdapat beberapa jenis formulir, salah satunya yaitu formulir Asuhan Gizi. Formulir asuhan gizi dibuat untuk menuliskan hasil dari pemeriksaan gizi pasien yang membutuhkan asuhan gizi. Rancangan penelitian yang digunakan survei deskriptif pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisa (kuantitatif) formulir asuhan gizi dan hasil penelitiannya berupa produk rancangan form yang baru (Revisi). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 dokumen dari bulan Agustus-Desember 2018 dan sampelnya menggunakan total sampling 43 dokumen dari bulan Agustus-Desember 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keakuratan identifikasi pasien sebesar 90,60%, keakuratan pada laporan/catatan penting sebesar 0%, keakuratan autentifikasi sebesar 69,70%, keakuratan pencatatan yang baik sebesar 0%. Kesimpulannya saat dilakukannya analisis kuantitatif, peneliti menemukan ketidaklengkapan formulir asuhan gizi di RSIA PURI mencapai 100%. Mengembangkan Desain Formulir Asuhan Gizi dengan menambahkan instruction, body bagian antropometri ditambahi poin penting yang harus diisi oleh ahli gizi, dan bagian close ditambah tanggal penyelesaian pengisian formulir. Kata kunci: Formulir Asuhan Gizi, Analisis Kuantitatif, Desain Formulir
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN SPO DAN BUKU PEDOMAN PENDAFTARAN PASIEN GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PETUGAS TERHADAP PROSEDUR RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BAPTIS KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI SAVITRI DAMAYANTI
NIM: 1604000060
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: SPO dan buku pedoman pendaftaran pasien rawat jalan, Pemahaman Petugas
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi Savitri Damayanti, “Pembuatan SPO Dan Buku Pedoman Pendaftaran Pasien Guna Meningkatkan Pemahaman Petugas Terhadap Prosedur Rawat Jalan Di Rumah Sakit Baptis Kota Batu ”, Pembimbing drg. Rinawati Basuki, M.Kes SPO dan buku pedoman pendaftaran pasien rawat jalan diperlukan untuk menunjukkan langkah-langkah/prosedur urutan proses pendaftaran pasien dari pasien di tempat pendaftaran sampai pasien pulang. Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya pemahaman petugas mengenai prosedur pendaftaran pasien rawat jalan, sehingga masih banyak petugas yang melakukan kegiatan pendaftaran pasien tanpa pemahaman prosedur yang tepat. Rumusan masalah yang diambil adalah apakah terdapat perbedaan pemahaman petugas rekam medis terhadap prosedur pendaftaran pasien sebelum dan sesudah implementasi SPO dan buku pedoman pendaftaran pasien rawat jalan di RS Baptis Batu. Tujuannya untuk mengetahui tingkat pemahaman petugas sebelum dan sesudah implementasi SPO dan buku pedoman. Rancangan penelitian menggunakan dekskriptif survei. Perlakuan penelitian dengan pembuatan SPO dan buku pedoman pendaftaran pasien rawat jalan. Penelitian difokuskan untuk mengetahui tingkat perbedaan pemahaman petugas saat pre-test dan post-test. Alat dalam penelitian berupa kuesioner dengan variabel pemahaman petugas terhadap prosedur pendaftaran rawat jalan. Jumlah populasi sebanyak 15 orang petugas rekam medis dan sampel sebanyak 15 orang petugas atau di ambil total dari populasi. Hasil dari penelitian pre-test menunjukkan hasil baik dengan tingkat 33%, cukup baik dengan tingkat 40% dan kurang dengan tingkat 27%. Untuk hasil post-test menunjukkan hasil baik dengan tingkat 87%, cukup baik dengan tingkat 13% dan tidak ada petugas dengan pemahaman kurang. Saran atau rekomendasi dari peneliti adalah sebaiknya direktur rumah sakit harus menetapkan kebijakan bahwa setiap kegiatan yang terlaksana di rumah sakit harus tersedia SPO dan buku pedoman yang mengatur. Dengan demikian, SPO dan buku pedoman pendaftaran pasien rawat jalan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petugas menjadi lebih baik. Kata Kunci : SPO dan buku pedoman pendaftaran pasien rawat jalan, Pemahaman Petugas
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PEMBUATAN TRACER BERWARNA UNTUK MEMPERCEPAT WAKTU PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS RAMPAL CELAKET MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: REZA DEWI
NIM: 1604000068
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI
Dosen Pembimbing: Achmad Zani Pitoyo., M.Kes, MMRS
Subjek: tracer, kecepatan waktu, penyimpanan dokumen, filing.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Reza dewi anjani (2019), Pembuatan Tracer Berwarna Untuk Mempercepat Waktu Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Di Puskesmas Rampal Celaket Malang. Prodi DIII Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan pembimbing 1: Achmad Zani Pitoyo., M.Kes, MMRS Salah satu kegiatan yang ada di fasilitas kesehatan terutama Puskesmas adalah penyimpanan dokumen rekam medis dimana dokumen rekam medis disimpan karena dokumen rekam medis memiliki sifat rahasia. Hasil survey pendahuluan yang dilakukan peneliti pada sistim penyimpanan di Puskesmas Rampal Celaket pada proses penyimpanan dokumen rekam medis petugas masih membutuhkan waktu yang sangat lama, untuk mempercepat proses penyimpanan dokumen rekam medis peneliti membuat alat bantu/tracer, maka dari itu peneliti membuat rumusan masalah “adakah perbedaan waktu kecepatan penyimpanan dokumen rekam medis sebelum adanya tracer berwarna dan sesudah adanya tracer berwarna?” untuk mengetahui adanya perbedaan kecepatan waktu penyimpanan dokumen rekam medis sebelum dan sesudah adanya tracer berwarna. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One group pretest posttest. Penelitian 3 hari pretest dan 3 hari posttest dengan total sampel 105 dokumen rekam medis. Analisa data dilakukan dengan Independent T test untuk dua sampel tidak berhubungan menggunakan SPSS, hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kecepatan waktu petugas filing menyimpan dokumen sebelum adanya tracer berwarna 22 detik sedangkan waktu kecepatan petugas dalam menyimpan dokumen rekam medis sesudah adanya tracer berwarna 4 detik. Selisih kedua waktu tersebut adalah 18 detik. Hal ini menunjukan nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak yang artinya ada perbedaan rata-rata kecepatan waktu penyimpanan dokumen rekam medis sebelum dan sesudah adanya tracer berwarna. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah adanya tracer berwarna waktu penyimpanan semakin cepat. Kata kunci: tracer, kecepatan waktu, penyimpanan dokumen, filing.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan