Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2901–2910 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2019

HUBUNGAN STATUS KESEIMBANGAN CAIRAN TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN PASCA OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM DI RUANG PEMULIHAN RUMAH SAKIT NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: Danang Budi Setiawan
NIM: 1501460020
Program Studi: SARJANA TERAPAN kEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan A. Y.,S.Kp.,M.Kep. , Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Keseimbangan cairan, Waktu pulih sadar, anestesi umum.
Lihat Abstraksi
Waktu pulih sadar tertunda adalah komplikasi yang tidak diinginkan dalam anestesi. Komplikasi ini disebabkan oleh beberapa factor antara lain usia, faktor genetic, jenis kelamin, komorbiditas, obat anestesi, durasi dan jenis anestesi, serta masalah metabolik (suhu, masalah pernafasan, komplikasi neurologis, keseimbangan cairan dan elektrolit). Klien bedah beresiko mengalami ketidakseimbangan cairan yang dapat mengakibatkan komplikasi pasca operasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status keseimbangan cairan terhadap waktu pulih sadar pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum diruang pemulihan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisis Bivariat dengan uji statistik korelasi dari Pearson dengan taraf signifikansi < 0,05. Hasil pengukuran keseimbangan cairan 80% kurang dari 0 mL dan 20% lebih dari 0 mL. Hasil waktu pulih sadar cepat 3%, normal 90%, memanjang 7% dengan rata-rata waktu 40,50 menit. Hasil analisis pvalue = 0,141 atau pvalue > 0,05. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara status keseimbangan cairan terhadap waktu pulih sadar pada pasien dengan anestesi umum. Diharapkan peneliti selanjutnya melakukan penelitian waktu pulih sadar dengan variabel faktor yang lain. Kata kunci: Keseimbangan cairan, Waktu pulih sadar, anestesi umum.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN STATUS KESEIMBANGAN CAIRAN TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN PASCA OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM DI RUANG PEMULIHAN RUMAH SAKIT NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: Danang Budi Setiawan
NIM: 1501460020
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: (1) Eddi Sudjarwo, (2) Ekowati Retnaningtyas
Subjek: Keseimbangan cairan, Waktu pulih sadar, anestesi umum.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan status keseimbangan cairan terhadap waktu pulih sadar pada pasien pasca operasi dengan anetesi umum di ruang pemulihan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Danang Budi Setiawan (2019), Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Eddi Sudjarwo, (2) Ekowati Retnaningtyas Waktu pulih sadar tertunda adalah komplikasi yang tidak diinginkan dalam anestesi. Komplikasi ini disebabkan oleh beberapa factor antara lain usia, faktor genetic, jenis kelamin, komorbiditas, obat anestesi, durasi dan jenis anestesi, serta masalah metabolik (suhu, masalah pernafasan, komplikasi neurologis, keseimbangan cairan dan elektrolit). Klien bedah beresiko mengalami ketidakseimbangan cairan yang dapat mengakibatkan komplikasi pasca operasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status keseimbangan cairan terhadap waktu pulih sadar pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum diruang pemulihan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisis Bivariat dengan uji statistik korelasi dari Pearson dengan taraf signifikansi < 0,05. Hasil pengukuran keseimbangan cairan 80% kurang dari 0 mL dan 20% lebih dari 0 mL. Hasil waktu pulih sadar cepat 3%, normal 90%, memanjang 7% dengan rata-rata waktu 40,50 menit. Hasil analisis pvalue = 0,141 atau pvalue > 0,05. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara status keseimbangan cairan terhadap waktu pulih sadar pada pasien dengan anestesi umum. Diharapkan peneliti selanjutnya melakukan penelitian waktu pulih sadar dengan variabel faktor yang lain. Kata kunci: Keseimbangan cairan, Waktu pulih sadar, anestesi umum.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI DAN PROTEIN) DAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PURWOSEKAR KECAMATAN TAJIANAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANOM RESTU PAMUNGKAS
NIM: 1603000077
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS
Subjek: Tingkat Konsumsi, Pola Asuh, Stunting
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ANOM RESTU P., 2018, “Hubungan Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) dan Pola Asuh dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang”. Karya Tulis Ilmiah, Program studi D III Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, (Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, MPS) Stunting atau pendek merupakan keadaan yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan. Keadaan ini berlangsung kronis karena disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang. Pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi stunting di Indonesia digambarkan dengan grafik proporsi pendek dan sangat pendek pada balita yaitu mengalami penurunan dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018. Masalah gizi pada balita dapat muncul karena beberapa faktor yaitu penyebab langsung, tidak langsung, akar masalah dan pokok masalah. Penyebab langsung yaitu asupan makan yang kurang dan penyakit infeksi yang diderita balita. Penyebab tidak langsung diantaranya pengetahuan ibu, ketersediaan pangan, pola asuh, pelayanan kesehatan, dan lainnya. Faktor tidak langsung ini saling berkaitan dan bersumber pada akar masalah yaitu pendidikan, dan ekonomi keluarga. (Sulistianingsih, 2015).Kategori stunting pada balita kelompok umur 7-59 bulan di Desa Purwosekar Tajinan diperoleh dengan indeks TB/U, dari 237 balita terdapat kategori stunting responden menurut TB/U sebanyak 45 balita.Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mempelajari Hubungan Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) dan Pola Asuh terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Desa Purwosekar Kecamatan Tajian Kabupaten Malang Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kohort retrospektif kemudian data yang sudah diperoleh ditabulasikan dan dianalisa secara deskriptif. Desain penelitian ini dilakuan dengan menggunakan dua kelompok yaitu kelompok studi (sekelompok orang yang terpapar faktor resiko) dan kelompok kontrol (sekelompok orang yang tidak terpapar faktor resiko).Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat konsumsi (energi dan protein) dan pola asuh terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Diharapkan orangtua balita lebih memperhatikan tingkat konsumsi dan pola asuh anaknya sehingga anak tidak beresiko stunting. Kata kunci : Tingkat Konsumsi, Pola Asuh, Stunting
Cover KTI
tidak tersedia
2019

Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Status Gizi dan Aktivitas Fisik terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani di SDN Mojolangu 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: Hanis Annisa Rosyidah
NIM: 1503410017
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Ibnu Fajar, SKM, M.Kes.
Subjek: Tingkat Konsumsi, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Tingkat Kebugaran Jasmani.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hanis Annisa Rosyidah. Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Status Gizi dan Aktivitas Fisik terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani di SDN Mojolangu 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Dibawah bimbingan. Ibnu Fajar, SKM, M.Kes. Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok sasaran yang berisiko mengalami masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Manusia sebagai makhluk hidup dalam melakukan aktivitas sehari-hari membutuhkan kondisi tubuh yang bugar. Kebugaran jasmani mempunyai arti penting bagi anak usia sekolah, jika seseorang memiliki kebugaran jasmani dan status gizi yang tidak seimbang dapat terjadi gangguan perkembangan dan pertumbuhan karena, setiap melakukan gerak memerlukan energi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi, satus gizi dan aktivitas fisik terhadap tingkat kebugaran jasmani di SDN Mojolangu 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Hasil penelitian ini yaitu: 1) 87% responden dengan tingkat konsumsi energi yang defisit (defisit tingkat berat 34%, defisit sedang 37%, defisit ringan 16%). 2) 12% responden dalam kategori status gizi (IMT) bermasalah (kurus 12%). 3) 34% responden dengan kategori aktivitas fisik kurang. 4) 24% responden dalam kategori tingkat kebugaran jasmani yang bermasalah (kurang 9% dan kurang sekali 15%). 5) Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi pada α 0,05. 6) Tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani pada α 0,05. 7) Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan tingkat kebugaran jasmani pada α 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi di SDN Mojolangu 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani di SDN Mojolangu 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, terdapat hubungan aktivitas fisik dengan tingkat kebugaran jasmani di SDN Mojolangu 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kata Kunci : Tingkat Konsumsi, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Tingkat Kebugaran Jasmani.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI PROTEIN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN, UREUM, DAN KREATININ PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KANJURUHAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Yhovita Maharani
NIM: 1603000034
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati.
Subjek: Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Tingkat Konsumsi Protein, Hemoglobin, Ureum, Kreatinin
Lihat Abstraksi
ABSTRAK YHOVITA MAHARANI, 2019. Hubungan Tingkat Konsumsi Protein dengan Kadar Hemoglobin, Ureum, dan Kreatinin pada Penderita Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Pembimbing: Endang Widajati. Gagal ginjal kronis atau penyakit ginjal tahap akhir adalah destruksi struktur ginjal yang progesif dan terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi protein dengan kadar hemoglobin, ureum, dan kreatinin pada penderita gagal ginjal kronis dengan hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang diambil berupa tingkat konsumsi protein, data kadar hemoglobin, data kadar ureum, dan data kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis. Teknik atau cara pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 35 pasien. Hasil penelitian penderita gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis paling banyak terjadi pada usia 51-60 tahun yaitu sebanyak 40%. Penderita gagal ginjal kronis dengan hemodialisis pada penelitian ini paling banyak adalah jenis kelamin perempuan yakni sebanyak 65,7%. Status gizi menurut LiLA/U penderita gagal ginjal kronis dengan hemodialisis memiliki persentase tertinggi dengan status gizi kurang yakni 85,7%. Tingkat konsumsi protein pasien gagal ginjal kronis dengan hemodialisis sebagian besar dalam ketegori sedang yakni 57,1% dengan ratarata tingkat konsumsi 51-80%. Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis memiliki kadar hemoglobin rendah yakni sebesar 82,9% kadar ureum tinggi yakni sebesar 97,1%, dan kadar kreatinin tinggi yakni sebesar 100%. Berdasarkan analisis statistik korelasi Rank Spearman didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan kadar hemoglobin (p-value 0,836>0,05), tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan kadar ureum (p-value 0,503>0,05), tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan kadar kreatinin (p-value 0,088>0,05). Disarankan untuk diberikan penyuluhan dan konseling gizi tentang penyakit gagal ginjal kronis dengan hemodialisis dan bahan makanan sumber protein yang memiliki nilai biologis tinggi dan juga frekuensi serta porsi sehari agar pasien mengetahui asupan protein yang harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein sehari. Kata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Tingkat Konsumsi Protein, Hemoglobin, Ureum, Kreatinin
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN TIPE KELUARGA DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH DI PAUD PERMATA BUNDA KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EKKI NOVITA DEWI PRAMESTI
NIM: P17311175024
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: WANDI S.KEP, NERS, M,PD, NAIMAH, SKM, M.KES
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN UNMET NEED DENGAN SIKAP UNWANTED PREGNANCY PADA PUS DIPUSKESMAS JANTI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALFIANTUS SHOLIHAH
NIM: 1502450056
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: JAMHARIYAH, RENY WAHYU T
Cover KTI
2019

HUBUNGAN VOLUME PLASENTA DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI PMB “M” KECAMATAN TAJINAN KABUPATEN MALANG (2022)

Lihat Detail Karya
Penulis: LUTFIAN TIKA PRIHANDENE
NIM: 1502450048
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Ika Yudianti, SST., M.Keb
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Ikterus neonatorum dapat dialami oleh siapa saja, lebih dari 50% bayi baru lahir normal dan 80% pada bayi kurang bulan mengalami ikterus. Ikterus pada bayi baru lahir disebabkan oleh pemecahan sel darah merah yang berlebih, proses eritropoesis yang tidak efektif, dan kemampuan hepar yang belum matang untuk mengonjungasi dan mengeksresi bilirubin. Peningkatan percabangan villi dapat mempengaruhi luas permukaan dan tebal plasenta sehingga mempengaruhi vol-ume plasenta. Jumlah bilirubin yang berlebih, merupakan faktor penyebab dari ikterus neonatorum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara volume plasenta dengan kejadian ikterus neonatorum. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan populasi sebanyak 27 bayi, sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 20 bayi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu neonatus yang lahir dengan persalinan spontan, usia kehamilan aterm (37 minggu-40 minggu), janin tunggal, plasenta utuh dan lengkap serta tidak ada kelainan pada plasenta, berat badan bayi normal (2.500 gram – 4.000 gram), bayi lahir tanpa kelainan congenital, bayi lahir tanpa jejas persalinan (kaput, hematoma), pemberian ASI dengan frekuensi menyusui 10-12 kali dalam sehari, bayi yang pada hari kedua dan ketiga dilakukan penyinaran matahari. Instrument penelitian menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat plasenta yang kemudian dikonversikan kedalam satuan volume dan lembar observasi derajat Kramer untuk observasi kejadian ikterus pada hari ke-0 s.d hari ke-4, kemudian data dianalisis dengan menggunakan Pearson Product Moment dan didapatkan hasil bahwa rhitung 0,131 maka dapat disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara volume plasenta dengan kejadian ikterus neonatorum. Kata Kunci : Volume Plasenta, Ikterus Neonatorum
Cover KTI
tidak tersedia
2019

IDENTIFIKASI PENGGUNAAN BORAKSTERHADAP PERUBAHAN KARAKTERISTIK FISIK, UJI KUALITATIF BORAKS, UMUR SIMPAN, DAN TOTAL CEMARAN MIKROBA PADA JAJANAN LONTONG

Lihat Detail Karya
Penulis: MUHAMMAD ADNAN KHOLADI
NIM: 1603000087
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dra. Sulistiastutik
Subjek: Karakteristik Fisik, Uji Kualitatif Boraks, Umur Simpan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Muhammad Adnan Kholadi, 2019. Identifikasi Penggunaan Boraks Terhadap Karakteristik Fisik, Uji Kualitatif Boraks, Umur Simpan, dan Total Cemaran Mikroba Pada Jajanan Lontong : Dra. Sulistiastutik Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Konsumsi makanan jajanan di masyarakat cukup tinggi, dimanan pada sebuah riset yang dilakukan di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor dengan 80 subjek penelitian. Hampir 70,8% sangat menyukai makanan jajanan, 23,5% lainnya biasa saja, dan 5,7% sisanya tidak menyukai makanan jajanan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dilakukan di Laboratorium Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Sampel yang diuji yakni empat sampel lontong, diantaranya lontong tanpa adanya tambahan boraks per 100 gram beras yang diberi kode sampe L0, dan dibandingkan dengan tiga lontong lain yang ditambahlan boraks dengan kadar masing-masing 0,5, 1,5, serta 2 gram boraks per 100 gram beras, serta tida sampel tersebut diberikan kode sampel diantaranya L1, L3, dan L5. Kode sampel menggunakan huruf L diambil dari awal huruf pada kata lontong. Pengolahan data tersebut dianalisis secara deskriptif dan penyajiannya dalam bentuk tabel secara detail dan terstruktur agar mudah dipahami. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik fisik lontong yang tidak mengandung boraks cenderung lebih putih bersih, beraroma khas dan bertekstur lunak, sedangkan lontong yang mengandung boraks warnanya lebih kekuningan, mengkilat, kadar ainya lebih rendah, aroma tajam dan tekstur lebih kenyal. Uji kualitatif boraks menunjukkan bahwa reagen yang digunakan tidaj dapat mendeteksi sampel ,lontong dengan penambahan 0,5 gram boraks dalam 100 gram beras atau 430 gram lontong. Semakin tinggi pembahan boraks umur simpan dari lontong semakin lama. Kata Kunci : Karakteristik Fisik, Uji Kualitatif Boraks, Umur Simpan, dan Total Cemaran Mikroba Pada Jajanan Lontong
Cover KTI
tidak tersedia
2019

IMPLEMENTASI APLIKASI ELEKTRONIK PELAPORAN IMUNISASI BASIS WEB DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI OVALYA MAKAROVA PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WAHYUNING HERIANI
NIM: 1604000011
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Achmad Zani Pitoyo, M.Kes, MMRS
Subjek: Aplikasi Pelaporan Imunisasi, Waktu pembuatan pelaporan imunsasi, Aplikasi Web, BPM
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wahyuning Heriani, 2019. Implementasi Aplikasi Elektronik Pelaporan Imunisasi Basis Di Bidan Praktik Mandiri Ovalya Makarova Pujon Kabupaten Malang. Dibimbing oleh Bapak Achmad Zani Pitoyo, M.Kes, MMRS. Salah satu tugas pokok dalam Bidan Praktik Mandiri adalah membuat pencatatan dan pelaporan dalam pelayanan kesehatan. Pencatatan dan pelaporan data di Bidan Praktik Mandiri Ovalya Makarova Pujon Kabupaten Malang, khususnya data imunisasi dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan sistem manual dengan mencatat data balita dan ibu bersalin di buku register dan selanjutnya data tersebut direkapitulasi di lembaran format laporan bulanan manual dengan menggunakan tulisan tangan. Hal tersebut bisa memicu adanya keterlambatan dalam melaporkan laporan imunisasi bulanan ke puskesmas terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan aplikasi pelaporan imunisasi berbasis web di Bidan Praktik Mandiri Ovalya Makarova Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menguji waktu pembuatan pelaporan imunisasi bulanan menggunakan format laporan manual dan menggunakan sistem pelaporan imunisasi elektronik menggunakan lembar observasi dan stopwatch. Rata-rata waktu pembuatan pelaporan imunisasi menggunakan format laporan manual 112,86 detik dengan waktu paling lama adalah 120,58 detik Sedangkan rata-rata waktu pembuatan pelaporan imunisasi menggunakan sistem pelaporan imunisasi elektronik 44,26 detik dengan waktu paling lama adalah 52,72 detik. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan Paired Sample T-test nilai signifikansi <0,05 sehingga dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan waktu pembuatan pelaporan imunisasi bulanan menggunakan format laporan imunisasi manual dan menggunakan sistem pelaporan imunisasi elektronik. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa waktu pembuatan pelaporan imunisasi vii menggunakan sistem pelaporan imunisasi elektronik lebih cepat dibandingkan menggunakan format pelaporan imunisasi manual. Kata Kunci: Aplikasi Pelaporan Imunisasi, Waktu pembuatan pelaporan imunsasi, Aplikasi Web, BPM
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan