Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2871–2880 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2019

HUBUNGAN KEBERHASILAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA MASA NIFAS DI PMB SRI SULAMI, A.Md. Keb dan PMB I G AYU KARNINGSIH, S.Tr. Keb WILAYAH KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Faradylla Nur Karidasari
NIM: 1502450045
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dr. Jenny J.S Sondakh, M. Clin. Mid
Subjek: Keberhasilan IMD, Penurunan TFU, Masa Nifas
Lihat Abstraksi
Masa nifas merupakan proses kembalinya organ reproduksi setelah Berdasarkan hasil survey Riskesdas, AKI pada tahun 2013 masih mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012 yaitu sebesar 359/100.000 KH, sedangkan menurut SUPAS tahun 2015 AKI Indonesia 305/100.000 KH dengan penyumbang AKI terbesar adalah perdarahan. Hasil survey Riskesdas tahun 2015 pelaksanaan IMD di Indonesia mengalami peningkatan yaitu mencapai 34,5% pada tahun 2013. Adanya peningkatan pelaksanaan IMD seharusnya dapat membantu mengurangi AKI yang disebabkan perdarahan masa nifas. Proses isapan bayi pada payudara ibu saat IMD diduga dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang dapat mempengaruhi proses involusi uterus sehingga terjadi penurunan TFU. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan keberhasilan IMD dengan penurunan TFU pada masa nifas Desain penelitian menggunakan Analitik Korelasional dengan pendekatan prospective study. Populasi seluruh ibu bersalin pada 21 Mei- 21 Juni 2019 di PMB Sri Sulami, A.Md.Keb dan PMB I G Ayu Karningsih, S.Tr.Keb sebanyak 20 responden. Besar sampel sebanyak 20 responden diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi IMD dan penurunan TFU. Analisa data menggunakan Uji Fisher Exact dengan α 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 80% responden berhasil melaksanakan IMD dan responden yang mengalami penurunan TFU normal sebanyak 80%. Hasil analisis didapatkan nilai p (0,013) < α (0,05) artinya pada penelitian ini menunjukkan ada hubungan keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan penurunan Tinggi Fundus Uteri (TFU) pada masa nifas di PMB Sri Sulami, A.Md.Keb dan PMB I G Ayu Karningsih, S.Tr.Keb wilayah Kota Malang. Kata kunci : Keberhasilan IMD, Penurunan TFU, Masa Nifas
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI, JAJAN, UANG SAKU, TINGKAT KONSUMSI ENERGI TERHADAP STATUS GIZI SISWA KELAS 8 DI SMPN 1 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MUH. SANDHE DWIJAYA
NIM: 1503410058
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi SKM, M.Kes
Subjek: Sarapan Pagi, Jajan, Uang Saku, Tingkat Konsumsi Energi, Status Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MUH. SANDHE DWIJAYA, 2019. Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi, Jajan, Uang Saku, Tingkat Konsumsi Energi Terhadap Status Gizi Siswa Kelas 8 di SMPN 1 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi, jajan, uang saku, tingkat konsumsi energi terhadap status gizi siswa kelas 8 di SMPN 1 Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif analitik yaitu peneliti akan melakukan pengukuran variabel independen dan dependen, kemudian akan menganalisa data yang terkumpul untuk mencari hubungan antara variabel. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai Februari 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Malang, yang terbagi kedalam 8 kelas yaitu mulai kelas VIII A sampai VIII H. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 20% dari jumlah setiap kelas sehingga sampelnya berjumlah 48 siswa. Hasil penelitian terdapat hubungan yang tidak bermakna antara kebiasaan sarapan pagi terhadap status gizi (p=1,000), terdapat hubungan yang tidak bermakna antara jajan terhadap status gizi (p=0,990), terdapat hubungan yang tidak bermakna antara uang saku terhadap status gizi (p=0,888), terdapat hubungan yang tidak bermakna antara tingkat konsumsi energi terhadap status gizi (p=0,121). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, jajan, uang saku, tingkat konsumsi energi terhadap status gizi. Disarankan agar dilakukan edukasi dan penyuluhan gizi mengenai konsumsi sarapan pagi dan makanan jajanan agar para siswa siswi dapat memahami konsumsi sarapan pagi yang baik serta lebih selektif dalam mengonsumsi makanan jajanan dan perlu diadakan UKS Sehat (UKS mengeluarkan Kartu Pemantauan Status Gizi yang mewajibkan setiap siswa untuk mengukur Berat Badan dan Tinggi Badan setiap bulan). Kata Kunci : Sarapan Pagi, Jajan, Uang Saku, Tingkat Konsumsi Energi, Status Gizi
Cover KTI
2019

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN KEMAMPUAN DALAM MENYUSUI YANG BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKY FAUZIAH YULIANA
NIM: P17311185067
Program Studi: Kebidanan
Dosen Pembimbing: Tarsikah, S.SIT.,M,K e b
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN KEMAMPUAN ALAM MENYUSUI YANG BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKY FAUZIAH YULIANA
NIM: P17311185067
Program Studi: PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: SUSILAWATI, DESY DWI CAHYANI
Cover KTI
2019

HUBUNGAN KESESUAIAN TINGGI FUNDUS UTERI USIA KEHAMILAN >20 MINGGU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BAYI DI WILAYAH PUSKESMAS PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TANIA PUSPITA LUKMAN
NIM: 1502450035
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Didien Ika S.,S.SiT.,M.Keb
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Lukman, Tania Puspita. 2019. Hubungan Kesesuaian Tinggi Fundus Uteri Usia Kehamilan >20 Minggu dengan Kejadian Stunting pada Bayi di Wilayah Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Pembimbing Utama : Didien Ika Setyarini, S.SiT., M.Keb., Pembimbing Pendamping : Asworoningrum Y, S.SiT., M.Keb. Kejadian stunting di Indonesia menduduki posisi ke-5 di dunia. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya yang disebabkan oleh faktor multi dimensi salah satunya adalah gangguan pertumbuhan saat janin. Gangguan pertumbuhan saat janin dapat diidentifikasi dengan pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU) yang kurang dari 2 cm berdasarkan usia kehamilan (UK) yang seharusnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesesuaian tinggi fundus uteri pada usia kehamilan >20 minggu dengan kejadian stunting pada bayi. Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan case control. Jumlah populasi 271 bayi, teknik sampling yang digunakan untuk kelompok kasus adalah total sampling dan untuk kelompok kontrol menggunakan proportionate random sampling sehingga didapatkan 34 bayi untuk setiap kelompok penelitian. Instrumen penelitian menggunakan infantometer untuk mengukur panjang badan bayi dan menggunakan buku KIA sebagai studi dokumentasi. Data dianalisa menggunakan uji statistik spearman rank, didapatkan nilai signifikan 0,02 (< α 0,05) dan koefisien korelasi -0,281 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesesuaian TFU pada UK > 20 minggu dengan kejadian stunting pada bayi. Nilai odds ratio 3,59 berarti bayi dengan riwayat TFU yang tidak sesuai UK akan beresiko 3,5 kali mengalami stunting. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan janin melalui pemeriksaan TFU saat kehamilan, sehingga janin yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan dapat diberikan tatalaksana yang tepat untuk mencegah terjadinya stunting. Kata kunci : Kesesuaian TFU dengan UK, Stunting, Tinggi Fundus Uteri (TFU), Usia Kehamilan (UK).
Cover KTI
2019

HUBUNGAN KESESUAIAN TINGGI FUNDUS UTERI USIA KEHAMILAN >20 MINGGU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BAYI DI WILAYAH PUSKESMAS PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TANIA PUSPITA LUKMAN
NIM: 1502450035
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Didien Ika Setyarini, S.SiT., M.Keb
Subjek: Kesesuaian TFU dengan UK, Stunting, Tinggi Fundus Uteri (TFU), Usia Kehamilan (UK)
Lihat Abstraksi
Kejadian stunting di Indonesia menduduki posisi ke-5 di dunia. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya yang disebabkan oleh faktor multi dimensi salah satunya adalah gangguan pertumbuhan saat janin. Gangguan pertumbuhan saat janin dapat diidentifikasi dengan pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU) yang kurang dari 2 cm berdasarkan usia kehamilan (UK) yang seharusnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesesuaian tinggi fundus uteri pada usia kehamilan >20 minggu dengan kejadian stunting pada bayi. Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan case control. Jumlah populasi 271 bayi, teknik sampling yang digunakan untuk kelompok kasus adalah total sampling dan untuk kelompok kontrol menggunakan proportionate random sampling sehingga didapatkan 34 bayi untuk setiap kelompok penelitian. Instrumen penelitian menggunakan infantometer untuk mengukur panjang badan bayi dan menggunakan buku KIA sebagai studi dokumentasi. Data dianalisa menggunakan uji statistik spearman rank, didapatkan nilai signifikan 0,02 (< α 0,05) dan koefisien korelasi -0,281 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesesuaian TFU pada UK > 20 minggu dengan kejadian stunting pada bayi. Nilai odds ratio 3,59 berarti bayi dengan riwayat TFU yang tidak sesuai UK akan beresiko 3,5 kali mengalami stunting. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan janin melalui pemeriksaan TFU saat kehamilan, sehingga janin yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan dapat diberikan tatalaksana yang tepat untuk mencegah terjadinya stunting. Kata kunci : Kesesuaian TFU dengan UK, Stunting, Tinggi Fundus Uteri (TFU), Usia Kehamilan (UK).
Cover KTI
2019

HUBUNGAN KOMUNIKASI TENTANG SEKSUALITAS DENGAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP ANTISIPASI KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KB/TK MUSLIMAT NU 16, KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ISNAINI NOVITASARI
NIM: 1402450067
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Wahyu Setyaningsih, SST., M.KES
Subjek: Komunikasi, Seksualitas, Sikap
Lihat Abstraksi
Komunikasi dalam keluarga yang berjalan harmonis dan lancer merupakan dambaan setiap anggota keluarga. Komunikasi yang baik dalam sebuah keluarga tidak dapat terlepas dari peranan dari kedua orang tua, karena orang tua adalah panutan bagi anak-anaknya. Namun masih banyak orang tua di Indonesia kurang memberikan informasi karena pendidikan seksual bagi anak masih dianggap tabu dan dikawatirkan anak akan mengenal perilaku seksual sejak dini pula. Hal ini menyebabkan anak belum mendapatkan pendidikan seksual secara optimal sehingga menyebabkan masih tingginya angka kekerasan seksual pada anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi tentang seksualitas dengan sikap orang tua terhadap antisipasi kekerasan seksual pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 40 orang tua dari anak usia 5-6 tahun di Kb/Tk Muslimat NU 16, Kecamatan Klojen Kota Malang. Metode sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling. Penelitian inimenggunakan instrument berupa kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisa data menggunakan uji spearman rank test. Hasil penelitian dapat diketahui adanya hubungan komunikasi orang tua dengan sikap orang tua terhadap antisipasi kekerasan seksual pada anak usia 5-6 tahun (p value< α yaitu 0,0001 < 0,05). Oleh karena itu, orang tua sebaiknya memulai pendidikan dini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi tingginya angka kekerasan seksual pada anak. Kata Kunci :Komunikasi, Seksualitas, Sikap
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMK COR JESU MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KARIMA NUR RAHMATIKA
NIM: 1603000059
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III GIZI
Dosen Pembimbing: Ir. AAG. Anom Aswin, MPS
Subjek: Obesitas, Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ABSTRAK Karima Nur Rahmatika, 2019 “Hubungan Konsumsi Fast Food Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obeitaas Pada Remaja Di SK Cor Jesu Malang.” Tugas Akhir, Program Studi D-III Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.(Dibawah Bimbingan : Ir. AAG. Anom Aswin, MPS) Obesitas sering didefinisikan sebagai kondisi abnormal atau kelebihan lemak yang serius dalam jaringan adiposa sedemikian sehingga mengganggu kesehatan. Sering kali orang yang mengalami obesitas cendurung mempunyai aktivitas fisik ringan dan sering mengonsumsi Fast Food. Hal ini terjadi karena Fast Food mengandung tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi natrium, tinggi gula dan rendah serat. Rendahnya aktivitas mengakibatkan sisa energi dalam tabuh disimpan dalam bnetuk cadangan lemak. Berdasrkan data studi di SMK Cor Jesu Kota Malang pada 22 Mei 2019 siswa obesitas (17 %) Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian anaitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan uji chi-square. Sampel penelitian sebanyak 19 responden siswa kelas 10 dan 11 pada masing-masing kelompok. Hubungan konsumsi Fast Food dan aktivitas dengan kejadian obesitas pada remaja dianalisis dengan Chi-square dengan α= 0,05 Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan konsumsi fast food dengan kejadain obesitas (p-value = 0,036) dan aktivitas fisik juga memliki hubungan dengan kejadian obesitas (p-value = 0,01). Saran bagi remaja lebih memperhatikan jenis dan variasi makanan dengan diimbangi aktivitas fisik agar terhindar dari obesitas. Saran bagi peneliti selanjutnya agar meneliti faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan kejadian obesitas pada remaja dengan jumlah subyek lebih banyak Kata kunci : Obesitas, Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMK COR JESU MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KARIMA NUR RAHMATIKA
NIM: 1603000059
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III GIZI
Dosen Pembimbing: Ir. AAG. Anom Aswin, MPS
Subjek: Obesitas, Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ABSTRAK Karima Nur Rahmatika, 2019 “Hubungan Konsumsi Fast Food Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obeitaas Pada Remaja Di SK Cor Jesu Malang.” Tugas Akhir, Program Studi D-III Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.(Dibawah Bimbingan : Ir. AAG. Anom Aswin, MPS) Obesitas sering didefinisikan sebagai kondisi abnormal atau kelebihan lemak yang serius dalam jaringan adiposa sedemikian sehingga mengganggu kesehatan. Sering kali orang yang mengalami obesitas cendurung mempunyai aktivitas fisik ringan dan sering mengonsumsi Fast Food. Hal ini terjadi karena Fast Food mengandung tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi natrium, tinggi gula dan rendah serat. Rendahnya aktivitas mengakibatkan sisa energi dalam tabuh disimpan dalam bnetuk cadangan lemak. Berdasrkan data studi di SMK Cor Jesu Kota Malang pada 22 Mei 2019 siswa obesitas (17 %) Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian anaitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan uji chi-square. Sampel penelitian sebanyak 19 responden siswa kelas 10 dan 11 pada masing-masing kelompok. Hubungan konsumsi Fast Food dan aktivitas dengan kejadian obesitas pada remaja dianalisis dengan Chi-square dengan α= 0,05 Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan konsumsi fast food dengan kejadain obesitas (p-value = 0,036) dan aktivitas fisik juga memliki hubungan dengan kejadian obesitas (p-value = 0,01). Saran bagi remaja lebih memperhatikan jenis dan variasi makanan dengan diimbangi aktivitas fisik agar terhindar dari obesitas. Saran bagi peneliti selanjutnya agar meneliti faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan kejadian obesitas pada remaja dengan jumlah subyek lebih banyak Kata kunci : Obesitas, Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik
Cover KTI
tidak tersedia
2019

HUBUNGAN MANAJEMEN MUTU TERPADU (TQM) DALAM MUTU ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP BEDAH RSUD MARDI WALUYO BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: YOLANDA PUTRI MARLINDA
NIM: 1501460033
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan Agus Yuswanto, S.Kep., M.Kep. Lenny Saragih, SKM., M.Kes
Subjek: Manajemen Mutu Terpadu, Mutu Asuhan Keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Manajemen Mutu Terpadu dalam Mutu Asuhan Keperawatan terhadap Kepuasan Pasien di Rawat Inap Bedah RSUD Mardi Waluyo Blitar. Yolanda Putri Marlinda (2019). Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Dr. Tri Johan Agus Yuswanto, S.Kep., M.Kep. Pembimbing pendamping Lenny Saragih, SKM., M.Kes Kata Kunci: Manajemen Mutu Terpadu, Mutu Asuhan Keperawatan, dan Kepuasan Pasien. Rumah sakit memiliki manajemen mutu terpadu untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Rumah sakit yang berkualitas hendaknya dapat mengetahui apa yang diharapkan pasiennya. Dalam memberikan mutu asuhan keperawatan yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan, maka akan memberikan kepuasan pada setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen mutu terpadu dalam mutu asuhan keperawatan terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap bedah RSUD Mardi Waluyo Blitar. Sebelum dilakukan pengambilan data, peneliti mendapatkan izin uji kelayakan etik dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Desain penelitian menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden 50 responden. Hasil penelitian manajemen mutu terpadu dalam mutu asuhan keperawatan mendapatkan skor baik sebesar 58%, dan cukup baik 42%. Hasil penelitian kepuasan pasien, jumlah puas sebesar 46% dan cukup puas sebesar 54%. Hasil uji statistik korelasi spearman’s rho, korelasi koefisien sebesar (0,541), nilai sig. (2- tailed) p-value=0,000 (p< 0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara mutu asuhan keperawatan dengan kepuasaan pasien. Tingkat kekuatan hubungan kuat dan bersifat searah. Semakin mutu asuhan keperawatan ditingkatkan maka kepuasaan pasien akan semakin meningkat. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan