Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2731–2740 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2019

FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 13-24 BULAN DI DESA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI NURBAITI
NIM: 1502450023
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Budi Suharno, S.Kp., M.Kes
Subjek: Faktor Determinan, Stunting
Lihat Abstraksi
Stunting adalah kondisi ketidaksesuaian antara tinggi badan anak dengan umurnya. Permasalahan stunting merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dapat menurunkan kemampuan produktivitas seseorang, sehingga akan menghasilkan SDM yang buruk. Kecamatan Poncokusumo merupakan salah satu daerah yang kejadian stunting nya masih tinggi yaitu sebanyak 1.941 balita dengan kategori pendek 59,7% dan sangat pendek 40,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian stunting pada anak usia 13-24 bulan Desa Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo. Populasi yang digunakan adalah 86 anak sedangkan sampelnya adalah 71 anak stunting usia 13-24 bulan di Desa Wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo. Pembagian anak per posyandu di setiap desa yaitu, Desa Gubugklakah (8 anak), Desa Karangnongko (25 anak), Desa Belung (21 anak), Desa Ngebruk (16 anak), Desa Pajajaran (1 anak). Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik propotionate startified random sampling dengan pendekatan retrospective. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar wawancara dan studi dokumentasi pada buku KIA, kemudian akan di analisa menggunakan analisis deskriptif dengan hasil bahwa separuhnya Pendidikan ibu responde yaitu SMP (50,7%) dan hampir separuh responden tidak mendapat ASI Eksklusif yaitu (54,9%), serta hampir separuhnya responden tidak mendapatkan MP ASI dengan tepat yaitu (56,3%). Diperlukan intervensi yang fokus pada kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi kejaddian stunting, serta menumbuhkan kesadaran ibu akan pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan Ketepatan pemberian MP ASI pada anak melalui penyuluhan. . Kata Kunci: Faktor Determinan, Stunting
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KEJADIAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK

Lihat Detail Karya
Penulis: RAMADHANTI YANUARIK NURCAHYANI
NIM: 1603000008
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc
Subjek: Faktor Determinan, Tingkat konsumsi, Status gizi, Hipertensi
Lihat Abstraksi
ABSTRACK Ramadhanti Yanuarik Nurcahyani. 2019. Faktor Determinan Terhadap Kejadian Hipertensi di Puskesmas Karangan Kabupaten Trenggalek. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing : Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc. Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit pembuluh darah, dikenal sebagai silent killer (penyakit yang timbul tanpa indikasi awal) karena sering tidak menimbulkan gejala. Menurut Riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia yang didapat melalui pengukuran pada umur ≥ 18 tahun sebesar 25,8%. Riskesdas tahun 2018 prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek pada tahun 2018 dari hasil rekapitulasi 15 penyakit tidak menular dari puskesmas se-Kabupaten Trenggalek penyakit hipertensi menduduki urutan pertama terbanyak sebesar (36,6%). Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah ada banyak faktor, beberapa diantaranya adalah asupan energi, asupan lemak, asupan natrium, asupan karbohidrat, asupan protein, dan status gizi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 di wilayah kerja Puskesmas Karangan Kabupaten Trenggalek. Subyek penelitian adalah Pasien hipertensi rawat jalan di wilayah kerja puskesmas Karangan Kabupaten Trenggalek sebanyak 30 orang yang dipilih berdasarkan tujuan dan kriteria. Hasil: Tingkat konsumsi asupan energi terbanyak yaitu kategori normal sebanyak 16 orang (53%), tingkat konsumsi protein terbanyak yaitu kategori defisit tingkat ringan sebanyak 11 orang (37%), tingkat konsumsi lemak terbanyak yaitu kategori lebih 16 orang (53%), tingkat konsumsi karbohidrat terbanyak yaitu kategori normal yaitu 16 orang (54%), dan tingkat konsumsi natrium terbanyak yaitu kategori defisit tingkat berat yaitu 23 orang (76%). Dengan status hipertensi responden sebagian besar tergolong hipertensi derajat 1 sebanyak 37%. Status gizi penderita hipertensi di Puskesmas Karangan sebagian besar obesitas derajat 1 sebanyak 44% dengan jumlah terbanyak hipertensi derajat 1 yaitu 45%. Saran : Ahli gizi dapat memberikan motivasi dan intervensi dalam bentuk penyuluhan atau konseling kepada semua pasien hipertensi tentang diet rendah garam dan diet rendah lemak. Pasien lebih memberikan pola makan yaitu mematuhi makanan yang dianjurkan, dibatasi, dan dilarang. Kata Kunci: Faktor Determinan, Tingkat konsumsi, Status gizi, Hipertensi
Cover KTI
2019

FAKTOR DETERMINAN VAGINAL BIRTH AFTER CAESAREA (VBAC) DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BUNDA

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKA OKTAVIANI SUGIANTO
NIM: P17311185068
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Moh. Wildan. A.Per. Pen, M.Pd
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sugianto, Riska. 2019. Faktor Determinan Vaginal Birth After Caesarean (VBAC) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Dr. Moh. Wildan, A.Per. Pen., M.Pd, Pembimibing II : Annisa, SST., M.Kes. Meningkatnya persalinan dengan seksio sesarea di negara maju maupun berkembang yang tidak berdasarkan indikasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi baik bagi ibu maupun janin. Upaya untuk menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas karena seksio sesarea yaitu dengan Vaginal Birth After Caesarea (VBAC). Vaginal Birth After Caesarea (VBAC) adalah proses persalinan pervaginam yang dilakukan terhadap pasien yang pernah mengalami seksio sesarea pada kehamilan sebelumnya. VBAC dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan Vaginal Birth After Caesarean (VBAC). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, hampir seluruh responden yang berhasil VBAC adalah usia ≥20 tahun- ≤30 tahun (90,5%), hampir setengahnya berpendidikan SMA (42,9%), sebagian besar tidak memiliki riwayat persalinan pervaginam (57,1%), seluruhnya memiliki riwayat seksio sesarea 1 kali (100%), dengan interval persalinan hampir seluruhnya >3 tahun (81%), dan sebagian besar memikiri riwayat seksio sesarea dikarenakan faktor ibu (61,9%) seperti penyakit penyerta dan KPD. Sehingga faktor dominan yang mempengaruhi VBAC di RSIA Puri Bunda adalah riwayat seksio sesarea 1 kali. Seksio sesarea 1 kali berisiko lebih kecil dibandingkan dengan riwayat seksio sesarea 2 kali atau lebih, karena semakin banyak melakukan seksio sesarea akan terbentuk jaringan parut pada sayatan yang di buat berulang, sehingga berisiko terjadi rupture uteri. Kata kunci : Vaginal Birth After Caesarea,VBAC, Faktor VBAC
Cover KTI
2019

FAKTOR DETERMINAN VAGINAL BIRTH AFTER CAESAREA (VBAC) DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BUNDA

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKA OKTAVIANI SUGIANTO
NIM: P17311185068
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Moh. Wildan, A.Per. Pen, M.Pd
Subjek: Vaginal Birth After Caesarea,VBAC, Faktor VBAC
Lihat Abstraksi
Meningkatnya persalinan dengan seksio sesarea di negara maju maupun berkembang yang tidak berdasarkan indikasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi baik bagi ibu maupun janin. Upaya untuk menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas karena seksio sesarea yaitu dengan Vaginal Birth After Caesarea (VBAC). Vaginal Birth After Caesarea (VBAC) adalah proses persalinan pervaginam yang dilakukan terhadap pasien yang pernah mengalami seksio sesarea pada kehamilan sebelumnya. VBAC dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan Vaginal Birth After Caesarean (VBAC). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, hampir seluruh responden yang berhasil VBAC adalah usia ≥20 tahun- ≤30 tahun (90,5%), hampir setengahnya berpendidikan SMA (42,9%), sebagian besar tidak memiliki riwayat persalinan pervaginam (57,1%), seluruhnya memiliki riwayat seksio sesarea 1 kali (100%), dengan interval persalinan hampir seluruhnya >3 tahun (81%), dan sebagian besar memikiri riwayat seksio sesarea dikarenakan faktor ibu (61,9%) seperti penyakit penyerta dan KPD. Sehingga faktor dominan yang mempengaruhi VBAC di RSIA Puri Bunda adalah riwayat seksio sesarea 1 kali. Seksio sesarea 1 kali berisiko lebih kecil dibandingkan dengan riwayat seksio sesarea 2 kali atau lebih, karena semakin banyak melakukan seksio sesarea akan terbentuk jaringan parut pada sayatan yang di buat berulang, sehingga berisiko terjadi rupture uteri. Kata kunci : Vaginal Birth After Caesarea,VBAC, Faktor VBAC
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR DETERMINAN VAGINAL BIRTH AFTER CAESAREA (VBCA) DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BUNDA

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKA OKTAVIANI SUGIANI
NIM: P17311185068
Program Studi: PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: ITA YULIANI, ANNISA
Cover KTI
2019

FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI USIA KURANG DARI 20 TAHUN DI PUSKESMAS PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Farah Arina Pramuditha
NIM: P17311175028
Program Studi: Kebidanan
Dosen Pembimbing: Wandi, S.Kep,Ners.,M.Pd
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN ASI EKSLUSIF PADA IBU MENYUSUI USIA KURANG DARI 20 TAHUN DI PUSKESMAS PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FARAH ARINA PRAMUDITHA
NIM: P17311175028
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: ARDI PANGGAYUH, TRI MARDIYANTI
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT ISLAM MALANG UNISMA TAHUN 2019

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI HALIMATUS SA’DIYAH
NIM: 1603000011
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM, M.Sc
Subjek: Diabetes mellitus tipe II, IMT (Indeks Masa Tubuh), Hipertensi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SITI HALIMATUS SA’DIYAH, 2019. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II Di Rumah Sakit Islam Malang Unisma. Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM, M.Sc Diabetes Mellitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe II di Rumah Sakit Islam Malang UNISMA tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif dengan desain penelitian studi kasus. Data yang diambil berupa data karakteristik pasien, data riwayat keluarga menderita DM dan riwayat hipertensi, data pola konsumsi makan. Teknik atau cara pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 5 pasien. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin untuk penderita DM dialami oleh jenis kelamin perempuan dengan jumlah 5 responden, 100%,prevalensi DM tipe II paling banyak terjadi pada usia ≥40 tahun sebanyak 4 responden, 80% dan usia ≤40 tahun sebanyak 1 responden, Umumnya manusia mengalami perubahan fisiologis yang secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun, hasil penelitian berdasarkan penelitian, 3 responden yang tidak olahraga dan 2 reponden yang berolahraga, aktivitas fisik berpengaruh untuk resiko terjadinya diabetes mellitus tipe II, hasil penelitian IMT ( Indeks Masa Tubuh), 2 responden kategori normal dengan IMT 20,3 dan 24,7. 1 responden kategori kelebihan berat badan tingkat berat dengan IMT 32,4. dan 2 responden kategori kelebihan berat badan tingkat ringan dengan IMT 25,4 dan 26,1. IMT berpengaruh secara signifikan terhadap diabetes mellitus dan yang paling berpeluang terkena diabetes mellitus adalah IMT dengan rentang 30-34 dimana termasuk kedalam kategori obesitas. Hasil penelitian riwayat keluarga ada 3 responden dan 2 responden tidak ada riwayat keluarga yang menderita diabetes mellitus tipe II. Hasil penelitian riwayat hipertensi ada 2 responden dan 3 reponden tidak ada riwayat hipertensi, riwayat hipertensi tidak beresiko terhadap kejadian diabetes melltus tipe II. Hasil penelitian pola makan selama dirumah sakit tidak bisa dijadikan sebagai faktor resiko terhadap kejadian diabetes mellitus tipe II. Dikarenakan tidak bisa menggambarkan pola makan pasien dalam jangka waktu yang lama. Kata kunci: Diabetes mellitus tipe II, IMT (Indeks Masa Tubuh), Hipertensi.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR RISIKO TERJADINYA KANKER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DAN KANKER SERVIKS DI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKA MAY KUROTA A’YUN
NIM: 1603000015
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Nur Rahman, STP., MP.
Subjek: kanker, faktor risiko, pola konsumsi, riwayat reproduksi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Rizka May Kurota A’yun, 2019. Faktor Risiko Terjadinya Kanker pada Pasien Kanker Payudara dan kanker serviks di Kota Malang, dibawah bimbingan Dr. Nur Rahman, STP., MP. Berdasarkan data WHO tahun 2013, insiden kanker meningkat dari 12,7 juta kasus tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus tahun 2012, dengan jumlah kematian meningkat dari 7,6 juta orang tahun 2008 menjadi 8,2 juta pada tahun 2012. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kanker pada pasien kanker payudara dan kanker serviks di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode descriptive analytical dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 19 pasien kanker payudara dan kanker serviks di RSI Aisyiyah Kota Malang sebagai kelompok kasus dan 19 pasien nonkanker di Puskesmas Arjowinangun Kota Malang sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dan alat pengukur antropometri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square (α=0,05) dan uji Odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian kanker adalah frekuensi konsumsi makanan sumber lemak (p=0,001; OR=3,574), sedangkan faktor risiko yang berhubungan secara tidak signifikan dengan kejadian kanker payudara adalah frekuensi konsumsi makanan sumber serat, konsumsi alkohol,riwayat merokok, paparan radiasi, riwayat kanker pada keluarga dan faktor aktivitas fisik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian kanker adalah frekuensi konsumsi makanan sumber lemak. Kata kunci: kanker, faktor risiko, pola konsumsi, riwayat reproduksi, paparan radiasi, riwayat keluarga, faktor aktivitas fisik.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR RISIKO TERJADINYA KANKER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RACHMALA DWILATUL VATANA
NIM: 1603000026
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Nur Rahman, STP., MP.
Subjek: kanker payudara, faktor risiko, pola konsumsi, riwayat reproduksi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Rachmala Dwilatul Vatana, 2019. Faktor Risiko Terjadinya Kanker pada Pasien Kanker Payudara di Kota Malang, dibawah bimbingan Dr. Nur Rahman, STP., MP. Hasil riskesdas 2013 diketahui prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 permil dan mengalami peningkatan pada hasil riskesdas 2018 yaitu prevalensi kanker sebanyak 1,8 permil. Salah satu program yang ditetapkan pemerintah adalah gerakan deteksi dini kanker payudara karena merupakan salah satu jenis kanker tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kanker pada pasien kanker payudara di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode descriptive analytical dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 pasien kanker payudara di RSI Aisyiyah Kota Malang sebagai kelompok kasus dan 16 pasien nonkanker di Puskesmas Arjowinangun Kota Malang sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dan alat pengukur antropometri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square (α=0,05) dan uji Odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian kanker payudara adalah frekuensi konsumsi makanan sumber lemak (p=0,005; OR=9,000) dan riwayat menyusui (p=0,033; OR=0,111), sedangkan faktor risiko yang berhubungan secara tidak signifikan dengan kejadian kanker payudara adalah frekuensi konsumsi makanan sumber serat, konsumsi alkohol, usia menarche, riwayat menopause, usia melahirkan anak pertama, riwayat penggunaan alat kontrasepsi, lama menyusui, paparan radiasi dan riwayat kanker payudara pada keluarga. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian kanker payudara adalah frekuensi konsumsi makanan sumber lemak dan status menyusui. Kata kunci: kanker payudara, faktor risiko, pola konsumsi, riwayat reproduksi, paparan radiasi, riwayat keluarga.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan