Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2721–2730 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2019

EFEKTIVITAS TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN IBU DALAM MEMBERIKAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK ISLAM KYAI AGENG MASRANGI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ROSIDA MAULIDINI
NIM: 1502450057
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Ita Yuliani. SST.,M.Keb
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maulidini, Rosida. 2019. Efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok terhadap Kemampuan Ibu dalam Memberikan Stimulasi Perkembangan pada Anak Prasekolah di TK Islam Kyai Ageng Masrangi Kota Malang. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Jupriyono, S.Kp., M.Kes, Pembimbing II : Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi. Tahapan perkembangan pada usia anak prasekolah disebut juga sebagai masa keemasan (the golden age) disertai terjadinya pematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon dari berbagai aktivitas yang terjadi di lingkungan. Pemberian stimulasi merupakan faktor yang berpengaruh dalam upaya mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi aktivitas kelompok terhadap kemampuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan pada anak prasekolah. Desain penelitian ini adalah Pra-Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Postest Design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah sejumlah 26 orang di TK Islam Kyai Ageng Masrangi Kota Malang. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi, didapatkan 20 ibu yang memiliki anak usia 48-72 bulan. Pengambilan data dilakukan dengan membagi menjadi 2 kelompok berisi 10 orang dan diberikan terapi aktivitas kelompok selama 30-45 menit. Kemudian tingkat kemampuan diukur menggunakan lembar observasi SDIDTK Kementerian Kesehatan tahun 2016 kemudian data diolah dan dianalisis menggunakan analisa statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai hitung p value < (0,000 < 0,05) yang artinya Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terapi aktivitas kelompok bisa menjadi upaya dalam meningkatkan kemampuan Ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan pada anak prasekolah sebab melalui terapi aktivitas kelompok terjadi dinamika interaksi kelompok berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku yang maladaptive sehingga menjadikan Ibu mampu dan percaya diri dalam memberikan stimulasi perkembangan. Dengan demikian tenaga kesehatan diharapkan dapat menjadikan terapi aktifvitas kelompok sebagai pilihan dalam memberikan pendidikan kesehatan pada Ibu mengenai stimulasi perkembangan. Kata Kunci : terapi aktivitas kelompok, stimulasi perkembangan anak prasekolah
Cover KTI
tidak tersedia
2019

EFEKTIVITAS TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN IBU DALAM MEMBERIKAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK ISLAM KYAI AGENG MASRANGI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ROSIDA MAULIDIN
NIM: 1502450057
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: ENDAH KAMILAH, RIZA UMAMI
Cover KTI
tidak tersedia
2019

EFEKTVITAS MEDIA KOMIK EDUKASI SEBAGAI ALAT BANTU SOSIALISASI TENTANG TRIAD KRR BAGI REMAJA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA DI POSYANDU REBUANSYAH DESA KREBET

Lihat Detail Karya
Penulis: AISYAH ZAHRA
NIM: P17311185069
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: IRA TITISARI, NUR EVA ARISTINA
Cover KTI
2019

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI PUSKESMAS KENDALSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: ELINA PUTRI WINARSIH
NIM: P17311185085
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Sri Rahayu,S.Kep,Ns.M.Kes
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Winarsih, Elina Putri Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Di Puskesmas Kendalsari. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Sri Rahayu, S.Kep.Ns., M.Kes. Pembimbing II : Endah Kamila M., SST., M.Keb Kontrasepsi adalah upaya mencegah terjadinya kehamilan akibat pertemuan antara sel telur dan sel sperma. Metode kontrasepsi terdiri dari metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan Non MKJP. Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2012 (Susenas, 2012) memperlihatkan data penggunaan alat kontrasepsi Provinsi Jawa Timur menunjukkan masih didominasi Non-MKJP dibandingkan penggunaan MKJP. Puskesmas Kendalsari merupakan salah satu Puskesmas di kota Malang yang memiliki jumlah akseptor KB Non MKJP sebanyak 85,7% dan akseptor KB MKJP sebanyak 14, 3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan MKJP pada PUS di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini seluruh PUS yang ada di puskesmas Kendalsari sebanyak 44 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil olah data didapatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang yaitu faktor usia dengan nilai p (0.008), agama dengan nilai p (0.023), sosial budaya dengan nilai p (0.044),dan paritas dengan nilai p (0.001). Dari beberapa faktor predisposisi, pendukung dan penguat tersebut faktor usia, sosial budaya, agama dan paritas memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam melatarbelakangi rendahnya penggunaan MKJP pada PUS di Puskesmas Kendalsari. Kata kunci : faktor-faktor, MKJP, PUS
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA POSYANDU DI DESA KALISONGO KECAMATAN DAUKABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Kezia Prastita Permata Putri
NIM: 1603000110
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IIIGIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S.,STP., M.Kes
Subjek: Gizi, Posyandu, Balok SKDN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kezia Prastita Permata Putri, 2019. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Posyandu di Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang yang dibimbing oleh Sugeng Iwan S.,STP., M.Kes. Posyandu merupakan salah satu program pemerintah dari bidang kesehatan masyarakat untuk memantau kesehatan dan gizi balita diseluruh wilayah Indonesia. Posyandu kegiatan penting untuk mengukur kesehatan dan status gizi balita yaitu penimbangan yang dilakukan secara rutin setiap 1 bulan sekali. Tujuan dari penimbangan balita adalah memantau pertumbuhan balita untuk mengetahui terjadinya penyimpangan secara dini agar bisa diatasi sedini mungkin sehingga tidak berdampak di kemudian hari.Keberhasilan Posyandu dapat dilihat dari balok SKDN yaitu Data Balita pada kegiatan penimbangan di posyandu yang artinya S = Jumlah seluruh balita yang ada diwilayah kerja posyandu, K= Jumlah balita yang memeiliki KMS pada bulan tertentu, D= Jumlah balita yang datang ke posyandu dan ditimbang pada bulan tersebut, N= Jumlah balita yang naik Berat badannya dari balita yang ditimbang (Sandjaja,Dkk-Kamus Gizi.2009). Penelitian ini merupakan penelitian ini adalah survey analitik dengan metode studi retrospekif. Subyek penelitian adalah Warga posyandu du desa kalisongo kecamatan Dau sejumlah 50 orang ibu balita dan 15 orang. Berdasarkan hasil pengamatan balok SKDN di Desa Kalisong kecamatan dau, Perbandingan antara jumlah balita yang datang dan ditimbang berat badan ke posyandu dengan jumlah seluruh balita (D/S) yang ada di Desa kalisongopada tahun 2018 rata-rata sebesar 75.6%. Angka tersebut sudah memenuhi dari target yang diharapkan yaitu sebesar 76%.Sedangkan perbandingan antara jumlah balita yang memiliki KMS dengan jumlah seluruh balita (K/S) yang ada di Desa kalisongo rata-rata sebesar 81.2%. Angka tersebut kurang dari target yang diharapkan yaitu sebesar 100%. Perbandingan antara jumlah balita yang naik berat badanyadengan jumlah balita yang datang dan ditimbang berat badan ke posyandu (N/D) yang ada di Desa kalisongo rata-rata sebesar 82.6%. Angka ini sudah melebihi dari target yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Balita yang memiliki berat badan naik sebesar 80%. Kata Kunci : Gizi, Posyandu, Balok SKDN
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA POSYANDU DI DESA NGEBRUK KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG TAHUN 2018

Lihat Detail Karya
Penulis: SUCI RAMADHONI
NIM: 1603000106
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IIIGIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S., S.TP., M.Kes
Subjek: Kinerja Posyandu, Balok SKDN
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Suci Romadhoni (2019), Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Posyandu di Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang Tahun 2018, Karya Tulis Ilmiah Program Studi D III Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Sugeng Iwan S., S.TP., M.Kes Kinerja Posyandu dilihat dari penyelenggaraan pelaksanaan Posyandu. Kinerja program gizi di Posyandu harus melalui indikator SKDN (K/S, D/S, N/D, D/K dan N/S) dengan target pencapaian yang sudah ditetapkan.Keaktifan kader dapat diasumsikan bahwa yang aktif melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. SPM Pelayanan Gizi terdiri dari cakupan balita mendapat vitamin A 2 kali per tahun, cakupan ibu hamil mendapat 90 tablet Fe, cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi bawah garis merah dari keluarga miskin dan balita gizi buruk mendapat perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kinerja Posyandu Di Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga posyandu berjumlah 332 ibu balita dan 25 orang kader posyandu di Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo selama tahun 2018. Kegitan hasil penimbangan dilihat dari balok SKDN. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara kepada sampel ibu balita sejumlah 50 orang dan kader posyandu sejumlah 15 orang yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian diketahui kinerja posyandu dari 5 indikator SKDN untuk tingkat cakupan program (K/S) belum mencapai target 100%, tingkat partisipasi masyarakat (D/S) belum mencapai target 80%. Untuk tingkat keberhasilan program (N/D) belum mencapai target 60% dan pencapaian program juga belum mencapai target 70%. Diharapkan pada kader posyandu untuk lebih aktif melakukan penyuluhan dan meningkatkan cakupan kinerja posyandu, ibu aktif membawa anaknya ke posyandu. Kata kunci: kinerja posyandu, Kata Kunci: Kinerja Posyandu, Balok SKDN
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA POSYANDU DI DESA PALAAN KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Rizky Dwi Maulidani Rahman Putra
NIM: 1603000104
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S.,STP.,M.Kes
Subjek: balok SKDN, Posyandu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Posyandu di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Tahun 2018” . Kinerja Posyandu dapat dilihat dari pencapaian pelaksanaan Posyandu. Kinerja program gizi di Posyandu harus melalui indikator SKDN (K/S, D/S, N/D, dst) dengan target pencapaian yang telah ditentukan sebelumnya oleh masing-masing instansi terkait seperti Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan. Keaktifan kader dapat diasumsikan bahwa yang aktif melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. SPM Pelayanan Gizi terdiri dari cakupan balita mendapat vitamin A 2 kali per tahun, cakupan ibu hamil mendapat 90 tablet Fe, cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi dibawah garis merah dari keluarga miskin, dan perawatan balita gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kinerja posyandu di Desa Palaan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang pada Tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga yang berada dalam wilayah posyandu desa Palaan, kecamatan Ngajum, kabupaten Malang yang berjumlah 232 ibu balita dan 20 kader posyandu yang tersebar dalam 4 wilayah posyandu. Kegiatan hasil posyandu dilihat dari balok SKDN yang telah dicatat oleh kader. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara kepada sampel ibu balita sejumlah 36 orang dan kader posyandu sejumlah 5 orang yang telah dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa dari indikator SKDN posyandu untuk cakupan (K/S) melebihi target, tingkat partisipasi masyarakat (D/S) telah mencapai target, dan keberhasilan program posyandu (N/D) belum memenuhi target. Diharapkan kepada para kader posyandu dan ibu balita saling bersinergi untuk mencapai target yang telah ditetapkan, dengan cara para kader posyandu lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta kesadaran ibu balita dalam pentingnya membawa anak balitanya untuk ditimbang di Posyandu. Kata kunci: balok SKDN, Posyandu
Cover KTI
2019

FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 13- 24 BULAN DI DESA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI NURBAITI
NIM: 1502450023
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Budi Suharno, S.Kp., M.Kes.
Subjek: Faktor Determinan, Stunting
Lihat Abstraksi
Stunting adalah kondisi ketidaksesuaian antara tinggi badan anak dengan umurnya. Permasalahan stunting merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dapat menurunkan kemampuan produktivitas seseorang, sehingga akan menghasilkan SDM yang buruk. Kecamatan Poncokusumo merupakan salah satu daerah yang kejadian stunting nya masih tinggi yaitu sebanyak 1.941 balita dengan kategori pendek 59,7% dan sangat pendek 40,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian stunting pada anak usia 13-24 bulan Desa Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo. Populasi yang digunakan adalah 86 anak sedangkan sampelnya adalah 71 anak stunting usia 13-24 bulan di Desa Wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo. Pembagian anak per posyandu di setiap desa yaitu, Desa Gubugklakah (8 anak), Desa Karangnongko (25 anak), Desa Belung (21 anak), Desa Ngebruk (16 anak), Desa Pajajaran (1 anak). Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik propotionate startified random sampling dengan pendekatan retrospective. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar wawancara dan studi dokumentasi pada buku KIA, kemudian akan di analisa menggunakan analisis deskriptif dengan hasil bahwa separuhnya Pendidikan ibu responde yaitu SMP (50,7%) dan hampir separuh responden tidak mendapat ASI Eksklusif yaitu (54,9%), serta hampir separuhnya responden tidak mendapatkan MP ASI dengan tepat yaitu (56,3%). Diperlukan intervensi yang fokus pada kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi kejaddian stunting, serta menumbuhkan kesadaran ibu akan pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan Ketepatan pemberian MP ASI pada anak melalui penyuluhan. . Kata Kunci: Faktor Determinan, Stunting
Cover KTI
2019

FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 13-24 BULAN DI DESA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI NURBAITI
NIM: 1502450023
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Budi Suharno, S.Kp., M.Kes
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nurbaiti, Putri. 2019. Faktor Determinan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 13-24 Bulan Di Desa Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang. Pembimbing I : Budi Suharno, S.Kp., M.Kes. Pembimbing II: Desy Dwi Cahyani, M.Keb. Stunting adalah kondisi ketidaksesuaian antara tinggi badan anak dengan umurnya. Permasalahan stunting merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dapat menurunkan kemampuan produktivitas seseorang, sehingga akan menghasilkan SDM yang buruk. Kecamatan Poncokusumo merupakan salah satu daerah yang kejadian stunting nya masih tinggi yaitu sebanyak 1.941 balita dengan kategori pendek 59,7% dan sangat pendek 40,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian stunting pada anak usia 13-24 bulan Desa Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo. Populasi yang digunakan adalah 86 anak sedangkan sampelnya adalah 71 anak stunting usia 13-24 bulan di Desa Wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo. Pembagian anak per posyandu di setiap desa yaitu, Desa Gubugklakah (8 anak), Desa Karangnongko (25 anak), Desa Belung (21 anak), Desa Ngebruk (16 anak), Desa Pajajaran (1 anak). Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik propotionate startified random sampling dengan pendekatan retrospective. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar wawancara dan studi dokumentasi pada buku KIA, kemudian akan di analisa menggunakan analisis deskriptif dengan hasil bahwa separuhnya Pendidikan ibu responde yaitu SMP (50,7%) dan hampir separuh responden tidak mendapat ASI Eksklusif yaitu (54,9%), serta hampir separuhnya responden tidak mendapatkan MP ASI dengan tepat yaitu (56,3%). Diperlukan intervensi yang fokus pada kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi kejaddian stunting, serta menumbuhkan kesadaran ibu akan pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan Ketepatan pemberian MP ASI pada anak melalui penyuluhan. . Kata Kunci: Faktor Determinan, Stunting
Cover KTI
tidak tersedia
2019

FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 13-24 BULAN DI DESA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI NURBAITI
NIM: 1502450023
Program Studi: PRODI SARJANA TERAPAN DAN PROFESI KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: TRI MARDYANTI , DESY DWI CAHYANI
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan