Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2651–2660 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2019

ANALISIS KANDUNGAN KLORIN PADA BERAS DI PASAR DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Rania Rachmawati
NIM: 1603000105
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Maryam Razak, STP, M.Si
Subjek: Beras, Klorin, Pasar
Lihat Abstraksi
ABSTRAK RANIA RACHMAWATI, 2019. Analisis Kandungan Klorin Pada Beras Di Kota Malang Pembimbing: Maryam Razak, STP, M.Si Beras merupakan makanan pokok penduduk Indonesia dan sebagai sumber energi. Manipulasi beras yang sering dilakukan pedagang yaitu pemakaian bahan pemutih (klorin). Klorin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pembunuh kuman. Dalam jangka panjang mengonsumsi beras yang mengandung Klorin mengakibatkan penyakit kanker hati dan ginjal. Namun, kandungan klorin pada beras dapat berkurang dengan proses pencucian berulang-ulang. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI No. 32/Permentan/OT.140/3/2007 tentang Pelarangan Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya Pada Proses Penggilingan Padi, Huller Dan Penyosohan Beras, menyatakan beras yang melalui penggilingan padi, huller dan penyosohan beras dilarang menggunakan bahan kimia berbahaya. Pemajanan klorin pada konsentrasi (1-10 ppm) menyebabkan iritasi mata, hidung, sakit tenggorokan dan batuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan klorin pada beras yang dijual di Pasar Dinoyo Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Jumlah sampel yang diambil yaitu 10 merk beras dan diteliti di Laboratorium Kimia Politenik Kesehatan Kemenkes Malang dengan menggunakan metode reaksi warna (kualitatif) dan dengan metode titrasi iodometri (kuantitatif). Berdasarkan hasil penelitian terdapat 1 sampel yang positif mengandung klorin dan 9 sampel yang negatif mengandung klorin. Ciri fisik beras yang positif mengandung klorin yaitu berwarna putih bening, jika dipegang licin, dan sedikit bau bahan kimia. Berdasarkan hasil penelitian terdapat kandungan klorin sebesar 17,1 ppm. Beras yang dicuci tiga kali terdapat kandungan klorin sebesar 11,6 ppm dan beras yang dicuci lima kali terdapat kandungan klorin sebesar 10 ppm. Kesimpulannya adalah Terjadi penurunan kadar residu klorin dalam beras pada saat dilakukan pencucian berulang-ulang dan disaranan bagi masyarakat khususnya bagi ibu rumah tangga melakukan pencucian berulang-ulang dengan tujuan untuk mengurangi kadar klorin pada beras. Kata Kunci: Beras, Klorin, Pasar
Cover KTI
tidak tersedia
2019

ANALISIS KEAMANAN PANGAN (FORMALIN DAN BORAKS) PADA BAKSO DI DESA RANDUGADING KECAMATAN TAJINAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NOFIRDHA ANISYA FITRI
NIM: 1603000055
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP
Subjek: keamanan pangan, formalin, boraks, bakso
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Nofirdha Anisya Fitri, 2019. Analisis Keamanan Pangan (Formalin dan Boraks) pada Bakso di Desa Randugading Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang, dibawah bimbingan I Komang Suwita, SST., MP. Banyaknya kasus penggunaan formalin dan boraks pada produk pangan, khususnya bakso. Pada tahun 2015 di Makassar terdapat 31 dari 42 sampel positif mengandung boraks pada bakso dan kasus terbaru pada tahun 2018 di Kotalangsa Aceh Timur terdapat 7 sampel dari 23 positif mengandung formalin pada bakso. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan penelitian analisis keamanan pangan formalin dan boraks pada bakso di Desa Randugading. Jenis penelitian ini deskriptif dengan desain observasional. Pengambilan sampel dengan mengambil semua penjual bakso yang menetap di Desa Randugading dengan jumlah 4 Sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 sampel semua positif mengandung Formalin, dan dari 4 sampel 1 positif mengandung boraks. Dengan demikian bakso di Desa Randugading tidak aman dikonsumsi dari segi formalin dan boraks. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak produsen yang menggunakan bahan tambahan yang dilarang ditambahkan dalam pangan, contohnya formalin dan boraks pada bakso. Saran dari peneliti untuk BPOM lebih intensif pada pembinaan penjual makanan khususnya pedagang bakso. Kata kunci: keamanan pangan, formalin, boraks, bakso
Cover KTI
tidak tersedia
2019

ANALISIS KEAMANAN PANGAN MINUMAN JAJANAN ES CAMPUR DI PUJASERA DEMPO KOTA MALANG (Analisis Total Cemaran Mikroba, Escherichia coli dan Pemanis Buatan Siklamat)

Lihat Detail Karya
Penulis: REMBULAN REGITA CAHYANI MUST
NIM: 1603000036
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP
Subjek: Es campur, total cemaran mikroba, Escherichia coli, pemanis buatan siklamat
Lihat Abstraksi
ABSTRAK REMBULAN REGITA CAHYANI MUST. 2019. Analisis Keamanan Pangan Minuman Jajanan Es Campur di Pujasera Dempo Kota Malang (Analisis Total Cemaran Mikroba, Escherichia coli dan Pemanis Buatan Siklamat). Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP. BPOM melaporkan sebanyak 53 kejadian luar biasa keracunan pangan di tahun 2017 dengan penyebab utama yaitu, dari segi mikroba dan segi kimia. Kelompok pangan yang sering menjadi penyebab kasus keracunan adalah minuman sebanyak 890 kasus. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti penggunaan air yang tidak bersih, pengolahan yang tidak baik dan perilaku penjamah yang tidak higienis. Salah satunya pada minuman jajanan es campur dengan berbagai macam isi yang mayoritas bahan-bahannya dibeli di pasar tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan total cemaran mikroba, Escherichia coli dan pemanis buatan siklamat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian secara observasional. Hasil penelitian menunjukkan uji kuantitatif total cemaran mikroba ketiga sampel memenuhi syarat peraturan BPOM 2012 yaitu <1 x 105 koloni/g atau ml. Hasil uji kualitatif kandungan Escherichia coli ketiga sampel tidak memenuhi syarat BPOM 2012 atau positif mengandung bakteri patogen Escherichia coli. Uji kuantitatif kandungan siklamat diperoleh hasil ketiga sampel positif mengandung siklamat, akan tetapi masih berada di bawah batas ambang 250 mg/kg. Kata kunci: Es campur, total cemaran mikroba, Escherichia coli, pemanis buatan siklamat
Cover KTI
tidak tersedia
2019

ANALISIS KEAMANAN PANGAN PADA JAJANAN SEMPOL DI JALAN TRUNOJOYO, JALAN SURABAYA, DAN JALAN VETERAN KOTA MALANG (Analisis Mutu Mikrobiologi, Mutu Fisik, dan Cemaran Bahan Kimia Berbahaya Formalin dan Boraks)

Lihat Detail Karya
Penulis: AFIFFAH AULIYA FUSI PURI
NIM: 1603000035
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dra. Sulistiastutik, M. Kes
Subjek: Sempol Ayam, Mutu Mikrobiologi, Mutu Fisik, Formalin, dan Boraks.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Afiffah Auliya F. P. 2019. Analisis Keamanan Pangan pada Jajanan Sempol di Jalan Trunojoyo, Jalan Surabaya, dan Jalan Veteran Kota Malang (Analisis Mutu Mikrobiologi, Mutu Fisik, dan Cemaran Bahan Kimia Berbahaya Formalin dan Boraks). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. dibawah bimbingan : Dra. Sulistiastutik, M. Kes. Penyebab terjadinya KEP dapat digolongkan menjadi dua faktor yaitu faktor langsung dan faktor tidak langasung. Faktor langsung adalah makanan yang dikonsumsi tidak seimbang dan adanya penyakit infeksi. Salah satu aspek dari makanan seimbang adalah keamanan pangan tersebut tidak mengandung cemaran bahan kimia berbahaya atau makanan yang aman bagi kesehatan. Pengujian 1571 sampel makanan yang dilakukan BPOM pada tahun 2016 sampai dengan Triwulan III tahun 2017, menunjukkan 262 (16,69%) sampel tidak memenuhi syarat (TMS) mutu dan keamanan pangan dan masih ditemukan produk pangan yang mengandung bahan berbahaya yang disalahgunakan sebagai BTP. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan desain penelitian yang digunakan adalah observasional yang dilaksanakan pada bulan April 2019 dengan jumlah sampel 3 pedagang sempol ayam. Data yang dikumpulkan adalah total cemaran mikrobiologi pada sempol ayam, karakteristik sempol ayam, dan adanya cemaran bahan kimia berbahaya pada sempol ayam. Hasil peneitian menunjukkan dari ketiga sempol ayam aman untuk dikonsumsi dari segi mikrobiologi. Rata-rata sempol ayam memiliki karakteristik warna kuning, aroma daging ayam yang khas, tekstur yang alot dan sulit untuk dihancurkan. Dari ketiga sempol ayam semuanya positif mengandung formalin, namun negatif mengandung boraks. Perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri makanan yang mengadung cemaran bahan kimia berbahaya. Kata Kunci: Sempol Ayam, Mutu Mikrobiologi, Mutu Fisik, Formalin, dan Boraks.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

ANALISIS KELENGKAPAN ASUHAN GIZI SERTA KESESUAIAN ASESMEN DAN DIAGNOSIS GIZI BERDASARKAN KRITERIA PENDOKUMENTASIAN KLINIS PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KOTA MALANG TAHUN 2017

Lihat Detail Karya
Penulis: FANNISA RAKHMANIDA
NIM: 1503410043
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA-III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati
Subjek: Asuhan gizi, asesmen gizi, diagnosis gizi, kriteria pendokumentasian klinis
Lihat Abstraksi
ANALISIS KELENGKAPAN ASUHAN GIZI SERTA KESESUAIAN ASESMEN DAN DIAGNOSIS GIZI BERDASARKAN KRITERIA PENDOKUMENTASIAN KLINIS PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KOTA MALANG TAUN 2017 Fannisa R.¹; Sutomo Rum Teguh²; Diniyah Kholidah²; Endang Widajati² ¹Mahasiswa Program Studi D-IV Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang ²Dosen Program Studi D-IV Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang ABSTRAK RSUD Kota Malang merupakan rumah sakit milik pemerintah Kota Malang yang baru diresmikan pada Bulan April tahun 2016. Rumah sakit yang tergolong baru beroperasi, maka tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kelengkapan skrining gizi serta kesesuaian asesmen dan diagnosis gizi pada satu tahun terakhir sebagai bentuk perhatian, dan dapat dijadikan bahan evaluasi jika pada akhirnya ditemukan ketidak lengkapan dan kesesuaian proses pengisian asuhan gizi. Sehingga dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan pelayanan asuhan gizi yang diberikan kepada pasien rawat inap di RSUD Kota Malang. Data dikumpulkan dengan mengambil sampel pasien rawat inap di RSUD Kota Malang Tahun 2017, kemudian di analisis dengan kriteria pendokumentasian klinis dan diakumulasikan untuk mendapatkan jumlah kelengkapan data dan kesesuaian penetapan diagnosis gizi berdasarkan asesmen gizi yang dilakukan ahli gizi RSUD Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif yaitu observasi atau pengumpulan data sekaligus pada periode tertentu dengan jumlah sampel 230 dokumen.data yang dikumpulkan yaitu pengisian lembar skrining gizi dan asuhan gizi pada pasien rawat inap RSUD Kota Malang Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen skrining gizi dan gizi asuhan tidak lengkap (<100%). Kata kunci: Asuhan gizi, asesmen gizi, diagnosis gizi, kriteria pendokumentasian klinis
Cover KTI
tidak tersedia
2019

ANALISIS MUTU KIMIA, NILAI ENERGI, DAN MUTU ORGANOLEPTIK SUSU KECAMBAH KEDELAI (Glycine max) BERDASARKAN WAKTU PERKECAMBAHAN SEBAGAI PMT ANAK SEKOLAH

Lihat Detail Karya
Penulis: TINA NURJANAH
NIM: 1603000054
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP., MP.
Subjek: Susu, PMT Anak Sekolah, Kecambah Kedelai
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Nurjanah, Tina (2019). Analisis Mutu Kimia, Nilai Energi, dan Mutu Organoleptik Susu Kecambah Kedelai (Glycine max) Berdasarkan Waktu Perkecambahan Sebagai PMT Anak Sekolah. Karya Tulis Ilmah, Program Studi Diploma III Gizi Malang Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang di bawah bimbingan Theresia Puspita, S.TP., MP. Berdasarkan Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa prevalensi kurus (indikator IMT/U) pada anak usia 5-12 tahun sebesar 11,2%, sedangkan prevalensi pendek (indikator TB/U) sebesar 30,7 % . Sebagai salah satu upaya pencegahan maka dibuat PMT anak sekolah dengan bahan dasar kecambah kedelai. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu P1 (perkecambahan 6 jam), P2 (perkecambahan 12 jam), P3 (perkecambahan 18 jam), P4 (perkecambahan 24 jam) dengan tiga replikasi. Pengamatan dilakukan terhadap mutu kimia, nilai energi, dan mutu organoleptik. Hasil penelitian kadar protein 5,35 – 6,4 gram , kadar karbohidrat 12,63 – 15,21 gram, kadar lemak 0,16 – 0,35 gram, dan nilai energi 75,06 – 84,92 kkal. Hasil uji statistik Oneway Anova dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar protein, sedangkan kadar lemak, kadar karbohidrat, dan nilai energi menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap susu kecambah kedelai. Uji statistik Kruskall Wallis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, aroma, dan rasa. Kata Kunci : Susu, PMT Anak Sekolah, Kecambah Kedelai
Cover KTI
tidak tersedia
2019

ANALISIS PEMERIKSAAN LABOLATORIUM PADA MASA KEHAMILAN TERHADAP PERSALINAN DI WILAYAH PUSKESMAS MOJOLANGU KOTA MALANG BULAN JANUARI-JUNI 2018

Lihat Detail Karya
Penulis: SARI MARDHOTUN SHOLIHAH
NIM: 1402450005
Program Studi: PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: BUDI SUHARNO, ASWORONINGRUM
Cover KTI
tidak tersedia
2019

ANALISIS POLA MENU, STANDAR PORSI DAN DAYA TERIMA MAKANAN TERHADAP PEMENUHAN KECUKUPAN ZAT GIZI PADA PENYELENGGARAAN MAKAN SIANG DI KUTTAB AL-FATIH MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TAMARIND WINNA PRATIWI
NIM: 1603000031
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Maryam Razak, STP, M.Si
Subjek: Pola menu, standar porsi, daya terima makanan, pemenuhan kecukupan zat gizi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tamarind Winna Pratiwi, 2019. Analisis Pola Menu, Standar Porsi dan Daya Terima Makanan terhadap Pemenuhan Kecukupan Zat Gizi pada Penyelenggaraan Makan Siang di Kuttab Al-Fatih Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D-III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan: Maryam Razak, STP, M.Si). Hasil studi pendahuluan pada bulan November 2018 menghasilkan pola menu makan siang yang disajikan Kuttab Al-Fatih Malang sudah seimbang namun porsi penyajian tidak sesuai dengan porsi yang dianjurkan sehingga mempengaruhi kurangnya pemenuhan kecukupan gizi serta daya terima makanan tergolong kurang. Biaya 1 porsi makan siang sebesar Rp. 10.000. Tujuan penelitian menganalisis pola menu, standar porsi dan daya terima makanan terhadap pemenuhan kecukupan zat gizi pada penyelenggaraan makan siang di Kuttab Al-Fatih Malang. Jenis penelitian ini observational dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian 27 santri yang memenuhi kriteria inklusi. Jenis data yang dikumpulkan meliputi pola menu, standar porsi, daya terima makanan dan pemenuhan kecukupan zat gizi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan alat bantu kuesioner serta disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola menu yang disajikan seimbang mencakup 4 komponen. Hasil rata-rata porsi penyajian makanan belum sesuai dengan porsi makanan yang dianjurkan, sedangkan daya terima makanan tergolong kurang (<60%). Persentase rata-rata pemenuhan kecukupan zat gizi dalam kategori defisit kecuali pada pemenuhan kecukupan zat besi dan vitamin C dengan kategori baik. Disarankan kepada pihak penyelenggara makanan untuk menambah iuran menjadi Rp. 12.000 setiap santri dan perlu diadakan penyuluhan tentang gizi seimbang anak sekolah kepada pihak pengelola penyelenggaraan makanan agar mengetahui pentingnya pemenuhan kecukupan gizi anak sekolah melalui kontribusi pemberian makan siang. Kata kunci: Pola menu, standar porsi, daya terima makanan, pemenuhan kecukupan zat gizi.
Cover KTI
2019

Aplikasi Sensus Harian Rawat Inap Berbasis Desktop Guna Mempercepat Rekapitulasi Data Sensus Harian Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: Fina Mafaza Salisa
NIM: 1604000049
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: Sensus Harian, Rekapitulasi Sensus Harian, Black Box Testing, Human Computer Interaction (HCI)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fina Mafaza Salisa. 2019. Aplikasi Sensus Harian Rawat Inap Berbasis Desktop Guna Mempercepat Rekapitulasi Data Sensus Harian Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing : drg. Rinawati Basuki, M.Kes Kegiatan rekapitulasi sensus harian di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang masih dilakukan dengan cara manual, dan sering terjadi keterlambatan pengumpulan rekapitulasi kepada pihak internal yang disebabkan oleh ketidakdisiplinan perawat ruangan mengumpulkan lembar sensus harian kepada petugas pelaporan. Oleh karena itu, peneliti membuat sebuah aplikasi sensus harian berbasis desktop yang untuk mengetahui pengaruh aplikasi terhadap waktu rekapitulasi data sensus harian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan waktu rekapitulasi data sensus harian rawat inap sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dengan metode kuasi eksperimen One-Group Pre-Post Test Design. Analisa data yang digunakan adalah uji Paired-Sample T-Test dan mendapatkan hasil akhir sig.0,000 yang berarti H1 diterima.Variabel yang diteliti yaitu aplikasi sensus harian rawat inap berbasis desktop yang telah diuji fungsinya dengan menggunkan metode black box testing dengan nilai 85 dan Human Computer Interaction (HCI) dengan nilai 171. Hasil penelitian pre-test menunjukkan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk proses rekapitulasi sebanyak 18 menit 32 detik. Sedangkan hasil penelitian post-test membutuhkan waktu 2 menit 23 detik, sehingga perbedaan rata-rata waktu yang dibutuhkan dari hasil Pre-Post Test sebanyak 16 menit 9 detik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi sensus harian rawat inap berbasis desktop dapat mempercepat proses rekapitulasi data sensus harian rawat inap, sehingga disarankan kepada pihak rumah sakit dapat mempertimbangkan aplikasi untuk diimplementasikan. Selain itu, peneliti juga menyarankan agar aplikasi dapat dikembangkan lagi, seperti penambahan menu grafik Barber-Johnson dan penambahan fungsi laporan pasien rujuk atau dirujuk, sehingga data yang terkumpul akan menjadi lebih informatif. Kata Kunci : Sensus Harian, Rekapitulasi Sensus Harian, Black Box Testing, Human Computer Interaction (HCI)
Cover KTI
2019

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SABDA DIRA PRIWINANDA
NIM: 1603000118
Program Studi: Program Studi Diploma III Gizi Malang
Dosen Pembimbing: Sutomo Rum Teguh K SKM, M.Kes.
Subjek: Asuhan Gizi, Diabetes Melitus, Tingkat Konsumsi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sabda Dira Priwinanda. 2019. Asuhan Gizi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Pembimbing Sutomo Rum Teguh K SKM, M.Kes. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya hormon insulin. Hormon insulin dihasilkan oleh sekelompok sel beta di kelenjar pankreas dan sangat berperan dalam metabolisme glukosa dalam sel tubuh. Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh tidak dapat diserap semua dan tidak mengalami metabolisme dalam sel. Akibatnya seseorang akan kekurangan energi sehingga mudah lelah dan berat badan terus turun(Adriani dan Wirjatmadi, 2012). Di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, penyakit Diabetes Melitus tipe II merupakan salah satu penyakit 10 terbanyak dirumah sakit tersebut, yaitu sebanyak 71 pasien (berdasarkan data rekam medis RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang tahun 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Asuhan Gizi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain studi kasus (case study). Pengumpulan data dilakukan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang pada tanggal 26-28 Februari 2019. Pengumpulan data yang diambil adalah data identitas pasien, data antropometri, data biokimia, data fisik/klinis, data riwayat gizi dan data riwayat personal yang diambil dari buku rekam medis RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, dengan jumlah responden sebanyak 3 pasien. Hasil penelitian selama 3 hari menunjukkan bahwa pasien 1 memiliki status gizi kurang sedangkan pasien 2 dan pasien 3 memiliki status gizi normal. Berdasarkan data biokimia ketiga pasien kadar GDP dan GD2PP mendekati normal dari hari ke hari. Berdasarkan data fisik/klinis mengalami penurunan tekanan darah mendekati ke angka normal. Dan hasil monitoring dan evaluasi yaitu rata-rata tingkat konsumsi energy, protein, lemak dan karbohidrat termasuk dalam kategori normal (pasien 1 dan pasien 2) sedangkan pasien 3 termasuk dalam kategori deficit tingkat ringan. Disarankan agar pasien perlu mendapatkan KIE menjelang keluar dari rumah sakit. Selain itu pasien diharapkan dapat menerapkan diet yang telah disarankan seperti bahan makanan yang dianjurkan agar kadar glukosa dapat terkontrol serta rutin memeriksakan kesehatan sehingga dapat terpantau dan teratasi sedini mungkin. Kata kunci : Asuhan Gizi, Diabetes Melitus, Tingkat Konsumsi
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan