Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2491–2500 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2020

POLA MENU, PORSI PENYAJIAN SERTA KETERSEDIAAN ENERGI DAN ZAT GIZI (Protein, Lemak, Karbohidrat, Fe, Vitamin C, Vitamin A dan Serat) PADA PENYELENGGARAAN MAKAN SIANG DI SDIT AHMAD YANI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHERLY AYUNING PUTRI
NIM: P17110174072
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST, M.Kes
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SHERLY AYUNING PUTRI, 2020. Pola Menu, Porsi Penyajian Serta Ketersediaan Energi dan Zat Gizi (Protein, Lemak, Karbohidrat, Fe, Vitamin C, Vitamin A dan Serat) pada Penyelenggaraan Makan Siang di SDIT Ahmad Yani Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan: Dwie Soelistyorini SST, M.Kes). Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani menyelenggarakan makan siang bagi siswa siswi beserta guru yang berjumlah 75 orang, dengan rentang usia anak sekolah 7-12 tahun dan baru dijalankan 4 bulan. Menu yang direncanakan sesuai dengan dana yang tersedia, menu yang disajian setiap hari belum memenuhi pola menu yang seimbang karena keterbatasan dana sehingga hanya menyediakan makanan pokok dan lauk hewani, sedangkan untuk lauk nabati dan sayur jarang diberikan. Menu hanya dibuat untuk 1 hari saja dan belum memiliki siklus menu. Penyajian makanan dengan menggunakan sistem lunch box dengan porsi penyajian untuk lauk hewani, lauk nabati dan sayur belum memenuhi standar porsi yang dianjurkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola menu, porsi penyajian serta ketersediaan energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, Fe, Vitamin C, Vitamin A dan serat) pada penyelenggaraan makan siang di SDIT Ahmad Yani Kota Malang. Jenis penelitian ini menggunakan observasi deskriptif dan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SDIT Ahmad Yani Kota Malang yang dilaksanakan pada tanggal 13 – 17 Januari 2020. Sampel penelitian adalah menu yang disajikan sebanyak 5 menu makan siang. Jenis data yang dikumpulkan meliputi pola menu, porsi penyajian, dan ketersediaan energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, Fe, vitamin C, vitamin A dan serat). Pengumpulan data menggunakan observasi dan pengisian form penilaian pola menu serta menimbang langsung makanan yang disajikan untuk pemenuhan porsi makan. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan untuk pola menu, dari 5 menu yang disajikan hanya ada 1 (20%) menu yang seimbang. Pada pengamatan porsi makanan yang disajikan pada 5 menu diperoleh hasil rata-rata penyajian belum sesuai standar porsi yang dianjurkan. Ketersediaan energi dan zat gizi untuk anak usia sekolah belum memenuhi angka kecukupan energi dan zat gizi berdasarkan Angka Kecukupan Gizi sesuai golongan umur dan masih dalam kategori defisit. Disarankan, untuk memperhatikan perencanaan menu agar tercipata pola menu yang seimbang dan porsi penyajian untuk anak usia 7 – 9 tahun pada lauk hewani dari 33 gram menjadi 40 gram, lauk nabati dari 24 gram menjadi 50 gram dan sayur dari 80 gram menjadi 100 gram. Untuk usia 10 – 12 tahun pada lauk hewani dari 37 gram menjadi 50 gram, lauk nabati dari 27 gram menjadi 50 gram dan sayur dari 84 gram menjadi 100 gram. Kata Kunci: Pola Menu, Porsi Penyajian, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi
Cover KTI
2020

POLA MENU, STANDAR PORSI, SERTA KETERSEDIAAN ENERGI DAN ZAT GIZI PADA MENU MAKAN SIANG PAKET HARIAN SENJANI KITCHEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NINDIA SYAMSI AMALI
NIM: P17110173040
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakrie, SKM, M.Kes
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
9 ABSTRAK Nindia Syamsi Amali (2020) : Pola Menu, Standar Porsi, serta Ketersediaan Energi dan Zat Gizi Menu Makan Siang Pada Menu Paket Harian Senjani Kitchen Malang. Karya Tulis Ilmiah Program Studi Diploma 3 Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Bachyar Bakrie, SKM, M.Kes Pola menu yang seimbang jika susunan bahan makanan minimal terdiri dari 4 komponen, yaitu makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah. Standar porsi adalah banyaknya jumlah makanan yang disajikan dan ukuran berat porsi pada setiap individu, penentuan standar porsi yang tepat sangat penting karena berkaitan dengan perhitungan kebutuhan bahan makanan dan perencanaan standar porsi, hal ini tentu akan mempengaruhi ketersediaan energi dan zat gizi seseorang pada setiap hidangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola menu, standar porsi dan ketersediaan energi dan zat gizi pada menu makan siang paket harian di katering Senjani Kitchen Malang. Penelitian ini dilakukan di Senjani Kitchen pada tanggal 14 Februari – 16 Maret 2020 dengan jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan desain cross sectional studies. Besar sampel yang digunakan sebanyak 21 Menu. Data pola menu diperoleh melalui pengisian form pola menu selama masa pengamatan. Data standar porsi diperoleh melalui hasil penimbangan, kemudian diolah dengan membandingkan porsi makanan yang disajikan (per hidangan) dengan standar porsi yang dianjurkan untuk konsumsi kelompok usia 19-29 tahun. Sedangkan data ketersediaan energi dan zat gizi diperoleh melalui perhitungan aplikasi Nutrisurvey kemudian diolah dengan membandingkan ketersediaan energi dan zat gizi yang disajikan dengan angka kecukupan zat gizi (AKG) tahun 2019 untuk kelompok umur 19-29 tahun. Data standar porsi dan ketersediaan energi serta zat gizi variabel disajikan dengan cara tabulasi, sedangkan data pola menu disajikan secara naratif dan ketiga variable dianalisa secara deskriptif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa pola menu yang disajikan seluruhnya sudah seimbang. Standar porsi makanan yang disajikan selama 21 hari belum sesuai dengan standar porsi yang dianjurkan. Ketersediaan energi dan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) sebagian besar termasuk dalam kategori defisit. Sebaiknya tenaga pengolah makanan memperhatikan standar porsi yang dianjurkan serta menyajikan lauk hewani dan lauk nabati di setiap menu agar ketersediaan energi dan zat gizi pada menu makan siang untuk kelompok umur 19-29 tahun sebagai sasaran utama penjualan produk di katering Senjani Kitchen tercukupi. Kata Kunci : Pola Menu, Standar Porsi, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi.
Cover KTI
2020

POLA MENU, TINGKAT KESUKAAN, DAN SISA MAKANAN PADA PENYELENGGARAAN MAKAN SIANG DI SD ISLAM AL-AZHAAR KABUPATEN TULUNGAGUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZQUNA HIDAYATUN NUR MALITASARI
NIM: P17110173034
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Carissa Cerdasari, S.Gz., M.P.H. NIP
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rizquna Hidayatun Nurma Lita Sari. 2020. Pola Menu, Tingkat Kesukaan, dan Sisa Makanan pada Penyelenggaraan Makan Siang di SD Islam Al-Azhaar Kabupaten Tulungagung. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Carissa Cerdasari, S.Gz, MPH Makanan di sekolah seharusnya diolah berdasarkan standar yang ada meliputi menu, kecukupan zat gizi dan sanitasi, dihidangkan secara menarik yang bertujuan untuk memperbaiki dan menjaga status gizi anak sekolah. Berdasarkan studi pendahuluan, menu makan siang di penyelenggara makanan sekolah SD Islam Al-Azhaar Kabupaten Tulungagung dengan lauk hewani selalu habis dan tidak meninggalkan sisa, namun pada menu sayur dan lauk nabati terdapat sisa dengan kategori banyak yaitu >20%. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Dilaksanakan pada bulan Januari 2020 di SD Islam Al-Azhaar Kabupaten Tulungagung Jl. Pahlawan, Gang 1, Rejoagung, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Sampel pada penelitian ini santri kelas 5D dan 5C sebanyak 47 santri. Hasil penelitian ini, pola menu di SD Islam Al-Azhaar selama 3 hari sebagian besar sudah seimbang (66,7%). Tingkat kesukaan makanan menurut penilaian santri di SD Islam Al-Azhaar Tulungagung tergolong kategori baik pada lauk nabati dan sayur mulai dari warna, aroma, rasa, tekstur dan bentuk. Penilaian tidak suka tertinggi santri pada sayur kategori tekstur (34,3%), sedangkan pada lauk nabati kategori bentuk (24%). Sisa makanan santri dalam kategori sedikit (<20%), karena selama penilitian 3 hari tidak pernah terdapat sisa makanan baik pada lauk nabati maupun sayur. Pihak penyelenggara makanan sebaiknya menyediakan pola menu seimbang agar makanan yang disajikan memiliki tingkat kesukaan tinggi dan bisa memenuhi kebutuhan zat gizi pada santri. Kata Kunci : Pola Menu, Tingkat Kesukaan, Sisa Makanan, Santri, Penyelenggara Makanan Sekolah
Cover KTI
2020

POLA PEMBERIAN MP-ASI SETELAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU DENGAN BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO

Lihat Detail Karya
Penulis: GITA YUSMALYANA REVARIN
NIM: P17210174058
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Budi Susatia. S.Kp.. M.Kes
Subjek: KEPERAWATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pola Pemberian MP-ASI Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan pada Ibu dengan Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo. Gita Yusmalyana Revarin (2020). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Ibu Fiashriel Lundy, S.Kep Ns., M. Kes. Kata kunci : pola pemberian MP-ASI, stunting MP-ASI adalah makanan pendamping ASI yang diberikan pada anak usia 6-24 bulan dan harus memperhatikan jumlah, jenis serta waktu pemberiannya. Jika seorang ibu memiliki pengetahuan gizi yang kurang maka makanan yang diberikan kepada balitanya juga kurang tepat dan mempengaruhi status gizi balitanya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola pemberian MP-ASI setelah diberikan pendidikan kesehatan pada ibu dengan balita stunting. Desain penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan responden 2 orang ibu dari balita stunting. Pengambilan data dilakukan menggunakan lembar wawancara, lembar food report dan pengukuran antropometri setiap 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kedua responden mengenai MP-ASI dari kurang menjadi baik setelah diberikan edukasi. Sebelum edukasi, jumlah dan frekuensi pemberian MP-ASI belum sesuai. Setelah edukasi, pada subjek 1 frekuensi pemberian benar namun jumlahnya belum memenuhi kebutuhan kalorinya, pada subjek 2 ada perbaikan frekuensi dan jumlah pemberian. Kedua balita mengalami status gizi severely stunting. Pada subjek 1 tidak ada peningkatan panjang selama dilakukan pengukuran yaitu tetap 68 cm, pada subjek 2 ada peningkatan panjang badan 0,2 cm setiap dilakukan pengukuran. Saran dari penelitian ini adalah selain penyuluhan, perlu dilakukan adanya monitoring status gizi terhadap balita terutama balita dengan masalah status gizi, sehingga status gizi balita tersebut dapat terpantau dan ibu termotivasi untuk memenuhi kebutuhan gizi balitanya.
Cover KTI
2020

PREVALENSI ANEMIA PADA IBU HAMIL (2022)

Lihat Detail Karya
Penulis: RAIZA ULUMIAH SARI
NIM: 1602450017
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Didien Ika Setyarini, S.SiT.,M.Keb
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Volume darah total merupakan kombinasi volume plasma yang meningkat sekitar 75% dan volume sel darah merah yang meningkat sekitar 33% dari nilai sebelum hamil. Maka nampak peningkatan volume plasma yang lebih besar daripada sel darah merah. Semua ini menyebabkan terjadinya hemodilusi (pengenceran darah). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi anemia pada ibu hamil. Desain penelitian menggunakan studi literatur. Pencarian studi literatur menggunakan database Pubmed dan Google Scholar. Literatur tersebut diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi yaitu artikel ilmiah maksimal 4 tahun, tersedia full text dan artikel sesuai dengan tema penulis dan didapatkan 12 literatur. Hasil telaah didapatkan bahwa 1 jurnal yang menggambarkan prevalensi anemia pada ibu hamil Penelitian yang dilakukan oleh yayang di Denpasar tahun 2015 menggambarkan bahwa prevalensi anemia di tahun 2015 sebesar 31,9%, Pada 4 jurnal menggambarkan kadar Hb yang disertai dengan usia kehamilan, 6 jurnal hanya menggambarkan kadar Hb tanpa mendeskripsikan usia kehamilan berdasarkan Trimester. Kekurangan kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang rentan terjadi selama kehamilan. Kadar Hb yang <11 gr/dl mengindikasikan ibu hamil menderita anemia. Banyak penelitian mengatakan bahwa mayoritas ibu hamil Trimester III mengalami anemia hal ini disebabkan karena pengecekan kadar Hb ibu hamil dilakukan pada Trimester I dan Trimester III. Kata Kunci : Prevalensi anemia, anemia ibu hamil
Cover KTI
2020

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDART PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FEBY SETYANINGWAHYU
NIM: P17110174073
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Nur Rahman, STP. MP
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK FEBY SETYANINGWAHYU, 2020. Proses Asuhan Gizi Terstandart pada Pasien dengan Diagnosis Hipertensi Di Puskesmas Bululawang, Kabupaten Malang. Pembimbing: Dr. Nur Rahman, STP, MP. Abstrak: Pelayanan gizi Puskesmas merupakan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) yang menjadi tanggung jawab ahli gizi sebagai tenaga kesehatan profesional yang berorietasi kerja dalam bidang pencegahan dan pengobatan penyakit tertama bidang makanan dengan gizi, baik di puskesmas atau di unit pelayanan kesehatan lainnya. Sekitar 1,13 milyar orang di dunia mengalami hipertensi, hipertensi salah satu penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan penyakit lannya seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, dan stroke. IHME menyatakan bahwa faktor risiko penyebab kematian untuk semua kelompok umur yatu ada tiga, diantaranya yaitu merokok, peningkatan tekanan darah sistolik, dan peningkatan kadar gula untuk laki-laki, dan IMT tinggi untuk wanita. Hipertensi dikategorikan menjadi dua jenis yaitu primer dan sekunder. Hipertensi primer merupakan hipertensi yang penyebabnya tidak dapat diidentifikasi, hal ini terkait faktor keturunan, stress mental, dan obesitas. Hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang disebabkan oleh penyakit lain atau perubahan pada kondisi kesehatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian studi kasus yaitu penelitian observasi yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan BB dan TB yang dilakukan dua kali yaitu pada awal dan akhir pengamatan tidak mengalami perubahan, fisik/klinis responden selama tiga hari pengamatan diketahui ketiga responden memiliki tekanan darah diatas nila normal dan mengalami pusing serta mual. Tingkat konsumsi mengalami peningkatan dan penurunan di hari kedua dan ketiga, hal ini disebabkan karena rasa mual dan pusing yang mempengaruhi nafsu makan responden. Keluarga responden dan responden sudah memahami diet yang dianjurkan tetapi belum bisa menerapkan diet karena menurut responden sulit merubah kebiasaan dan perilaku sehari-hari. Kata Kunci: asuhan gizi, hipertensi
Cover KTI
2020

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDART PADA PASIEN BALITA DENGAN DIAGNOSIS MEDIS PNEUMONIA DI RUANG BOUGENVIL II INSTALANSI RAWAT INAP PUSKESMAS PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: STANI STANIA ARFAQI
NIM: P17110174071
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: S. Rum Teguh K, SKM, M. Kes
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
xii ABSTRAK STANI STANIA ARFAQI, 2020. Proses Asuhan Gizi Terstandar Pada Pasien Balita dengan Diagnosis Medis Pneumonia Di Ruang Bougenvil II Instalansi Rawat Inap Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Pembimbing : Sutomo Rum Teguh K, SKM, M. Kes Latar Belakang : Salah satu pelayanan kesehatan yang harus dalam suatu Institusi Pelayanan Kesehatan adalah pelayanan gizi sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan gizi makanan baik secara kelompok maupun individu yang kegiatannya meliputi pengkajian data, diagnosis gizi, intervensi gizi, monitoring dan evaluasi. Bentuk dari pelayanan gizi di Institusi Pelayanan Kesehatan salah satunya adalah kegiatan PAGT (Proses Asuhan Gizi Terstandart). Pneumonia merupakan penyakit menular dan mematikan dan sering terjadi di Indonesia. Di Indonesia, pneumonia menempati urutan terbesar ke dua angka kematian pada bayi dan balita setelah diare. Menurut riskesdas pneumonia di Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 2013 sampai tahun 2018 yaitu 1,6% (2013) menjadi 2% (2018). Jawa timur adalah salah satu provinsi dengan tingkat pneumonia tertinggi ke dua di Indonesia. Tujuan : Mampu melakukan asuhan gizi pada pasien Pnemonia di puskesmas yang meliputi analisis tentang pengkajian, perencanaan, penerapan dan evaluasi pada pasien rawat inap balita pneumonia di Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian studi kasus yaitu penelitian observasi yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui proses asuhan gizi terstandart pada pasien balita dengan diagnosis medis pneumonia di ruang bougenvil II instalansi rawat inap puskesmas poncokusumo kabupaten Malang. Hasil : Hasil asuhan gizi pada responden menunjukkan bahwa status gizi pasien masih dalam kategori kurang. Kata Kunci : asuhan gizi, balita, pneumonia
Cover KTI
2020

SIKAP DAN PENGETAHUAN SISWA REMAJA TERHADAP SEKS BEBAS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Lihat Detail Karya
Penulis: INDAH WULAN SUCI
NIM: P17210173030
Program Studi: DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd
Subjek: KEPERAWATAN, SEKS BEBAS
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Indah Wulan Suci (2020). Sikap dan Pengetahuan Remaja Terhadap Seks Bebas Di Sekolah Menengah Pertama. Karya Tulis Ilmiah Literatur Review, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Naya Ernawati, Skep Ns. Mkep. Seks bebas merupakan energi psikis yang ikut mendorong manusia untuk aktif bertingkah laku. Tidak hanya berbuat di bidang seks saja, akan tetapi juga melakukan kegiatan non seksual. Banyaknya fenomena yang terjadi karena sikap dan pengetahuan remaja tentang seks bebas masih kurang sehingga berpengaruh pada dampak seks bebas di kalangan remaja sendiri. Tujuan dari penelitian ini mengetahui gambaran sikap dan pengetahuan remaja di Sekolah Menengah Pertama terhadap seks bebas. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan teknik pengumpulan data mengambil dari jurnal nasional dan internasional yang diperoleh database PubMed sesuai dengan konsep topik yang diambil peneliti. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan pendidikan seks bebas, remaja memiliki pengetahuan yang kurang sehingga menimbulkan sikap yang kurang terpuji. Hal tersebut dapat menjadi faktor pendukung adanya seks bebas dikalangan remaja. Kesimpulan dari penelitian ini, pengetahuan yang luas dan informasi yang positif akan mempengaruhi sikap remaja tentang seks bebas. Pengetahuan yang kurang dan pengaruh lingkungan yang tidak baik akan mempengaruhi sikap yang buruk tentang seks bebas. Sikap dan pengetahuan memiliki hubungan terhadap remaja tentang seks bebas. Rekomendasi bagi remaja, diharapkan mengetahui sikap dan pengetahuan yang berhubungan dengan seks bebas agar tidak ada perilaku yang mengarah pada hal itu sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Kata Kunci: Sikap, Pengetahuan, Seks Bebas, Remaja.
Cover KTI
2020

SIKAP DAN PENGETAHUAN SISWA REMAJA TERHADAP SEKS BEBAS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Lihat Detail Karya
Penulis: INDAH WULAN SUCI
NIM: P17210173030
Program Studi: D3 Keperawatan
Dosen Pembimbing: Naya Ernawati
Subjek: Seks
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Indah Wulan Suci (2020). Sikap dan Pengetahuan Remaja Terhadap Seks Bebas Di Sekolah Menengah Pertama. Karya Tulis Ilmiah Literatur Review, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Naya Ernawati, Skep Ns. Mkep. Seks bebas merupakan energi psikis yang ikut mendorong manusia untuk aktif bertingkah laku. Tidak hanya berbuat di bidang seks saja, akan tetapi juga melakukan kegiatan non seksual. Banyaknya fenomena yang terjadi karena sikap dan pengetahuan remaja tentang seks bebas masih kurang sehingga berpengaruh pada dampak seks bebas di kalangan remaja sendiri. Tujuan dari penelitian ini mengetahui gambaran sikap dan pengetahuan remaja di Sekolah Menengah Pertama terhadap seks bebas. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan teknik pengumpulan data mengambil dari jurnal nasional dan internasional yang diperoleh database PubMed sesuai dengan konsep topik yang diambil peneliti. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan pendidikan seks bebas, remaja memiliki pengetahuan yang kurang sehingga menimbulkan sikap yang kurang terpuji. Hal tersebut dapat menjadi faktor pendukung adanya seks bebas dikalangan remaja. Kesimpulan dari penelitian ini, pengetahuan yang luas dan informasi yang positif akan mempengaruhi sikap remaja tentang seks bebas. Pengetahuan yang kurang dan pengaruh lingkungan yang tidak baik akan mempengaruhi sikap yang buruk tentang seks bebas. Sikap dan pengetahuan memiliki hubungan terhadap remaja tentang seks bebas. Rekomendasi bagi remaja, diharapkan mengetahui sikap dan pengetahuan yang berhubungan dengan seks bebas agar tidak ada perilaku yang mengarah pada hal itu sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Kata Kunci: Sikap, Pengetahuan, Seks Bebas, Remaja.
Cover KTI
2020

SISTEM INFORMASI FORMULIR PENDAFTARAN DONOR DARAH DI PMI KOTA BLITAR BERBASIS WEB

Lihat Detail Karya
Penulis: Cindy Adelia Apcaesari
NIM: 17410174060
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, S.ST., S.Gz., M.PH
Subjek: REKAM MEDIS, INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Formulir adalah lembaran kertas yang memiliki ruang kemudian diformat untuk diisi oleh penggunanya, sedangkan formulir elektronik adalah ruang yang ditayangkan dalam layar komputer, android atau alat elektronik lainnya yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik. Pengisian formulir pendaftaran donor darah di PMI Kota Blitar masih menggunakan sistem konvesional atau manual. Hal ini membuat calon pendonor perlu menunggu dan mengantri untuk mengisi formulir pendaftaran secara manual. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan formulir manual menjadi sistem informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk perancangan sistem informasi formulir pendaftaran donor darah berbasis web di PMI Kota Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Metode Survei Deskriptif dengan pendekatan action research. Kemudian untuk metode perancangan yang digunakan adalah waterfall dengan uji blackbox. Pada perancangan sistem ini dilakukan analisa kebutuhan dan definisi sistem informasi yang disesuaikan dengan hasil wawancara dengan petugas dan kebutuhan yang ada di PMI Kota Blitar. Pada proses desain sistem dan perangkat lunak sistem informasi membutuhkan penyediaan kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak dan support aplikasi. Proses implementasi dan pengujian menunjukkan hasil positif sesuai dengan kebutuhan dan harapan. Sistem informasi ini juga disimulasikan secara langsung di PMI Kota Blitar agar pengguna paham cara penggunaan dan kegunaan dari sistem informasi tersebut. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi formulir pendaftaran donor darah yang dapat menunjang pelayanan, menyingkat respontime dan meningkatkan mutu dari PMI Kota Blitar. Kata kunci : Formulir, Donor Darah, Waterfall, Uji Blackbox
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan