Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2481–2490 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2020

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI PENYULUHAN GIZI ASI EKSKLUSIF (STUDI LITERATUR

Lihat Detail Karya
Penulis: MUHAMMAD SATIVANDI RIZA
NIM: P17110171007
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi, SKM, M.Pd
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
x ABSTRAK Muhammad Sativandi Riza. 2020. Perbedaan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Sesudah diberi Penyuluhan Gizi Asi Eksklusif (Studi Literatur). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang di bawah bimbingan. Pembimbing : Tapriadi, SKM, MP.d . Menurut Pusat Data dan informasi Kementrian kesehatan (2017) pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya 35%, Angka tersebuh masih jauh di bawah rekomendasi WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebesar 50%. Menurut kementrian kesehatan (2014) Pemerintah telah menetapkan target pemberian ASI ekslusif nasional adalah 80%. Menurut profil kesehatan provinsi jawa timur tahun 2019, capaian ASI ekslusif di Jawa Timur adalah 74,3 %. Dan menurut data Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Malang tahun 2019 Cakupan bayi mendapatkan ASI ekslusif di Kabupaten Malang tahun 2014-2018 adalah sebagai berikut cakupan pemberian ASI ekslusif tahun 2014 sebesar 66,6 %, 2015 sebesar 64,9 %, 2016 sebesar 69,9 %, 2017 sebesar 74,6%,dan 2018 78,3. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan juni 2019 – Agustus 2019 di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang menunjukkan bahwa persentase pengetahuan ibu hamil tentang pengetahuan pentingnya ASI Ekslusif sebesar 51% termasuk dalam kategori kurang, kemudian pada saat dilakukan Pretest tingkat pengetahuan responden adalah 57% yang juga termasuk dalam kategori kurang. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu Notoadmojo (2003). Jenis penelitian yang digunakan adalah Studi literatur dengan metode kualitatif. Faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut Notoadmojo (2003) adalah umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman, sumber Informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan gizi ASI eksklusif terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci : Penyuluhan, Studi Literatur, Media, Ibu Hamil , Pengetahuan
Cover KTI
2020

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA REKAM MEDIS DI PUSKESMAS KENDALKEREP

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVELLA ARIE ELANDA
NIM: 17410171012
Program Studi: D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Tsalits Maulidah Hariez, S.ST., M.MRS
Subjek: REKAM MEDIS, INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
Abstrak: Beban kerja merupakan komponen penting dalam menghitung kebutuhan tenaga, artinya jumlah tenaga disesuaikan dengan beban kerja yang ada. Metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja nyata yang dilakukan oleh tenaga kerja. Tenaga rekam medis saat ini terdapat 2 orang tenaga dengan lulusan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan 3 orang dengan lulusan SMA. Perencanaan kebutuhan tenaga rekam medis masih belum dibuat sehingga kebijakan dalam perencanaan kebutuhan tenaga di bagian rekam medis masih belum jelas. Selain itu petugas rekam medis juga masih ada yang merangkap sebagai petugas pendaftaran dan petugas koding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan sumber daya manusia rekam medis yang dibutuhkan di Puskesmas Kendalkerep menggunakan metode WISN. Dengan desain penelitian deskriptif non-eksperimental yang dilakukan secara observasi dan wawancara, hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan metode WISN memperhatikan faktor waktu kerja tersedia, unit kerja yang akan dihitung, standar beban kerja, standar kelonggaran dan jumlah tenaga yang diperhitungkan. Dari hasil penelitian didaptkan waktu kerja tersedia sebanyak 91.392 menit/tahun, standar beban kerja sebanyak 7.550.419 menit/tahun, waktu kelonggaran sebanyak 0.27 kemudian didapatkan kebutuhan sumber daya manusia di unit rekam medis sebanyak 6 orang tenaga kerja. Kesimpulannya adalah Puskesmas Kendalkerep perlu menambah 1 orang tenaga rekam medis untuk mengatasi permasalahan terebut. Kata Kunci: Unit rekam medis, WISN
Cover KTI
2020

PERHITUNGAN BEBAN KERJA DENGAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEED DI UNIT REKAM MEDIS PUSKESMAS CIPTOMULYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SALSABILLA ZAHRA WAHIDAH
NIM: 17410174061
Program Studi: DIII REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Achmad Zani P,M.Kes., M.MRS
Subjek: REKAM MEDIS,INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Salsabilla Zahra Wahidah 2020. “Perhitungan Beban Kerja Dengan Metode Workload Indicator Staff Need Di Unit Rekam Medis Puskesmas Ciptomulyo Kota Malang”. Pembimbing Achmad Zani Pitoyo, MMRS Beban kerja adalah sejumlah target pekerjaan atau target hasil yang harus dicapai dalam satu satuan waktu tertentu. Kesesuaian antara beban kerja dengan jumlah petugas diperlukan guna mencapai tujuan pelayanan rekam medis yang maksimal. Petugas rekam medis mengeluhkan beban kerja terlalu tinggi akibat terlalu banyaknya tugas yang harus dikerjakan dibandingkan dengan jumlah petugas yang ada. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah petugas rekam medis yang dibutuhkan berdasarkan hasil perhitungan beban kerja menggunakan metode perhitungan Workload Indicator Staff Need (WISN). Jenis penelitian studi kasus dengan metode jenis analisis kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh petugas rekam medis dengan sampel penelitian menggunakan total sampling yang berjumlah lima orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi menggunakan formulir work sampling sebagai lembar catatan kegiatan petugas persepuluh menit. Hasil penelitian menunjukkan total kebutuhan tenaga sebesar 5,3 orang. Sesuai petunjuk pembulatan dalam Kepmendagri nomor 12 tahun 2008 tentang Pedoman Analisis Beban Kerja di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah hasil perhitungan sebesar 5,3 orang dibulatkan menjadi 5 (lima) orang. Jumlah tersebut menyatakan kesesuaian beban kerja petugas di Unit Rekam Medis Puskesmas Ciptomulyo Kota Malang dengan hasil perhitungan beban kerja menggunakan metode Workload Indicator Staff Need (WISN), sehingga tidak diperlukan penambahan petugas. Kata kunci: beban kerja, WISN, work sampling
Cover KTI
2020

PERILAKU GAMERS PADA USIA REMAJA AWAL SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN EDUKASI(PENDIDIKAN KESEHATAN) TENTANG BAHAYA GAME ONLINE 2020

Lihat Detail Karya
Penulis: ALFAERA NOVEN DONILLA
NIM: P17210171014
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Atti Yudiernawati, S.Kp., M.Pd
Subjek: Keperawatan
Lihat Abstraksi
Masa remaja awal adalah masa yang kritis dimana rasa ingin tahu,emosional tinggi, dan sosial dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku remaja awal. Perubahan terhadap ketertarikan menjadi masalah seperti untuk bermain game online dan jika dibiarkan menimbulkan dampak negatif yang dapat mempengaruhi perilaku remaja awal. Perilaku dapat berubah dengan diberikan edukasi (Pendidikan Kesehatan). Edukasi (Pendidikan Kesehatan) adalah suatu proses yang dapat merubah perilaku menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku gamers usia remaja awal sebelum dan sesudah diberikan edukasi bahaya game online. Metode penelitian deskripsi studi kasus, dengan 2 subjek studi kasus sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan pre test, post test,observasi,permainan ular tangga. Data hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian subjek studi kasus 1 mengalami perubahan perilaku setelah diberikan edukasi pada kunjungan kedua dengan prosentase 62,5%. Subjek studi kasus 2 setelah diberikan edukasi pada kunjungan ketiga dengan prosentase 62,5% dari hasil yang didapatkan ada perbedaan dari subjek studi kasus 1 dan 2 yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.Kesimpulan dari dua subjek studi kasus mengalami perubahan perilaku setelah diberikan edukasi (Pendidikan Kesehatan) tentang bahaya game online. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan observasi dengan waktu 21-30 hari untuk mengetahui perubahan perilaku seseorang.
Cover KTI
2020

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PENDERITA TYPHOID SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI PONDOK PESANTREN NURUL ULUM

Lihat Detail Karya
Penulis: NORA MIFTAKHUL KHOLIFAH
NIM: P17210171004
Program Studi: DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Susi Milwati, S.Kp. M.Pd
Subjek: KEPERAWATAN ,TYPHOID
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nora Miftakhul Kholifah (2020). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Penderita Thypoid Sebelum dan Sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Ulum. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd. Kata Kunci : PHBS, Thypoid, Pondok Pesantren PHBS dapat dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan penyakit salah satunya yaitu thypoid. Masalah thypoid muncul pada pondok pesantren Nurul Ulum dimana santri hidup secara bersama dalam waktu yang panjang dan pada satu tempat yang sama. Thypoid dapat menular dengan cepat apabila penderita sering berinteraksi sehingga bakteri tertular pada orang lain. Kebanyakan pondok pesantren di Indonesia memiliki masalah yang begitu klasik yaitu tentang kesehatan santri danmasalah terhadap penyakit yang jarang mendapat perhatian dari warga pesantren maupun pemerintah. Demi mewujudkan derajat kesehatan yang optimal perlu adanya upaya untuk mewujudkannya, yaitu dengan adanya pendidikan kesehatan baik secara individu maupun kelompok. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat pada penderita thypoid sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan di pondok pesantren Nurul Ulum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif studi kasus, subje pada penelitian ini berjumlah dua orang dengan criteria inklusi yang sudah ditentukan. Hasil studi kasus ini yaitu mengenai pengetahuan, sikap dan tindakan subjek Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, Setelah diberikan pendidikan kesehatan, kedua subjek masih menjawab masing-masing tiga soal yang masih salah yaitu salah satu gejala thypoid, akibat kuku yang terlalu panjang, pentingnya berolahraga, dan organ yang diserang oleh bakteri thypoid. Selebihnya kedua subjek sudah mengetahui apa itu PHBS, bagaimana cara menerapkan PHBS, dan pencegahan thypoid.
Cover KTI
2020

PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK KARTIKA IV-5 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RYAN HIDAYAT
NIM: P17210174078
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S.Kp. M,Pd
Subjek: KEPERAWATAN ,KARIES GIGI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ryan Hidayat (2020). Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Karies Gigi Pada Anak Usia Prasekolah Di TK Kartika IV-5 Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Taufan Arif , S.Kep., Ns., M.Kep. Pendahuluan:Karies gigi adalah suatu keadaan gigi tidak normal yang ditandai dengan adanya perubahan warna pada gigi, gigi menghitam, dan terkadang berlubang atau keropos. Dinas kesehatan Kota Malang tahun 2019 menjelaskan prevalensi karies gigi pada bulan Januari sampai Mei 114 kasus. Depkes RI menjelaskan prevalensi karies gigi di Indonesia 50-70% dengan penderita golongan terbesar balita dan usia prasekolah. Karies gigi pada anak dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan, sikap, dan tindakan Ibu dalam pencegahan karies gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku Ibu dalam pencegahan karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Kartika IV-5 Malang. Metode:Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus dan melibatkan 3 orang responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan teknik skoring. Data di presentasikan dalam bentuk teks. Hasil:Hasil penelitian dari responden pertama yaitu pengetahuan Ibu cukup, sikap Ibu negatif, tindakan Ibu tidak baik. Responden kedua yaitu pengetahuan Ibu baik, sikap Ibu positif, tindakan Ibu tidak baik. Responden ketiga yaitu pengetahuan Ibu cukup, sikap Ibu positif, tindakan Ibu tidak baik. Diskusi:Terjadinya karies gigi pada usia prasekolah ada hubungannya dengan Perilaku Ibu dalam pencegahan karies gigi. Orang tua seharusnya dapat meningkatkan perannya dengan baik dalam mengajari, membimbing, mengawasi, dan memeriksakan rutin gigi anak sehingga kejadian karies gigi pada anak prasekolah menurun. Rekomendasi untuk TK Kartika IV-5 sebaiknya mempunyai unit kesehatan sekolah dan merekrut petugas kesehatan. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode penyuluhan terhadap peningkatan perilaku Ibu dalam pencegahan karies gigi pada anak usia prasekolah. Kata Kunci : Perilaku Ibu, Karies Gigi, Anak Usia Prasekolah
Cover KTI
2020

PERILAKU PENCEGAHAN DIARE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA SISWA SDN TULUSREJO 02 2020

Lihat Detail Karya
Penulis: ANTY BELLA SAPUTRI
NIM: P17210173024
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd
Subjek: Keperawatan
Lihat Abstraksi
Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia. Diare dapat terjadi pada semua kelompok usia, khususnya kelompok usia sekolah dasar. Salah satu upaya peningkatan kesehatan dalam pencegahan diare adalah dengan menerapkan perilaku cuci tangan yang baik dan benar dan makan makanan yang sehat. Untuk meningkatkan perilaku pencegahan diare yang dapat meminimalisir angka kejadian penyakit diare dapat dengan memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pencegahan diare sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan pada siswa SDN Tulusrejo 02. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdapat 2 subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pencegahan diare sebelum diberikan pendidikan kesehatan meliputi pengetahuan Subjek I (skor 10) dalam kategori kurang sedangkan Subjek II (skor 30) dalam kategori cukup. Hasil sesudah pendidikan kesehatan pengetahuan Subjek I (skor 70) dalam kategori baik sedangkan Subjek II (skor 80) dalam kategori sangat baik. Sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan Subjek I dan II dalam kategori cukup mendukung dengan skor masing-masing Subjek I (skor 1,35) dan Subjek II (skor 1,60). Sesudah pendidikan kesehatan sikap Subjek I dan II dalam kategori sangat mendukung dengan skor masing-masing Subjek I (3,15) dan Subjek II (3,50). Tindakan sebelum diberikan pendidikan kesehatan Subjek I dan II dalam kategori kurang dengan skor 23. Sesudah pendidikan kesehatan tindakan Subjek I (skor 69) dalam kategori baik Subjek II (skor 76,9) dalam kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan perilaku menjadi positif dari Subjek I dan II sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Saran untuk subjek penelitian diharapkan subjek mampu membiasakan tindakan yang belum bisa tercapai dengan perlahan yaitu mengecek tanggal kadaluwarsa makanan dan minuman sebelum dimakan dan diminum, serta tidak terlalu banyak makan makanan/jajanan yang pedas. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian tentang peran kepala sekolah, guru UKS, dan guru kelas terhadap perilaku pencegahan diare pada siswa, selain itu diharapkan peneliti memperdalam aspek tindakan pencegahan diare.
Cover KTI
2020

PERKEMBANGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI SETELAH MELAKSANAKAN SENAM HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALIFIA SEPTIARINI
NIM: 17210171013
Program Studi: D3 Keperawatan
Dosen Pembimbing: Imam Subekti
Subjek: Hipertensi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perkembangan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Setelah Melaksanakan Senam Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Alifia Septiarini (2020) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Lenni Saragih,SKM.,M.Kes, Pembimbing II : Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom. Kata Kunci : Senam Hipertensi, Tekanan Darah, Hipertensi, Lansia Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dijumpai pada saat ini. Terutama pada lansia yang mana pada lansia terjadi perubahan-perubahan baik dari segi fisik dan psikologis yang dikarenakan adanya proses degeneratif. Penatalaksanaan hipertensi baik berupa farmakologi dan non-farmakologi sangat diperlukan untuk menurunkan tekanan darah. Penatalaksanaan secara non-farmakologi tersebut salah satunya adalah dengan senam hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui Perkembangan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus dimana pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi terhadap dua orang subjek. Subjek penelitian ini adalah Tn S yang berusia 65 tahun dan Ny SK yang berusia 60 tahun. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan tekanan darah pada lansia setelah melakukan senam hipertensi adalah mengalami penurunan. Penurunan tekanan darah pada subjek I berkisar antara 4- 10 mmHg dan pada Ny SK antara 2-10 mmHg. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yaitu lansia yang mengalami hipertensi dapat melakukan senam hipertensi secara rutin dan menjadi salah satu aktivitas yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Cover KTI
2020

PERSEPSI KEPUASAAN PASIEN DAN DIMENSI KUALITAS PELAYANAN PENDAFTARAN PASIEN DI PUSKESMAS MULYOREJO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MOCH ERFANDA ZARKASI
NIM: P17410171017
Program Studi: DIII REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Achmad Zani P,M.Kes., M.MRS
Subjek: REKAM MEDIS,INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Moch Erfanda Zarkasi, 2020. “Persepsi Kepuasaan Pasien dan Dimensi Kualitas Pelayanaan Pendaftaran Pasien di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang”. Laporan Tugas Akhir. Program Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pembimbing Utama: Achmad Zani P, M.Kes., MMRS Kepuasaan pasien ini sangat penting untuk menjadi perhatian mengingat seringnya keluhan yang disampaikan oleh pasien, yang berkaitan dengan kinerjanya agar dapat petugas puskesmas, baik yang berkaitan dengan minimnya fasilitas yang tersedia, jaminan keamanan, kesediaan petugas dalam membantu pasien dan lain-lain penting diperhatikan untuk memiliki keunggulan bersaing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi kepuasaan pasien berdasarkan kualitas pelayanan pendaftaran pasien di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 pasien rawat jalan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 paseien rawat jalan. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan yang digunakan yaitu cross sectional survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kusioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosentase tingkat kepuasan pasien dan dimensi kualitas yang ada di Puskesmas Mulyorejo. Secara umum bahwa persepsi kepuasan pasien dan dimensi kualitas pelayanan di Puskesmas Mulyorejo berda di kategori puas. Saran dalam penelitian ini adalah untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia utamanya perekam medis, perlu adanya pembinaan terhadap karyawan agar dalam melayani pelanggan tidak mendapat persepsi yang kurang baik dari para pelanggannya. Kata Kunci: Persepsi Kepuasaan Pasien, tujuh kriteria, Dimensi Kualitas Pelayanan Pendaftaran
Cover KTI
2020

PERSEPSI PEGAWAI PUSKESMAS TERHADAP PENERIMAAN WEBSITE PUSKEMAS GRIBIG MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI WAHYUNINGSIH
NIM: 17410173033
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, S.Kp., M.MRS
Subjek: REKAM MEDIS,INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dwi Wahyuningsih, 2020. Persepsi Pegawai Puskesmas Terhadap Penerimaan Website Puskesmas Gribig Malang. Dosen Pembimbing: Gunawan, S.Kp.,MMRS. Website merupakan situs yang dapat diakses oleh siapapun, berisi berbagai informasi yang dibutuhkan. Salah satu pengguna website yang ikut berpengaruh adalah pegawai Puskesmas. Pegawai Puskemas dapat dengan mudah memberitahukan kepada masyarakat mengenai inforrmasi-informasi secara cepat. Sebuah website nantinya akan dinilai secara internal terlebih dahulu oleh Pegawai Puskesmas Gribig sebagai penerimaan adanya Website yang mempunyai nilai guna dan manfaat yang bisa membantu pengoptimalan Puskesmas. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang ingin penulis kemukakan adalah “Bagaimana persepsi pegawai terhadap penerimaan website Puskesmas Gribig?”. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi pegawai terhadap penerimaan website yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian dilakukan pada tanggal 9-18 Desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) pada 35 responden menggunakan total sampling. Teknik pengolahan datanya menggunakan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan Website Puskesmas Gribig berada pada domain Dinas Kesehatan kota Malang Pembuatan website menggunakan wordpress yang diuji menggunakan selenium IDE yang berupa fungsi dari masing-masing item berhasil, tidak mengalami error. Implementasi website dilakukan oleh peneliti dengan tujuan agar responden atau pegawai memperoleh informasi mengenai Puskesmas melalui website sehingga bisa menilai dari segi manfaat, kemudahan, dan tampilan website dengan mengisi kuisioner. Hasil penelitian Persepsi penerimaan pegawai terhadap website memperoleh nilai rata-rata 82% yang tergolong sangat tinggi pada interval 75%-100%. Kata kunci : Website Puskesmas Gribig, Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan Pengggunaan, Persepsi Tampilan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan