Menampilkan 2461–2470 dari 5188 KTI mahasiswa
2020 PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDONOR PEROKOK DAN NON PEROKOK DI UTD PMI KOTA MOJOKERTO TAHUN 2020
Lihat Detail Karya
Penulis: YUNIA UMI
NIM: P17440184012
Program Studi: D-III TEKNOLOGI BANK DARAH MALANG
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes.
Subjek: Hemoglobin,Kadar Hemoglobin,Rokok
2020 PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDONOR PEROKOK DAN NON PEROKOK DI UTD PMI KOTA MOJOKERTO TAHUN 2020 LAPORAN TUGAS AKHIR
Lihat Detail Karya
Penulis: Yunia Umi
NIM: P17440184012
Program Studi: PRODI D-III TEKNOLOGI BANK DARAH MALANG
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih, S. Kep, Ns, M. Kes.
Subjek: Hemoglobin, Kadar Hemoglobin, Rokok

Cover KTI
tidak tersedia
2020 PERBEDAAN KELENGKAPAN ISI DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA BUKU PEDOMAN ASSEMBLING DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: Alhasanatus Zuhria
NIM: 17410174066
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S.Kp., M.M
Subjek: REKAM MEDIS,INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Alhasanatus Zuhria. 2020. Perbedaan Kelengkapan Isi Dokumen Rekam Medis Rawat lnap Sebelum dan Sesudah Penggunaan Buku Panduan Assembling di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing Tutik Herawati, S.Kp, MM
Proses Assembling dokumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang pada saat ini membutuhkan buku pedoman Assembling guna menambah wawasan serta informasi yang selama ini belum diketahui oleh petugas Assembling. Pengamatan terhadap 96 dokumen, didapatkan data bahwa ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap sebesar 58,4%. Penelitian berjudul “Perbedaan Kelengkapan Isi Dokumen Rekam Medis Rawat [nap Sebelum dan Sesudah Penggunaan Buku Panduan Assembling di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang” memiliki tujuan untuk membandingkan tingkat kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap sebelum dan sesudah penggunaan Buku Panduan Assembling. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment. Peneliti menggunakan sampel yang telah dipilih oleh peneliti dalam penelitian, yaitu 96 dokumen nekam medis rawat inap. Pada penelitian kelengkapan pengisian dokumen rckam medis scbclum mcndapatkan buku panduan assembling yaitu 41,696 (43 dokumen) lengkap dan sebesar 58,4% (53 dokumen) tidak lengkap. Sedangkan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis yang sesudah mendapatkan buku panduan assembling yaitu 71,8% (69 dokumen) lengkap dan sebesar 28,196 (27 dokumen)tidak lengkap. Uji chi square hasil menggunakan aplikasi SPSS 23 menyatakan nilai Asymp.Sig sebesar 0,00, sehingga p = 0,00. untuk itu p<a. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 ditcrima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Perbedaan Tingkat Kelengkapan Pengisian Dokumen Rckam Mcdis Rawat Inap Sebelum dan Sesudah Penggunaan Buku Panduan Assembling Dokumen Rekam Medis Rawat lnap di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang.
Kata kunci: Buku Pedoman Assembling, Dokumen Rekam Medis, Rawat Inap

Cover KTI
tidak tersedia
2020 PERBEDAAN KEPUASAN PASIEN DI POLI BEDAH DAN POLI KANDUNGAN RUMAH SAKIT BAPTIS BATU SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN SISTEM PENDAFTARAN ONLINE BERBASIS WEBSITE
Lihat Detail Karya
Penulis: ADHELLA RAFTIANA WILYANDINI
NIM: P17410171003
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, S.Kp., M.MRS
Subjek: REKAM MEDIS,INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Adhella Raftiana Willyandini. 2020. Perbedaan Kepuasan Pasien Di Poli Bedah dan Poli Kandungan Rumah Sakit Baptis Batu Sebelum dan Sesudah Penerapan Sistem Pendaftaran Online Berbasis Website. Pembimbing Utama: Gunawan, S.KP., MMRS
Pendaftaran pasien Rumah Sakit Baptis Batu menggunakan sistem manual dipadukan dengan aplikasi Whatsapp belum efektif. Masalah yang sering didapatkan adalah admin harus online setiap saat, jika admin tidak dalam kondisi online maka calon pasien harus menunggu sampai admin dapat membalas pesan, sedangkan jumlah admin yang melayani hanya satu. Hal ini mempengaruhi respon time pelayanan pendaftaran, selain itu sering terjadi beberapa pasien tidak tercatat namanya pada waiting list karena pesannya tidak terbaca admin dan akhirnya berakibat pada kualitas kepuasan pasien. Sistem pendaftaran online pasien berbasis website merupakan salah satu solusi. Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan sebelum dan sesudah penerapan sistem pendaftaran online pasien berbasis website. Desain penelitian dengan Research and Development dan aplikasi dikembangkan menggunakan model waterfall dengan metode deskriptif. Populasi infinite. Besar sampel 35 , menurut Roscoe dalam Sugiyono (2011: 90) yang layak dalam penelitian adalah antara 30 - 500. Hasil kepuasan setelah diterapkannya aplikasi sistem pendaftaran online pasien berbasis website meningkat, dibuktikan tingkat kepuasan pasien berada di tingkat puas menjadi sangat puas ( 54% menjadi 80%), dengan perincian : pernyataan tampilan sistem pendaftaran berbasis whatsApp adalah sangat puas (11%) menjadi sangat puas (83%), pada pernyataan kecepatan dan ketepatan pendaftaran berbasis whatsApp adalah sangat puas (31%) menjadi sangat puas (89%), pernyataan keamanan dan kenyamanan pelayanan pendaftaran adalah sangat puas (23%) menjadi sangat puas (74%), pernyataan lama waktu tunggu sebelum periksa adalah sangat puas (11%) menjadi sangat puas (60%), pernyataan jadwal janji periksa yang sudah dibuat adalah sangat puas (11%) menjadi sangat puas (51%). Pengukuran perbedaan kepuasan dilakukan dengan melihat frekuensi masing-masing butir kuesioner sebelum dan sesudah dengan hasil. perbedaan kepuasan pasien sebelum dan sesudah penerapan aplikasi pendaftaran online pasien. Diharapkan manajemen Rumah Sakit Baptis Batu dapat mengembangkan dan menyempurnakan aplikasi ini sesuai dengan kebutuhan rumah sakit dan pasien.
Kata kunci : Kepuasan pasien, sistem pendaftaran online pasien berbasis website

Cover KTI
tidak tersedia
2020 PERBEDAAN KETEPATAN ANTARA METODE NAEGELE DAN PEMERIKSAAN USG DALAM MENENTUKAN WAKTU KELAHIRAN
Lihat Detail Karya
Penulis: FINDI FITALIA ANGGRAINI
NIM: 1602450058
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani T, A.Per.Pen.,M.Pd
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Anggraini, Findi Fitalia. 2020. Perbedaan Ketepatan antara Metode Naegele dan Pemeriksaan USG dalam Menentukan Waktu Kelahiran. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Ika Yudianti, SST., M.Keb.
Penentuan taksiran tanggal persalinan yang benar merupakan hal yang penting karena keberhasilan penatalaksanaan obstetri sangat membutuhkan pengetahuan yang pasti mengenai usia janin. Terdapat perbedaan metode dalam perhitungan taksiran persalinan menggunakan rumus Naegele dan pemeriksaan USG obstetri, rumus Naegele berpatok pada hari pertama haid terakhir (HPHT) dengan siklus menstruasi teratur, sedangkan pemeriksaan USG menggunakan pemeriksaan CRL pada Trimester I dan pemeriksaan BPD pada trimester II. Menurut studi sebelumnya, pemeriksaan USG menjadi metode yang lebih akurat untuk menentukan taksiran persalinan, sedangkan pemeriksaan USG bukan menjadi kompetensi bidan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan ketepatan antara metode Naegele dan pemeriksaan USG dalam menentukan waktu kelahiran. Desain penelitian ini adalah desain penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cohort. Sampel penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III (≥37 minggu) sebanyak 31 responden di PMB Ngadilah. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara untuk mendapatkan data HPHT dan siklus menstruasi dan mengambil hasil USG dari trimester I/II, kemudian responden diikuti sampai waktu melahirkan untuk mencatat variabel terikatnya. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact Probability Test. Hasil penelitian dari 31 responden, 17 responden (54,80%) menunjukkan data yang tepat dengan waktu kelahiran pada metode Naegele dan 22 responden (71%) menunjukkan data yang tepat dengan waktu kelahiran pada pemeriksaan USG. Berdasarkan uji hipotesis, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketepatan metode Naegele dan pemeriksaan USG dalam menentukan waktu kelahiran (ρ=0,101). Dengan demikian, baik metode Naegele maupun pemeriksaan USG sama tepatnya digunakan untuk menghitung taksiran persalinan. Diharapkan bidan dapat menggunakan metode Naegele dalam menentukan taksiran persalinan dengan melakukan pengkajian hari pertama haid terakhir (HPHT) dan siklus haid pasien dengan tepat.
Kata Kunci : metode Naegele, pemeriksaan USG obstetri, waktu kelahiran.

Cover KTI
tidak tersedia
2020 PERBEDAAN KETEPATAN ANTARA METODE NAEGELE DAN PEMERIKSAAN USG DALAM MENENTUKAN WAKTU KELAHIRAN
Lihat Detail Karya
Penulis: FINDI FITALIA ANGGRAINI
NIM: 1602450058
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani T, A.Per.Pen.,M.Pd
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Anggraini, Findi Fitalia. 2020. Perbedaan Ketepatan antara Metode Naegele dan Pemeriksaan USG dalam Menentukan Waktu Kelahiran. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Ika Yudianti, SST., M.Keb.
Penentuan taksiran tanggal persalinan yang benar merupakan hal yang penting karena keberhasilan penatalaksanaan obstetri sangat membutuhkan pengetahuan yang pasti mengenai usia janin. Terdapat perbedaan metode dalam perhitungan taksiran persalinan menggunakan rumus Naegele dan pemeriksaan USG obstetri, rumus Naegele berpatok pada hari pertama haid terakhir (HPHT) dengan siklus menstruasi teratur, sedangkan pemeriksaan USG menggunakan pemeriksaan CRL pada Trimester I dan pemeriksaan BPD pada trimester II. Menurut studi sebelumnya, pemeriksaan USG menjadi metode yang lebih akurat untuk menentukan taksiran persalinan, sedangkan pemeriksaan USG bukan menjadi kompetensi bidan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan ketepatan antara metode Naegele dan pemeriksaan USG dalam menentukan waktu kelahiran. Desain penelitian ini adalah desain penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cohort. Sampel penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III (≥37 minggu) sebanyak 31 responden di PMB Ngadilah. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara untuk mendapatkan data HPHT dan siklus menstruasi dan mengambil hasil USG dari trimester I/II, kemudian responden diikuti sampai waktu melahirkan untuk mencatat variabel terikatnya. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact Probability Test. Hasil penelitian dari 31 responden, 17 responden (54,80%) menunjukkan data yang tepat dengan waktu kelahiran pada metode Naegele dan 22 responden (71%) menunjukkan data yang tepat dengan waktu kelahiran pada pemeriksaan USG. Berdasarkan uji hipotesis, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketepatan metode Naegele dan pemeriksaan USG dalam menentukan waktu kelahiran (ρ=0,101). Dengan demikian, baik metode Naegele maupun pemeriksaan USG sama tepatnya digunakan untuk menghitung taksiran persalinan. Diharapkan bidan dapat menggunakan metode Naegele dalam menentukan taksiran persalinan dengan melakukan pengkajian hari pertama haid terakhir (HPHT) dan siklus haid pasien dengan tepat.
Kata Kunci : metode Naegele, pemeriksaan USG obstetri, waktu kelahiran

Cover KTI
tidak tersedia
2020 PERBEDAAN KETEPATAN PENYIMPANAN REKAM MEDIS SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN BUKU PEDOMAN PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS KENDALSARI
Lihat Detail Karya
Penulis: ERLYNA RAHMA AFRILLIA
NIM: P17410173032
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S.Kp., M.M
Subjek: REKAM MEDIS, INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Erlyna Rahma Afrillia. 2020. Perbedaan Ketepatan Penyimpanan Rekam Medis Sebelum dan Sesudah Penerapan Buku Pedoman Penyimpanan Dokumen Rekam Medis di Puskesmas Kendalsari. Dibimbing Oleh Tutik Herawati, S.Kp., MM.
Rekam medis mempunyai pengertian sebagai satu sistem penyelenggaraan rekam medis. Agar dapat terlaksananya penyelenggaraan rekam medis, dibutuhkan penyimpanan yang tepat di Puskesmas agar pelayanan kepada pasien dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Ditemukannya kesalahan penyimpanan menyebabkan dokumen rekam medis tidak ditemukan sehingga dapat memperlambat penanganan pasien untuk berobat ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi petugas penyimpanan agar salah simpan dokumen rekam medis dapat diminimalisir. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan jenis penelitian Research and Development (RnD) yaitu membuat Buku Pedoman Penyimpanan Dokumen Rekam Medis dan menilai Buku Pedoman Penyimpanan Dokumen Rekam Medis. Instrumen pada penelitian ini adalah checklist, di mana lembar checklist digunakan untuk menilai tepat atau tidaknya penyimpanan dokumen rekam medis. Populasi pada penelitian ini bersifat infinite, sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 96 dokumen rekam medis untuk dilihat ketepatan penyimpanannya. Dari hasil uji statistik menggunakan Chi Square diketahui bahwa nilai signifikansi adalah 0,000 di mana artinya H1 diterima dan dapat diinterpretasikan ada perbedaan ketepatan penyimpanan dokumen rekam medis pada penerapan buku pedoman penyimpanan rekam medis. Buku Pedoman Penyimpanan Dokumen Rekam Medis dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan penyimpanan di Puskesmas Kendalsari dan sebagai tambahan pengetahuan bagi petugas penyimpanan tentang rekam medis.
Kata Kunci: Buku Pedoman, Penyimpanan Dokumen Rekam Medis, Ketepatan Penyimpanan Dokumen Rekam Medis.

Cover KTI
tidak tersedia
2020 PERBEDAAN KOMPRES HANGAT DAN MOBILISASI DINI TERHADAP PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANASTESI DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR
Lihat Detail Karya
Penulis: SYAYEKTI ANTINI DWI PALUPI
NIM: 1601460008
Program Studi: Keperawatan
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Kom

Cover KTI
tidak tersedia
2020 PERBEDAAN KOMPRES HANGAT DAN MOBILISASI DINI TERHADAP PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANASTESI DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR
Lihat Detail Karya
Penulis: SYAYEKTI ANTINI DWI PALUPI
NIM: 1601460008
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom

Cover KTI
tidak tersedia
2020 PERBEDAAN PEMAHAMAN MAHASISWA D-III RMIK TERHADAP MATA KULIAH TERMINOLOGI MEDIS SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN BUKU SAKU TERMINOLOGI MEDIS
Lihat Detail Karya
Penulis: FIGA COSPININGRUM TITO PUTRI
NIM: 17410171015
Program Studi: DIII REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S.Kp.,M.M
Subjek: REKAM MEDIS,INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Figa Cospiningrum Tito Putri. 2020. “Perbedaan Pemahaman Mahasiswa D-III
RMIK Terhadap Mata Kuliah Terminologi Medis Sebelum dan Sesudah
Menggunakan Buku Saku Terminologi Medis”. Dibimbing oleh Tutik
Herawati, S.Kp., MM
Terminologi Medis adalah ilmu peristilahan medis yang merupakan bahasa khusus
antar profesi di bidang kesehatan. Perekam medis perlu memahaminya untuk bisa
menerjemahkan diagnosis dan tindakan medis pasien. Mahasiswa merasa kesulitan
dalam mempelajarinya, oleh karena itu perlu adanya buku saku yang praktis dibawa
kemana-mana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman
mahasiswa D-III RMIK sebelum dan sesudah menggunakan Buku Saku
Terminologi Medis. Jenis penelitian menggunakan rancangan quasy experiment
yang menggunakan desain pre-test and post-test group. Pembuatan buku saku
menggunakan Microsoft Word dan Canva dari berbagai referensi dengan pengujian
validitasi oleh ahli di bidangnya. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa
tingkat dua prodi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan jumlah sampel
adalah 30 mahasiswa menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat
perbedaan pemahaman sebelum dan sesudah menggunakan buku saku dilihat dari
hasil rata-rata nilai pre-test dan post-test. Hasil uji paired T-test menunjukkan nilai
signifikan 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahawa penggunaan buku saku
mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa. Saran yang diberikan yaitu buku
saku dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan dapat dikembangkan lagi.
Kata kunci: Terminologi medis, buku saku