Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2451–2460 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2020

PERANCANGAN RUANG PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS INAKTIF DI PUSKESMAS MOJOLANGU MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LISA LAILLATUS SA’DIYAH
NIM: 17410174058
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Prima Soultoni Akbar, S.ST.M.PH
Subjek: REKAM MEDIS, INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rekam medis merupakan catatan data kesehatan pasien. Puskesmas berkewajiban terhadap tersimpan, tertata dengan baik dan terlindung dari kemungkinan pencurian berkas atau pembocoran isi rekam medis. Puskesmas Mojolangu, Malang belum terdapat ruangan khusus untuk penyimpanan dokumen rekam medis inaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi dokumen, dimensi rak penyimpanan, kapasitas rak penyimpanan, serta membuat perancangan ruang penyimpanan berkas rekam medis inaktif di Puskesmas Mojolangu, Malang. Variabel independen pada penelitian ini adalah dimensi dokumen, dimensi rak penyimpanan, dan kapasitas rak penyimpanan berkas rekam medis inaktif. Variabel dependen adalah perancangan ruang penyimpanan dokumen rekam medis inaktif. Subyek penelitian yang dugunakan adalah dokumen rekam medis inaktif di Puskesmas Mojolangu, Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah dibutuhan 3 rak penyimpanan rekam medis inaktif dengan ukuran rak 120cm x 60cm dalam jangka 2 tahun mendatang. Ukuran ruang yang dibutuhkan adalah 5,7 m x 1,8 m. Isi ruangan yang dibutuhkan adalah rak terbuka, Air Conditioner, komputer, meja dan kursi, jam dinding, serta tempat sampah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dibutuhakan ruang penyimpan dokumen rekam medis inaktif dengan 3 rak dalam jangka 2 tahun. Kata kunci: rekam medis, perancangan ruang inaktif.
Cover KTI
tidak tersedia
2020

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS METODE PEMBACAAN KONSENTRASI KADAR SLS (Sodium Lauryl Sulfate) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis DAN PENCITRAAN DIGITAL

Lihat Detail Karya
Penulis: FIRDA WIDYARTI
NIM: P1712P0173016
Program Studi: PRODI D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Riska Yudhistia Asworo S.Si, M.Si
Subjek: akurasi, linieritas, presisi, spektrofotometri UV-Vis, pencitraan digital
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sodium Lauryl Sulfate (SLS) adalah surfaktan anionik yang dapat ditemukan di dalam produk pembersih. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektifitas metode pembacaan konsentrasi terhadap kadar SLS (Sodium Lauryl Sulfate) secara spektrofotometri UV-Vis dan pencitraan digital. Uji yang digunakan untuk penentuan efektifitas kedua metode ini adalah uji validasi dengan parameter yaitu Linieritas, Presisi, dan Akurasi. Hasil koefisien korelasi (r) pada uji linieritas menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan Pencitraan Digital secara berturut-turut adalah 0,996 dan 0,997. Presisi (ketelitian) dari kedua metode diperoleh nilai RSD berturut-turut adalah 2,93% dan 2,49%. Akurasi (ketepatan) dari kedua metode diperoleh nilai %recovery berturut-turut adalah 108,3% dan 98,3%. Hasil analisis statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa metode pencitraan digital efektif untuk menganalisis kadar SLS pada sampel dan dapat menjadi alternatif analisa kuantitatif sampel SLS selain metode spektrofotometri UV-Vis. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan analisis kadar SLS pada sampel menggunakan metode pencitraan digital. Selain itu juga dapat dilakukan perbandingan metode lain dan uji ketahanan metode. Kata kunci : akurasi, linieritas, presisi, spektrofotometri UV-Vis, pencitraan digital
Cover KTI
tidak tersedia
2020

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TEST KIT VITAMIN C KOMERSIAL DENGAN TEST KIT VITAMIN C EKSTRAK BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus) SECARA KUALITATIF

Lihat Detail Karya
Penulis: ELIN RAHMA SETYA RIPTI
NIM: P17120174035
Program Studi: PRODI DIPLOMA 3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi W, S.Kep.Ns.M.kes.
Subjek: Vitamin C, Test kit, Ekstrak amilum biji nangka.
Lihat Abstraksi
Elin Rahma Setya Ripti. 2020. Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Perbandingan Efektivitas Test Kit Vitamin C Komersial dengan Test Kit Vitamin C Ekstrak Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus) Secara Kualitatif”. Pembimbing : Riska Yudhistia Asworo S.Si, M.Si ABSTRAK Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin C mempunyai fungsi sebagai penangkal radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan dalam tubuh. Pentingnya asupan vitamin C dalam tubuh mendorong tersedianya lebih banyak produk suplemen atau minuman yang mengandung vitamin C di pasaran. Pada zaman teknologi saat ini pengujian untuk uji vitamin C dituntut untuk lebih sederhana, cepat dan tepat. Kini mulai populer penggunaan metode rapid test kit atau metode uji cepat secara kualitatif. Test kit untuk vitamin C yang beredar di pasaran masih tergolong mahal dan terbuat dari bahan kimia. Oleh karena itu perlu adanya alternatif test kit untuk uji kualitatif vitamin C yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari test kit vitamin C dari ekstrak amilum biji nangka (Artocarpus Heterophyllus) dengan test kit yang sudah terjual di pasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen (experimental research) dan parameter yang digunakan adalah limit deteksi, perubahan warna dan harga dari masing – masing test kit. Dari parameter yang telah diujikan test kit dari ekstrak amilum biji nangka lebih efektif dibandingkan dengan test kit yang dijual di pasaran. Kata kunci : Vitamin C, Test kit, Ekstrak amilum biji nangka.
Cover KTI
tidak tersedia
2020

PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PENDONOR DI DATARAN TINGGI PEGUNUNGAN DAN PESISIR PANTAI

Lihat Detail Karya
Penulis: AHMAD ARFAN ZUHRONA
NIM: P17440184006
Program Studi: PRODI D-III TEKNOLOGI BANK DARAH MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka Sudiwati, S.Kp.,M.Kes.
Subjek: Perbandingan Kadar HB Pendonor Di Dataran Tinggi Pegunungan dan Pesisir Pantai
Cover KTI
2020

PERBEDAAN SKOR MAHASISWA D-III RMIK TENTANG PENGETAHUAN DATA MORBIDITAS RL 4A DAN RL 4B SETELAH MENGGUNAKAN MODUL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM

Lihat Detail Karya
Penulis: DINA INTAN AWWALIYAH SAFITRI
NIM: 17410172020
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, S.Kp., M.MRS
Subjek: REKAM MEDIS, INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dina Intan Awwaliyah Safitri.2020.”Perbedaan Skor Mahasiswa D-III RMIK Tentang Pengetahuan Data Morbiditas RL 4A dan RL 4B Setelah Menggunakan Modul Pembelajaran Praktikum”. Dibimbing Oleh Gunawan, S.Kp.,MMRS. Sistem Informasi Rumah Sakit RL 4A dan RL 4B merupakan bagian dari matakuliah statsitik fasyankes sehingga sebagai calon perekam medis mahasiswa perlu memahaminya. Rekapitulasi Laporan 4A dan 4B termasuk dalam pelaporan eksternal rumah sakit yang dilaporkan setiap tahun kedalam SIRS Online. Masalah yang ditemukan saat studi pendahuluan adalah mahasiswa menyatakan materi RL 4A dan RL 4B sulit untuk dipahami. Mahasiswa juga mengatakan kurangnya ketersediaan alat dan bahan belajar untuk mempelajari tentang data morbiditas RL 4A dan RL 4B yang terdapat pada matakuliah statistik fasyankes. Penelitian ini bertujuan untuk membuat modul pembelajaran praktikum guna meningkatkan skor mahasiswa tentang pengetahuan data morbiditas RL 4A dan RL 4B. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan pre experiment yang menggunakan desain one group pre test post test. Pembuatan desain sampul modul menggunakan aplikasi canva dan isi modul disusun menggunakan Microsoft Office Word. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat dua prodi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang, dengan jumlah sampel 60 mahasiswa yang diambil menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar soal pre test dan post test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre test adalah 45,50 dan post test 80,40. Hasil uji paired t-test menunjukkan ada perbedaan rata-rata nilai sebelum dan setelah sebesar -34.900 dengan nilai signifikan 0,000<0,05. Kesimpulannya terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah menggunakan modul pembelajaran praktikum serta mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Saran yang diberikan yaitu modul dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan dapat dikembangkan lagi untuk materi lain. Kata kunci : Rekapitulasi Laporan, modul pembelajaran praktikum
Cover KTI
2020

PERBEDAAN ANGKA KEHILANGAN DOKUMEN REKAM MEDIS SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKAN DESAIN TRACER DI PUSKESMAS BARENG KOTA MALANG TAHUN 2019

Lihat Detail Karya
Penulis: Alifia Rahmadillah Susilo
NIM: 17410173029
Program Studi: D III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Achmad Zani P. M.Kes., M.MRS
Subjek: REKAM MEDIS, INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Alifia Rahmadillah Susilo. 2020. “Perbedaan Angka Kehilangan Dokumen Rekam Medis Sebelum dan Sesudah Diterapkan Desain Tracer di Pusesmas Bareng Kota Malang Tahun 2019”. Dibimbing oleh: Achmad Zani Pitoyo,M.Kes.,MMRS Ketersediaan berkas rekam medis secara cepat dan tepat pada saat dibutuhkan akan sangat membantu mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Jika sistem penyimpanan berkas rekam medis yang dipakai kurang baik, akan timbul masalah-masalah yang dapat mengganggu ketersediaan berkas rekam medis. Dalam hal kegiatan penyimpanan berkas rekam medis, petugas di Puskesmas Bareng Kota Malang sudah menggunakan tracer untuk menandai berkas yang sedang keluar namun pada tracer masih terdapat item-item yang belum lengkap seperti tanggal keluar dokumen rekam medis dan tujuan poli. Hal ini akan berdampak pada misfile, dan mempersulit pengembalian berkas rekam medis sesuai urutannya. Metode penelitian ini yaitu quasi eksperimen yang menggunakan desain Pre-test Post-test. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua berkas rekam medis rawat jalan Puskesmas Bareng yaitu berjumlah 75 dokumen. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Berdasarkan hasil pengambilan sampel diperoleh 4 dokumen rekam medis yang hilang atau misfile pada saat sebelum diterapkannya desain tracer. Teknik pengumpulan data menggunakan tabel checklist untuk mengetahui perbedaan jumlah angka kehilangan dokumen rekam medis. Teknik analisis menggunakan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan angka kehilangan dokumen rekam medis sebelum diterapkan desain tracer mendapatkan prosentase 94% dengan jumlah 4 dokumen dan setelah diterapkan desain tracer mendapatkan prosentase 100% dengan jumlah lengkap. Analisis data didapatkan nilai sig yaitu 0,042 yang artinya nilai sig. lebih kecil dari 0,05 sehingga berarti ada perbedaan angka kehilangan dokumen rekam medis sesudah digunakan tracer rancangan baru. Pada awalnya, tracer dengan item yang kurang lengkap dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap misfile nya dokumen. Setelah dilakukan sosialisasi dan implementasi, petugas akhirnya menyadari bahwa tracer dengan item yang lengkap dapat membantu mengurangi angka kehilangan dokumen rekam medis. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian dengan cakupan yang lebih luas mengenai analisa faktor yang dapat mempengaruhi angka kehilangan dokumen rekam medis. Kata kunci : Tracer, Angka kehilangan dokumen, Desain
Cover KTI
2020

PERBEDAAN ANTARA KONSELING GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA LEAFLET DAN MEDIA BERBASIS ANDROID TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN SERTA KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN IBU MENYUSUI DI KELURAHAN BANDUNGREJOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: Martha Leona Elizabeth
NIM: 1603410048
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Tapriadi, SKM., M.Pd
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MARTHA LEONA ELIZABETH, 2020. Perbedaan Antara Konseling Gizi Seimbang dengan Media Leaflet dan Media Berbasis Android terhadap Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan serta Konsumsi Energi dan Protein Ibu Menyusui di Kelurahan Bandungrejosari. Pembimbing : Tapriadi dan I Nengah Tanu Kolyna. Latar Belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah sumber informasi, yaitu informasi yang diperoleh dari berbagai sumber baik dari promosi kesehatan, media cetak, serta media elektronik. Hasil survei pendahuluan 10 sampel yang diteliti hasil kuisioner menunjukkan perilaku seputar kesehatan gizi seimbang masih di bawah rata-rata yaitu 53,6% pada pengetahuan, 40% pada sikap dan 47,4% pada keterampilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan antara konseling gizi seimbang dengan media leaflet dan media berbasis android terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan serta konsumsi energi dan protein ibu menyusui di Kelurahan Bandungrejosari. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuasi experimental dengan rancangan pre-test post-test design menggunakan 2 kelompok. Variabel bebas adalah konseling gizi seimbang dengan media leaflet dan media android. Variabel terikat adalah tingkat pengetahuan, sikap, keterampilan serta konsumsi energi dan protein ibu menyusui. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Bandungrejosari, Malang. Waktu pelaksanaan pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2019 selama 3 minggu. Hasil: Konseling gizi seimbang menggunakan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan dan media android pada ibu menyusui dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, asupan energi-protein. Konseling gizi seimbang dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 6,3%, sikap 25,2%, keterampilan 12,7%, konsumsi energi 36,5% dan konsumsi protein 7,17%. Kesimpulan: Konseling dengan media leflet memberikan perubahan yang bermakna pada rerata pengetahuan. Konseling dengan media berbasis android memberikan perubahan yang bermakna pada rerata pengetahuan, sikap, keterampilan, konsumsi energi dan protein. Saran: Konseling gizi seimbang menggunakan media berbasis android lebih baik dibandingkan leaflet, namun perlu adanya penyempurnaan media berupa notifikasi supaya ibu menyusui dapat mengingat kapan ibu perlu menerapkan materi yang didapat dalam kehidupan sehari-hari Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Keterampilan, Konsumsi energi dan protein
Cover KTI
2020

PERBEDAAN DAYA TERIMA DAN TINGKAT KESUKAAN PADA MODIFIKASI PMT BALITA GIZI KURANG USIA 12-59 BULAN DI PUSKESMAS JANTI

Lihat Detail Karya
Penulis: NURULLOH
NIM: 1603410001
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi, STP., M.Kes
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NURULLOH. 2020. Perbedaan Daya Terima dan Tingkat Kesukaan pada Modifikasi PMT Balita Gizi Kurang Usia 12-59 Bulan di Puskesmas Janti. Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi, dan I Nengah Tanu K. Di Jawa Timur, prevalensi balita yang tidak mengahabiskan biskuit PMT standar sebesar 36%. Ada beberapa alasan anak tidak menghabiskan PMT program, alasan pertama anak tidak mau (66,6%), ibu lupa memberikan (3,9%), ada efek samping ( 0,5%), dimakan ART lain ( 23,4%), lain (5,6%). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan modifikasi PMT balita terhadap daya terima dan tingkat kesukaan balita gizi kurang umur 12-59 bulan di Puskesmas Janti. Penelitian ini merupakan penelitian experimental, menggunakan pre experimental designs dengan rancangan one group pretest posttest. Sampel penelitian yaitu 16 balita gizi kurang umur 12-59 bulan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modifikasi biskuit PMT, variabel terikat adalah daya terima dan tingkat kesukaan balita gizi kurang umur 12-59 bulan di puskesmas Janti Malang . Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 yang bertempat di wilayah Puskesmas Janti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi PMT berupa bola-bola coklat dan puding coklat dapat meningkatkan daya terima dan tingkat kesukaan balita gizi kurang umur 12-59 bulan. Daya terima bola-bola coklat dan pudding coklat lebih baik dibandingkan biskuit PMT standar. Daya terima bola-bola coklat dan puding coklat adalah dimakan seperempat porsi sedangkah biskuit PMT standar hampir utuh. Tingkat kesukaan rasa bola-bola coklat lebih baik dibandingkan biskuit PMT standar dan puding coklat. Tingkat kesukaan warna bola-bola coklat dan pudding coklat lebih baik dibandingkan biskuit PMT standar. Tingkat kesukaan aroma pada semua jenis PMT adalah suka. Tingkat kesukaan tampilan bola-bola coklat dan pudding coklat lebih baik dibandingkan biskuit PMT standar. Tingkat kesukaan tekstur bola-bola coklat dan puding coklat lebih baik dibandingkan biskuit PMT standar. PMT standar adalah tidak. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat perbedaan daya terima dan tingkat kesukaan yang signifikan antara biskuit PMT standar dengan modifikasi PMT (bola-bola coklat) balita gizi kurang umur 12-59 bulan di Puskesmas Janti. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat perbedaan daya terima dan tingkat kesukaan yang tidak signifikan antara biskuit PMT standar dengan modifikasi PMT (puding coklat) balita gizi kurang umur 12-59 bulan di Puskesmas Janti. Modifikasi PMT berupa bola-bola coklat dan puding coklat dapat digunakan untuk meningkatkan daya terima dan tingkat kesukaan anak pada biskuit PMT standar KATA KUNCI: Modifikasi, gizi kurang, PMT, daya terima, dan tingkat kesukaan.
Cover KTI
2020

PERBEDAAN DERAJAT AGLUTINASI PADA PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH METODE TABUNG ANTARA SEL DARAH MERAH YANG DICUCI DAN TIDAK DICUCI DI UDD PMI KABUPATEN LUMAJANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RATIH ANGGRAINI
NIM: P17440195012
Program Studi: PRODI D-III TEKNOLOGI BANK DARAH MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka Sudiwati, S.Kp, M.Kes
Lihat Abstraksi
Pemeriksaan laboratorium sebelum pemberian transfusi darah merupakan bagian yang sangat vital dalam kegiatan transfusi. Pada beberapa jenis pemeriksaan pra transfusi membutuhkan suspensi sel darah merah. Pembuatan suspensi sel bertujuan untuk mengoptimalkan reaksi antigen-antibodi sehingga reaksi yang muncul dapat diamati dengan jelas. Praktek kerja penentuan golongan darah menggunakan suspensi sel darah merah, di mana dalam penyediaannya menggunakan fase pencucian yang memakan waktu. Jenis sampel yang digunakan dapat berupa whole blood dengan antikoagulan. Karena keterbatasan waktu, maka modifikasi dilakukan pada prosedur baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajat aglutinasi pada pemeriksaan golongan darah metode tabung anatar sel yang di cuci dan tidak di cuci. Uji golongan darah metode tabung dilakukan pada sampel darah vena dengan teknik penanganan sampel yaitu, sampel darah antikoagulan EDTA dengan penyimpanan dalam refrigerator 2-6 derajat Celcius. Jumlah sampel untuk penelitian ada 30 sampel, dan dilakukan penilaian derajat aglutinasi pada uji golongan darah, dilakukan oleh 2 analis. Hasil derajat agutinasi dibedakan antara 2 teknik pemeriksaan anatara sel darah merah yang dicuci dan tidak dicuci.
Cover KTI
tidak tersedia
2020

PERBEDAAN KADAR HEMATOKRIT ANTARA PRODUK PACKED RED CELLS MELALUI PROSES SENTRIFUGASI DENGAN PROSES SEDIMENTASI DI UDD PMI KABUPATEN JEMBER

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI AYU WULANDARI
NIM: P17440195007
Program Studi: D-III TEKNOLOGI BANK DARAH MALANG
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh S.Kp, M.Kes.
Subjek: Packed Red Cells,Hematokrit,Sentrifugasi,Sedimentasi
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan