Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2421–2430 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2020

PENGARUH PENYULUHAN HIGIENE SANITASI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI SDIT INSAN PERMATA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LELITA PERMATASARI
NIM: 1603410067
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Maryam Razak, STP, M.Si
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
Lelita Permatasari. 2020. Pengaruh Penyuluhan Higiene Sanitasi Terhadap Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Penjamah Makanan Pada Penyelenggaraan Makanan Di Sdit Insan Permata Kota Malang. Dibimbing oleh : Maryam Razak, STP, M.Si dan Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan hasil bahwa penerapan higiene sanitasi penjamah makanan di SDIT Insan Permata Kota Malang masih kurang, diantaranya adalah tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, penutup kepala terutama laki-laki karena yang perempuan semua berkerudung, jarang menggunakan celemek pada proses pengolahan, ada penjamah makanan yang berbicara saat mengolah makanan, pada pengelolaan sampah belum memisahkan sampah organik dan nonorganik, kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani lauk hewani dan nabati. Penjamah makanan menyatakan belum pernah mengikuti penyuluhan higiene sanitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan higiene sanitasi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku penjamah makanan pada penyelenggaraan makanan di SDIT Insan Permata Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan desain penelitian one group pretest- posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Data yang diambil berupa karakteristik (usia, jenis kelamin, riwayat pendidikan, lama bekerja, riwayat mengikuti penyuluhan), tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai higiene sanitasi yang diperoleh dengan pengisian kuesioner pretest dan posttest. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa seluruh penjamah makanan berada pada kategori usia produktif, sebesar 50% penjamah makanan berjenis kelamin laki-laki, berlatar belakang pendidikan SMP dan SMA, memiliki pengalaman kerja sebagai penjamah makanan 7 bulan sampai 14 tahun, dan seluruh tenaga penjamah makanan belum pernah mengikuti pelatihan mengenai higiene dan sanitasi. Kesimpulan: Pemberian penyuluhan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku penjamah makanan. Kata kunci: higiene sanitasi, penyuluhan, pengetahuan, sikap, perilaku.
Cover KTI
2020

PENGARUH PIJAT REFLEKSI TELAPAK KAKI TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DI RSUD NGUDI WALUYO WLING

Lihat Detail Karya
Penulis: YULIONE VICKY FAJAR
NIM: 1601460020
Program Studi: Keperawatan
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S.Kep, Ns.M.Kep
Cover KTI
2020

PENGARUH PIJAT REFLEKSI TELAPAK KAKI TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: YULIONE VICKY FAJAR
NIM: 1601460020
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S.Kep. Ns, M.Kep
Cover KTI
tidak tersedia
2020

PENGARUH PROSES PENGOLAHAN TERHADAP KADAR VITAMIN B1 (Tiamin) PADA NASI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE

Lihat Detail Karya
Penulis: KADEK DIAH SANITHA VIDYASTUTI
NIM: P17120174034
Program Studi: PROGRAM STUDI D3 ANALIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Elok Widayanti, S.Si, M.Si
Subjek: Vitamin B1, konvensional, modern, spektrofotometri UV-Visible
Lihat Abstraksi
ABSTRAK KADEK DIAH SANITHA VIDYASTUTI. Pengaruh Proses Pengolahan Terhadap Kadar Vitamin B1 (Tiamin) Pada Nasi Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Visible. Dibimbing oleh Elok Widayanti, S.Si, M.Si Vitamin B1 merupakan mikonutrien yang terdapat pada makanan, dan merupakan komponen penting yang memiliki dampak besar pada kesehatan. Dalam sehari dibutuhkan vitamin B1 sebanyak 0,8 mg untuk balita dan 1,4 mg untuk dewasa. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan mengolah beras menjadi nasi dengan cara konvensional yang menggunakan kukus. Dan cara modern yaitu dilakukan dengan cara modern yaitu rice cooker. Mengacu pada sifat vitamin B1 yang tidak stabil terhadap panas, dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang memasak menggunakan cara konvensional maupun modern, maka diperlukan kajian mengenai analisis kandungan vitamin B1 pada nasi untuk mengetahui kadar optimalnya. Penetapan kadar vitamin B1 pada nasi dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Visibel. Hasi penelitian didapatkan rata-rata kadar vitamin B1 pada nasi yang dimasak menggunakan metode modern lebih tinggi (18,5494 mg/100 g) dibandingkan dengan metode konvensional (5,1354 mg/100 g). Dengan uji statistik independent sampel T-test keduanya tidak berbeda secara signifikan (p value 0,112 > 0,05). Kata kunci: Vitamin B1, konvensional, modern, spektrofotometri UV-Visible
Cover KTI
2020

PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ELINDA MIFTAHUR ROHMA
NIM: 1601460010
Program Studi: Keperawatan
Dosen Pembimbing: Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kp.,M.Kes
Cover KTI
2020

PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ELINDA MIFTAHUR ROHMA
NIM: 1601460010
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom
Cover KTI
2020

PENGARUH STIMULUS KUTANEUS (SLOW-STROKE BACK MASSAGE) DAN TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: ASRI PURWANTI RAHAYU
NIM: 1601460004
Program Studi: Keperawatan
Dosen Pembimbing: Rosyyana Septyasih, s.Kp.,M.Pd
Cover KTI
2020

PENGARUH STIMULUS KUTANEUS (SLOW-STROKE BACK MASSAGE) DAN TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: ASRI PURWANTI RAHAYU
NIM: 1601460004
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Rosyyana Septyasih, S.Kp.,M.Pd
Cover KTI
2020

PENGARUH SUBSTITUSI DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN STROBERI (Fragaria × ananassa) TERHADAP BROWNIES TEMPE KUKUS SEBAGAI SNACK UNTUK IBU HAMIL ANEMIA

Lihat Detail Karya
Penulis: NURUL FAJRIN KUMALASARI
NIM: 1603410068
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NURUL FAJRIN KUMALASARI. 2020. Pengaruh Substitusi Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Stroberi (Fragaria x ananassa) terhadap Brownies Tempe Kukus sebagai Snack untuk Ibu Hamil Anemia (Mutu Gizi dan Mutu Organoleptik). Dibawah bimbingan I Komang Suwita dan Theresia Puspita. Anemia pada ibu hamil dihubungkan dengan kelahiran premature serta kematian ibu dan anak. Salah satu penanganan anemia dengan meningkatan asupan makanan sumber zat gizi (protein, zat besi, vitamin C). Penggunaaan tempe, daun kelor dan stroberi sebagai bahan utama brownies kukus diharapkan dapat memenuhi kebutuhan snack ibu hamil anemia. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan proporsi formula brownies tempe kukus subtitusi daun kelor dan stroberi terhadap mutu gizi dan mutu organoleptik sebagai snack untuk ibu hamil anemia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan subtitusi daun kelor dan stroberi pada 4 taraf perlakuan, yaitu 0:0 (P0), 20:30 (P1), 15:35 (P2), 10:40 (P3). Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei 2020 di rumah peneliti dikarenakan keadaan Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan subtitusi daun kelor dan stroberi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu gizi produk yaitu, kadar protein, lemak, karbohidrat, energi, zat besi dan vitamin C. Semakin bertambahnya jumlah substitusi daun kelor dan stroberi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu organoleptik produk yaitu pada kategori aroma, rasa dan tekstur, sedangkan pada kategori warna tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Taraf perlakuan P3 (10:40) merupakan taraf perlakuan terbaik dengan tingkat penerimaan panelis sebesar >80%. Dalam 100 gram produk dapat memenuhi standar kebutuhan zat gizi, yaitu energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi bagi ibu hamil anemia trimester I dengan perhitungan secara empiris, kecuali pemenuhan vitamin C dibutuhkan konsumsi brownies sebanyak 120 gram. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait mutu gizi dengan hasil analisis laboratorium serta menambahkan bahan untuk menghilangkan aftertaste dan memperbaiki tekstur brownies. KATA KUNCI: anemia ibu hamil, brownies kukus, tempe, daun kelor, stroberi
Cover KTI
2020

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE KEDELAI (Glycine max), DAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP KADAR GIZI EMPIRIS, MUTU GIZI PROTEIN, DAN MUTU ORGANOLEPTIK PAI SUSU SEBAGAI PENANGANAN BALITA GIZI BURUK FASE REHABILITASI

Lihat Detail Karya
Penulis: CHANDRAWATI MUSTIKASARI
NIM: 1603410045
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, STP, MP
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Chandrawati Mustikasari, 2020. Pengaruh Substitusi Tepung Tempe Kedelai (Glycine Max), dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata) terhadap Kadar Gizi Empiris, Mutu Gizi Protein, dan Mutu Organoleptik Pai Susu sebagai Penanganan Balita Gizi Buruk Fase Rehabilitasi. Pembimbing: Theresia Puspita, STP, MP dan I Komang Suwita, SST., MP Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 sebesar 4,9%, tahun 2013 sebesar 5,7%, dan tahun 2018 sebesar 3,9%. Dibandingkan dengan hasil kegiatan Pemantauan Status Gizi (PSG) balita usia 0-59 bulan berdasarkan indeks BB/U pada tahun 2015 prevalensi gizi buruk sebesar 3,8%, tahun 2016 sebesar 3,4%, dan pada tahun 2017 sebesar 3,8% (Kemenkes 2017). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung tempe kedelai, dan tepung labu kuning terhadap kadar gizi empiris (protein, lemak, karbohidrat, energi, beta karoten) mutu gizi protein empiris (DC, SAA, NPU), dan mutu organoleptik (uji hedonik) pai susu sebagai PMT pemulihan bagi balita gizi buruk fase rehabilitasi. Metode penelitian menggunakan perhitungan empiris dan eksperimental laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penentuan taraf perlakuan berdasarkan standar PMT pemulihan untuk anak balita mengacu pada Permenkes RI No. 51 tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar beta karoten/vitamin A. Kadar protein, lemak secara empiris dan nilai energi cenderung meningkat dengan semakin banyaknya substitusi tepung tempe kedelai dan menurun dengan semakin banyaknya substitusi tepung labu kuning. Perlakuan terbaik berdasarkan penilaian menggunakan Indeks efektivitas adalah P3 75 : 10 : 15). Kata Kunci : Gizi Buruk, Tepung Tempe Kedelai, Tepung Labu Kuning, Pai Susu, Kadar Gizi Empiris, Mutu Gizi Protein, Mutu Organoleptik
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan