Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2291–2300 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2020

HUBUNGAN PERENCANAAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KESIAPAN PERSALINAN (2022)

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISATUL AYU FAJRIYAH
NIM: 1502450049
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Reni Wahyu Triningsih, SST., M.Kes.
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Persalinan merupakan proses alamiah yang diharapkan bisa dilalui dengan baik oleh setiap perempuan. Persalinan yang normal dan lancar membutuhkan persiapan fisik dan mental pada ibu hamil. Adanya ketidaksiapan dalam menghadapi persalinan dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah hingga komplikasi seperti terjadinya kecemasan dan masalah fisik pada ibu, bagi bayi dapat terjadi IUGR dan BBLR. Untuk mewujudkan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan maka perlu perencanaan persalinan (birth plan) yang disusun pada saat hamil.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perencanaan persalinan pada ibu hamil trimester III dengan kesiapan persalinan. Desain penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 50 ibu hamil trimester III , sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman rank dengan ρ value < α (0,016 < 0,05) maka dapat disimpulkan H0 ditolak, artinya terdapat hubungan perencanaan persalinan pada ibu hamil trimester III dengan kesiapan persalinan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, hendaknya menjadi pertimbangan bagi penolong persalinan maupun ibu hamil untuk mulai menerapkan perencanaan persalinan dengan menuliskan birth plan. Kata Kunci : Perencanaan Persalinan, Birth Plan, Kesiapan Persalinan
Cover KTI
2020

HUBUNGAN POLA MAKAN (JUMLAH, JENIS, DAN JADWAL) DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS CISADEA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INGE NANDASARI
NIM: 1603410040
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM, M.Sc
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK INGE NANDASARI, 2020. Hubungan Pola Makan (Jumlah, Jenis, dan Jadwal) dengan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Pembimbing: Annasari Mustafa dan Sutomo Rum Teguh, K. Abstrak : Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi diabetes mellitus di Jawa Timur berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk semua umur sebesar 2,0% yang dikategorikan tinggi apabila dibanding dengan prevalensi diabetes mellitus di Indonesia sebesar 1,5%. Sedangkan menurut profil kesehatan Kota Malang, penderita diabetes mellitus tipe 2 di Kota Malang masuk dalam peringkat 4 dalam daftar 10 besar penyakit Kota Malang tahun 2017. Diet merupakan awal dari usaha untuk mengendalikan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan (jumlah, jenis, dan jadwal) makan dengan kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Penelitian ini merupakan observational analitic dengan pendekatan cross sectional dengan uji chi square. Populasi dalam penelitian in adalah pasien DM tipe 2 yang mengikuti prolanis di Puskesmas Cisadea Kota Malang yang berjumlah 60 orang, didapatkan sampel 52 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p>0,05. Dimana nilai p value (p = 0,7111; 0,563; 0,345; 0,471; dan 0,425). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah makanan (asupan lemak, protein, karbohidrat), jenis makanan, dan jadwal makan dengan kadar glukosa darah pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Kata kunci : jumlah makan, jenis makanan, jadwal makan, kadar glukosa darah
Cover KTI
2020

HUBUNGAN POST ANESTHESIA SHIVERING DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OP SECTIO CAESAREA DI RECOVERY ROOM RSUD BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: VIVIAN YESSICA
NIM: 1601460015
Program Studi: Keperawatan
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Kom
Cover KTI
2020

HUBUNGAN POST ANESTHESIA SHIVERING DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OP SECTIO CAESAREA DI RECOVERY ROOM RSUD BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: VIVIAN YESSICA
NIM: 1601460015
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom
Cover KTI
2020

HUBUNGAN RIWAYAT MEROKOK DENGAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG 2020

Lihat Detail Karya
Penulis: FANDA EKA DESYATI
NIM: 1601460032
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Maria Diah Ciptaningtyas, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB
Subjek: Keperawatan
Lihat Abstraksi
Merokok adalah hal yang sering kita jumpai di masyarakat dan sudah menjadi salah satu bagian dari kegiatan rutin kebanyakan masyarakat. Didalam rokok terdapat senyawa yang dapat memperburuk keadaan pembuluh darah serta aliran darah yang di dapat dengan pengukuran Ankle Brachial Index (ABI) yang merupakan rasio dari tekanan darah sistolik di lengan dengan tekanan sistolik di kaki bagian bawah. Tujuan penelitian untuk mennganalisis hubungan riwayat merokok terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI). Desain penelitian korelasional, sampel 40 responden menggunakan purposive sampling. Instrument penelitian, peneliti menggunakan lembar wawancara, lembar observasi pengukuran dan Standart Operasional Prosedure pengukuran Ankle Brachial Index. Data diolah meggunakan SPSS 25, dengan =0.05. Hasil penelitian menunjukkan kategori tidak merokok sebagian besar mendapat nilai ABI >1,0-1,2 yang dikategorikan vaskularisasi normal sebanyak 17,5%, kategori merokok ringan sebagian besar mendapat nilai ABI >1,0-1,2 yang diaktegorikan vaskularisasi normal sebanyak 15%, kategori merokok sedang mendapat nilai ABI >1,3-1,4 dikategorikan vaskularisasi mengalami elevasi sebanyak 10% dan dinilai ABI >1,0-1,2 yang dikategorikan vaskularisasi normal sebanyak 10%, untuk kategori merokok berat mendapat nilai ABi >1,3-1,4 yang dikategorikan vaskularisasi mengalami elevasi sebanyak 15%. Berdasarkan Uji Spearmen diperoleh nilai p=0,564 >  = 0,05, sehingga H1 ditolak. Disimpulkan tidak ada hubungan riwayat merokok terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI). Diharapkan pada penelitian pada penelitian selanjutnya untuk memperhatikan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan nilai Ankle Brachiale Index (ABI) dan pengukuran dilengakapi menggunakan dopler vaskuler.
Cover KTI
2020

HUBUNGAN STATUS ANTHROPOMETRI DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH, HBA1C DAN POLA MAKAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TARIK KABUPATEN SIDOARJO

Lihat Detail Karya
Penulis: Dwi Suci Wulandari
NIM: P17110173025
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Rany Adelina, S. Gz, MS
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
x ABSTRAK Dwi Suci Wulandari. 2020. Hubungan Status Anthropometri dengan Kadar Glukosa Darah, Kadar HbA1c dan Pola Makan pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tarik Kabupaten Sidoarjo. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Rany Adelina. Pendahuluan: belum ada batasan IMT ataupun LP bagi diabetesi, padahal diperlukan karena diabetes berisiko lebih tinggi mengalami kegemukan, obesitas dislipidemia, dan hipertensi dibandingkan yang bukan diabetes. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara status anthropometri dengan kadar glukosa darah, HbA1c dan pola makan pada penderita DM di Puskesmas Tarik Kabupaten Sidoarjo. Metode: menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel adalah consecutive non random sampling dengan jumlah sampel 30 subjek. Alat pengumpul data yang digunakan berupa hasil pemeriksaan laboratorium, data prolanis, form sq-ffq, lembar observasi dan informed consent. Analisis statistik menggunakan non parametrik chi square. Hasil: sebagian besar subjek dengan status gizi gemuk dan obesitas sentral memiliki kadar glukosa darah sewaktu lebih sebesar 40% dan HbA1c lebih sebesar 36,6%. Presentase subjek yang mengkonsumi makanan dengan IG rendah lebih tinggi daripada yang mengkonsumsi IG tinggi. Terdapat hubungan antara status anthropometri dengan kadar glukosa darah sewaktu serta HbA1c pada penderita DM menunjukkan nilai p-value >0,005. Hubungan antara pola makan dengan status anthropometri, kadar glukosa darah sewaktu dan HbA1c menunjukkan nilai p-value >0,005 untuk semua kategori IG. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan signifikan antara status anthropometri dengan kadar glukosa darah sewaktu, HbA1c, maupun pola makan pada penderita DM. Namun terjadi peningkatan tren terhadap kadar glukosa darah sewaktu dan HbA1c pada subjek dengan IMT gemuk dan LP obesitas sentral. Kata kunci: status anthropometri, kadar glukosa darah sewaktu, HbA1c, pola makan, diabetes melitus tipe 2.
Cover KTI
2020

HUBUNGAN STATUS PEMBERIAN ASI DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI TERHADAP KEJADIAN STUNTING DAN TIDAK STUNTING PADA BALITA (STUDI LITERATUR)

Lihat Detail Karya
Penulis: YOGA MAHARDHIKA PRATAMA
NIM: P17110171021
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN, SE, M. Kes NIP.
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yoga Mahardhika Pratama. 2020. Hubungan Status Pemberian ASI dan Riwayat Penyakit Infeksi (Diare dan ISPA) terhadap Kejadian Stunting pada Balita (Studi Literatur). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang di bawah bimbingan (I Nengah Tanu). Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018 diketahui bahwa prevalensi balita pendek sebesar 30,8%. Angka tersebut lebih rendah daripada tahun 2013 sebesar 36,8%, namun masih menjadi masalah gizi Indonesia karena menurut WHO (1997) suatu wilayah dikatakan mengalami masalah gizi kronis bila prevalensi balita pendek lebih dari 20%. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis hubungan status pemberian ASI dan riwayat penyakit infeksi terhadap Kejadian Stunting dan tidak stunting pada Balita. Jenis penelitian ini adalah studi literatur. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder, yang diperoleh dari artikel ataupun jurnal penelitian terdahulu ataupun data dari situs internet yang sesuai dengan topik peneliti.Data yang diperolah dalam penelitian ini berasal dari e-book, jurnal, artikel ilmiah, literatur review, tulisan resmi terbitan pemerintah ataupun lembaga, berupa e-book internet yang diperoleh dengan pencarian Google Scholar. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan bahwa tiga penelitian menyimpulkan anak yang tidak mendapat ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting lebih besar daripada yang diberi ASI eksklusif dengan besaran OR 7,7 sampai dengan 16,6. Dua dari tiga penelitian menyimpulkan anak yang mempunyai riwayat ISPA tidak berhubungan dengan kejadian stunting, dan 2 dari 3 penelitian menyimpulkan anak yang pernah mempunyai riwayat diare beresiko mengalami stunting dengan besaran resiko antara 4,387 sampai dengan 5,537. Saran dari penelitian ini untuk mencegah kejadian stunting dengan cara edukasi, peningkatan pelayanan kesehatan terutama preventif dan kuratif, serta motivasi pada ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan penuh dan dilanjutkan sampai balita berusia dua tahun. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Diare, ISPA, Stunting, Balita
Cover KTI
2020

HUBUNGAN STRES DENGAN MEKANISME KOPING PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KIKI NUR RO’ISMAWATI
NIM: 1601460031
Program Studi: Keperawatan
Dosen Pembimbing: Dra. Goretti Maha Sindarti, M.Kes
Cover KTI
2020

HUBUNGAN STRES DENGAN MEKANISME KOPING PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KIKI NUR RO’ISMAWATI
NIM: 1601460031
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, SKp, M.Kep.
Cover KTI
2020

HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 2-5 TAHUN MENGGUNAKAN SKRINNING PERKEMBANGAN DDST DI DESA KEDUNGREJO WILAYAH KERJA PUSKEMAS PAKIS (2022)

Lihat Detail Karya
Penulis: AINUN LATIFAH
NIM: 1602450072
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Didien Ika Setyarini, S.SiT.,M.Keb
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Stunting merupakan masalah gizi di Indonesia yang saat ini menjadi prioritas utama pemerintah. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan. Dampak yang ditimbulkan dari stunting yaitu pengaruh pada perkembangan otak, kemampuan intelektual dibawah rata-rata, perkembangan menjadi terhambat dan penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan balita usia 2-5 tahun dengan menggunakan skrinning perkembangan DDST. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 35 balita, teknik sampling yang diggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan microtoise untuk mengukur tinggi badan balita, lembar DDST dan lembar wawancara. Data dianalisis menggunakan uji statistik spearman rank, didapatkan nilai ρ value < α dimana nilai ρ value 0,004 (< α 0,05) dan koefisien korelasi 0,476. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang artinya ada hubungan yang signifikan antara stunting dengan perkembangan balita usia 2-5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini perkembangan balita menggunakan skrinning perkembangan DDST, sehingga balita yang mengalami gangguan perkembangan dapat diberikan tatalaksana yang tepat untuk mencegah terjadinya penyimpangan perkembangan. Kata Kunci : Stunting, Perkembangan Balita Usia 2-5 Tahun
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan