Menampilkan 2261–2270 dari 5188 KTI mahasiswa

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI IBU MENYUSUI TERHADAP STATUS GIZI IBU, KUALITAS ASI DAN BERAT BADAN BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULULAWANG KABUPATEN MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: AZIZAH AFIFAH
NIM: P17110173047
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr.Ir.Rr. Endang Sutjiati, M.Kes
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Status gizi adalah faktor yang harus diperhatikan khususnya untuk ibu menyusui. Asupan energi dan zat gizi dapat mempengaruhi status gizi ibu menyusui yang akan berhubungan terhadap kualitas ASI dan berat badan bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi dan zat gizi ibu menyusui terhadap status gizi ibu, kualitas ASI, dan berat badan bayi.
Metode penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional, dilakukan di sekitar wilayah kerja Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian quisioner. Analisis data berupa deskriptif dan pengujian hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat menggunakan uji statistik pearson korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi dan zat gizi ibu berhubungan signifikan terhadap kualitas ASI dan berat badan bayi (signifikansi<0,05).
Kata Kunci: Asupan energi dan zat gizi, status gizi, kualitas ASI, Berat badan bayi

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN SERAT, DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 di PUSKEMAS MULYOREJO KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: Natasya Febriana
NIM: P17111173027
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: (Utama) Dr. Ir. Rr. Endang Sutjiati M.Kes. (Pendamping) Dr. Nur Rahman, STP., MP.

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN STATUS NUTRISI (IMT) DENGAN KADAR UREUM DARAH PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK HEMODIALISA DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI
Lihat Detail Karya
Penulis: VIVA NURJANAH
NIM: 1601460030
Program Studi: Keperawatan
Dosen Pembimbing: Rosyyana Septyasih, s.Kp.,M.Pd

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN STATUS NUTRISI (IMT) DENGAN KADAR UREUM DARAH PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK HEMODIALISA DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI
Lihat Detail Karya
Penulis: VIVA NURJANAH
NIM: 1601460030
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, SKp, M.Kep.

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN FREKUENSI MENYUSUI DAN PARITAS DENGAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POSTPARTUM DI PMB NGADILAH PAKIS (2022)
Lihat Detail Karya
Penulis: BELLA RISMA DAMAYANTI
NIM: 1602450052
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Naimah, SKM., M.Kes
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Masa nifas merupakan masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keadaan semula. Proses involusi uterus dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah frekuensi menyusui dan paritas. Apabila proses involusi terganggu, maka dapat menyebabkan terjadinya subinvolusi uterus.Tujuan penelitian adalah mengetahui frekuensi menyusui dan paritas dengan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum mulai 12 jam postpartum hingga postpartum hari ke-7. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 37 ibu postpartum yang melahirkan di PMB Ngadilah Pakis. Besar sampel sebanyak 33 ibu postpartum dengan menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi frekuensi menyusui dan penurunan TFU serta metlin. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan α 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir seluruh (87.5%) responden dengan menyusui sering mengalami penurunan TFU cepat, dan hampir setengah (45.5%) responden primipara mengalami penurunan TFU cepat. Hasil analisa frekuensi menyusui dengan penurunan TFU didapatkan nilai ρ value (0,000) < α (0,05) yang artinya ada hubungan antara frekuensi menyusui dengan penurunan TFU. Sedangkan hasil analisa paritas dengan penurunan TFU didapatkan nilai ρ value (0,788) > α (0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara paritas dengan penurunan TFU.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa menyusui dengan frekuensi sering akan mempercepat proses penurunan TFU, oleh sebab itu diharapkan ibu nifas untuk menyusui bayinya dengan sering agar proses involusi uterus berjalan dengan baik. Sedangkan pada hasil penelitian diketahui bahwa jumlah anak yang dimiliki tidak mempengaruhi percepatan proses penurunan TFU.
Kata Kunci : Frekuensi Menyusui, Paritas, Penurunan TFU

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) RISIKO TINGGI DI RW 03 DESA WONOREJO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG (2022)
Lihat Detail Karya
Penulis: NINIK AKBARI MUBAROKAH
NIM: 1602450030
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Tarsikah, S.SiT., M.Keb
Subjek: BIDAN
Lihat Abstraksi
WUS risiko tinggi di Kecamatan Singosari yang menggunakan non MKJP sebesar 95,8% dan MKJP sebesar 4,2 %. Dari data tersebut menunjukkan banyak WUS risiko tinggi kurang tepat dalam memilih kontrasepsi. Kesalahan dalam pemilihan kontrasepsi dapat memungkinkan terjadinya risiko kehamilan sebelum proses penanganan WUS risiko tinggi selesai. Faktor pendorong pemilihan kontrasepsi yaitu keyakinan atas dirinya sendiri dalam mengurangi faktor risiko terhadap penyakit. Hal tersebut dapat dilihat menggunakan teori Health Belief Model (HBM). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan HBM dengan pemilihan alat kontrasepsi pada WUS risiko tinggi. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini WUS risiko tinggi sebagai akseptor KB dengan jumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel 52 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan kartu KB. Hasil penelitian didapatkan (51,6 %) responden dengan persepsi kerentanan positif memilih MKJP, (63%) responden dengan persepsi keparahan positif memilih MKJP, semua responden dengan persepsi manfaat negatif dan persepsi hambatan negatif memilih Non MKJP. Berdasarkan analisis uji koefisien kontigaensi diperoleh persepsi kerentanan (p=0,038), persepsi keparahan (p=0,027), persepsi manfaat (p=0,000), dan persepsi hambatan (p=0,000), ρ value setiap indikator HBM < α (0,05) sehingga H0 ditolak, artinya ada hubungan antara HBM dengan pemilihan alat kontrasepsi. Keyakinan WUS risiko tinggi dalam mengurangi faktor risiko terhadap kondisi kesehatan memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, diharapkan WUS risiko tinggi menyadari perilaku sehat maupun usaha untuk menuju sehat dengan memilih metode kontrasepsi yang tepat dan tenaga kesehatan hendaknya dapat lebih memperhatikan penggunaan metode kontrasepsi bagi wanita usia subur (WUS) risiko tinggi serta memberikan pendidikan kesehatan mengenai risiko kehamilan yang dapat berpotensi mengalami kompikasi.
Kata Kunci : Health Belief Model, Pemilihan Kontrasepsi, WUS Risiko Tinggi

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA WANITA MENOPAUSE (2022)
Lihat Detail Karya
Penulis: AGNES CORNELLA ERGA
NIM: 1602450045
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: 1602450045
Subjek: bidan

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, DURASI OPERASI DAN DOSIS ANESTESI INHALASI DENGAN SUHU TUBUH PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTHESIA DI RECOVERY ROOM RSUD BANGIL
Lihat Detail Karya
Penulis: HERU NURMANSAH
NIM: 1601460001
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes
Subjek: KEPERAWATAN

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS (2022)
Lihat Detail Karya
Penulis: SALSABILA FATIMA TUZZAHRO
NIM: 1602450067
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Reni Wahyu Triningsih, SST., M.Kes.
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Jarak kehamilan adalah waktu sejak kehamilan sebelum sampai terjadinya kelahiran berikutnya. Jarak kehamilan yang terlalu pendek atau < 2 tahun dapat menyebabkan ketidaksuburan endometrium karena uterus belum siap untuk terjadinya implantasi dan pertumbuhan janin kurang baik sehingga dapat terjadi abortus, jarak kehamilan memiliki peran terhadap kejadian abortus. Abortus adalah komplikasi umum kehamilan dan salah satu penyebab kematian ibu dan janin Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) 15-50% kematian ibu disebabkan oleh abortus. Di dunia terjadi 20 juta kasus abortus setiap tahun dan 70.000 wanita meninggal karena abortus setiap tahunya. Angka kejadian abortus di Asia Tenggara 4,2 juta pertahun termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Jarak Kehamilan dengan kejadian Abortus. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literatur, sumber data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari 3 database yaitu garuda, pubmed dan google scholar dari tahun 2015-2020 dengan menggunakan kata kunci Faktor determinan,gambaran penyebab, hubungan pengaruh Jarak kehamiln, jarak kelahiran, interval pregnancy, spacing pregnancy, abortus, keguguran. Pada penelusuran jurnal diperoleh 10 jurnal nasional yang sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat 8 jurnal yang menunjukkan bahwa ada hubungan Jarak Kehamilan dengan kejadian Abortus dan terdapat 2 jurnal menunjukkan bahwa tidak ada hubungan Jarak Kehamilan dengan kejadian Abortus. Dari penelusuran studi literatur dapat disimpulkan bahwa jarak kehamilan dapat mempengaruhi kejadian abortus. hal ini dapat menjadi acuan bahwa untuk menurunkan angka kematian ibu dan janin dapat diupayakan untuk menjaga jarak kehamilan sehingga tidak terjadi abortus.
Kata Kunci : Jarak Kehamilan, Abortus

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN KEHAMILAN REMAJA DENGAN KEJADIAN DEPRESI POSTPARTUM (2022)
Lihat Detail Karya
Penulis: FADILAH RIZQI AHMADAH
NIM: 1602450019
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A. Per. Pen., M. Pd.
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Kehamilan remaja merupakan salah satu fenomena kesehatan reproduksi yang masih banyak terjadi di negara berkembang. Pencapaian peran ibu pada remaja cenderung sulit dicapai jika dibandingkan dengan ibu yang melahirkan di usia lebih dewasa. Angka kejadian depresi pada ibu usia remaja 14-15% lebih tinggi jika dibandingkan dengan ibu usia dewasa. Beban psikologis ibu remaja yang harus menangani proses pendewasaan, penyesuaian terhadap kehamilan, serta penyesuaian peran sebagai ibu jika tidak teratasi dapat menyebabkan ibu beresiko mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kehamilan remaja dengan kejadian depresi postpartum. Desain penelitian ini adalah kohort prospektif dengan kelompok paparan (exposure) dan kelompok tanpa paparan (unexposure). Sampel yang digunakan adalah ibu hamil trimester III menggunakan purposive sampling sebanyak 20 responden. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji Chi Square menunjukkan (c2)=0,919>α (0,05) yang berarti tidak ada hubungan kehamilan remaja dengan kejadian depresi postpartum.Berdasarkan penelitian tersebut, dapat dianalisa bahwa kejadian depresi postpartum tidak hanya dipengaruhi oleh usia ibu saat hamil dan latar belakang sosiodemografi pada ibu, namun juga dipengaruhi banyak faktor lain. Dengan demikian hendaknya dapat dievaluasi kembali faktor lain yang mungkin berpengaruh namun tidak diukur dalam penelitian ini yaitu dukungan suami dan keluarga serta keterjangkauan terhadap fasilitas kesehatan.
Kata Kunci: kehamilan remaja, nifas, depresi postpartum