Menampilkan 2221–2230 dari 5188 KTI mahasiswa

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG TRIAD KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA YANG MENDAPATKAN PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI PEER EDUCATION (2022)
Lihat Detail Karya
Penulis: DWI NOVITA ANGGRAINI
NIM: 1602450008
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah S. Kp., M. Kes
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Latar Belakang: Masa remaja adalah masa transisi dari anak ke dewasa. Pada masa transisi, perubahan pertumbuhan dan perkembangan pesat secara fisik, psikologis dan sosial. Remaja adalah masa yang penuh dengan guncangan dan stres karena masalah yang dialami tampak begitu kompleks. Terjadinya penyimpangan perilaku seksual terjadi karena minimnya pengetahuan dan bimbingan tentang kesehatan reproduksi remaja. Pendidikan kesehatan melalui peer education reproduksi menjadi sebuah sarana yang tepat sebagai upaya promotif dan preventif dalam peningkatan pengetahuan dan sikap remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang triad (tiga resiko pada remaja yaitu Napza, HIV, dan seksalitas) yang mendapatkan pendidikan kesehatan melalui peer education. Metode: Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dan pencarian literatur penelitian diperoleh dari 3 database yaitu PubMed, Science direct, dan google scholar yang diterbitkan dari 2011 hingga 2019. Hasil: pada pencarian literatur didapatkan 11 jurnal, 8 jurnal menjelaskan tentang pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi, 3 junal membahas tentang pendidikan melalui peer education. Kesimpulan: Gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang Triad Kesehatan Reproduksi Remaja yaitu bahwa pengetahuan siswa kurang dan sikap siswa positif jika tidak mendapatkan pendidikan kesehatan melalui peer education. Maka dadapat disimpulkan bahwa pengetahuan baik dan sikap negative terhadap triad krr dapat meningkat jika siswa diberikan pendidikan kesehatan melalui peer education.
Kunci : pengetahuan, sikap, remaja, peer education

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PENGETAHUAN GURU TENTANG LAYANAN PAUD-HI DI PAUD KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: AILA TSAMROTUL QOLBI
NIM: 1602450042
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi
Subjek: LAYANAN

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI POSYANDU MERPATI RW III KELURAHAN MERGOSONO WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJOWINANGUN KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: SAFIRA ADININGSIH
NIM: P17210173046
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih, S.Kp.,M.Kes
Subjek: KEPERAWATAN ,KEJANG
Lihat Abstraksi
viii
ABSTRAK
Gambaran pengetahuan ibu terhadap penanganan kejang demam pada balita di Posyandu Merpati RW III Kelurahan Mergosono wilayah kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang, Safira Adiningsih (2020). Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Pembimbing (Utama) Sri Mudayatiningsih S.Kp., M.Kes
Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Kejang Demam
Kejang demam merupakan gangguan transier yang terjadi bersamaan dengan demam, keadaan ini merupakan salah satu gangguan neurologis yang paling sering dijumpai pada anak -anak berusia enam bulan sampai dengan lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk Melihat Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Penanganan Kejang Demam pada Balita di Posyandu Merpati RW III Kelurahan Mergosono Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang. Desain Penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan metode survey. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden, dengan menggunakan Teknik sampling simple random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 01-29 Februari 2020 di Posyandu Merpati RW III Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun. Peneliti mengumpulkan data dengan pembagian kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kejang demam di Posyandu Merpati Kelurahan Mergosono Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang dalam kategori kurang dengan jumlah presentasi 38%, dan pengetahuan tentang penanganan kejang demam di Posyandu Merpati Kelurahan Mergosono Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang dalam kategori kurang dengan jumlah presentasi 49,75%. Kesimpulannya pengetahuan ibu tentang kejang demam dan penanganan kejang demam di Posyandu Merpati termasuk dalam kategori kurang. Rekomendasi bagi responden memiliki kesadaran dan pengetahuan yang baik tentang pengetahuan kejang demam pada balita dengan cara menggali informasi dari petugas kesehatan atau membaca dari media elektronik maupun media masa sehingga ibu bisa mengetahui penanganan kejang demam pada balita.

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE (HAND HYGIENE) DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN
Lihat Detail Karya
Penulis: Khofifah Nur Jannah
NIM: P17210173055
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Fitriana Kurniasari S, S.Kep.Ns,M.Kep
Subjek: KEPERAWATAN ,HAND HYGIENE
Lihat Abstraksi
Gambaran Pengetahuan Personal Hygiene (Hand Hygiene) Dalam Pencegahan Diare Pada Anak Usia Sekolah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Pendidikan Kesehatan
(Khofifah Nur Jannah, Fitriana Kurniasari,S.Kep.Ns.M.Kes)
ABSTRAK
Hand Hygiene adalah upaya untuk memelihara kebersihan tangan meliputi cuci tangan dan perawatan kuku. Anak-anak usia sekolah kurang memperhatikan perilaku hand hygiene sehingga rentan terkena penyakit seperti diare. Kebiasaan hand hygiene yang tidak tepat dapat dikarenakan kurangnya pengetahuan. Pengetahuan dapat diubah melalui pendidikan kesehatan dari yang tidak tau menjadi tau dan mampu mengaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan hand hygiene pada anak 6-12 tahun sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Metode penelitian deskripsi studi kasus dengan 2 subjek, yaitu S (10 tahun) dan F (8 tahun) yang dilakukan tanggal 4-8 Januari 2020 menggunakan wawancara dan observasi. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, satuan acara penyuluhan, standart operasional prosedur, lembar balik, dan LCD. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan pelaksanaan hand hygiene tidak tepat, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan pelaksanaan hand hygiene menjadi tepat. Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan mengenai hand hygiene setelah diberikan pendidikan kesehatan pada subjek 1 dan subjek 2 sampai mampu menjelaskan dan mengaplikasikannya. Rekomendasi peneliti selanjutnya adalah pengaruh orang sekitar dalam pengetahuan hand hygiene seseorang.
Kata Kunci : Hand Hygiene, Pendidikan Kesehatan, Anak usia 6-12 tahun

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE JKN DALAM PROGRAM LAYANAN KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN STUDI LITERATUR REVIEW
Lihat Detail Karya
Penulis: RITA LUTFI FITRIANI
NIM: P17430183034
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Herlinda Dwi Ningrum , S.Kep, Ns. MPH
Lihat Abstraksi
Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan luncurkan aplikasi Mobile JKN. Saat ini tercatat pengguna Aplikasi Mobile JKN versi Android sebanyak > 1.000.000 user dan Aplikasi Mobile JKN versi iOS sebanyak > 2.000 user. Sehingga dengan adanya hal tersebut peneliti ingin melihat tentang penggunaan aplikasi mobile JKN program dalam layanan kepesertaan BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan adalah Literatur Review dengan mengunakan jenis penelitian Traditional Review dan dengan menggunakan rancangan deskrptif. Subyek penelitian ini adalah peserta yang menggunakan aplikasi mobile JKN. Tujuan penelitian ini ingin melihat factor-faktor yang mempengaruhi Penggunaan aplikasi mobile JKN program dalam layanan kepesertaan BPJS Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usability mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Mobile JKN, faktor waktu mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Mobile JKN, faktor pemberian pelayanan mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Mobile JKN, sedangkan faktor kecermatan tidak mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Mobile JKN.
2020 GAMBARAN PENYEBAB KLAIM PENDING BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TAHUN 2019
Lihat Detail Karya
Penulis: Farensi Wahyu Eka Nanda
NIM: 17430173024
Program Studi: PRODI D-3 ASURANSI KESEHATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Eko Rahman Setiawan, SKM., MKM

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PERAN ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN YANG BERSEKOLAH DI TK TUNAS RIMBA KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: MEIRIZA RISKI VIOLITA
NIM: P17210173051
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Susi Milwati, SKp, MPd
Subjek: KEPERAWATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Meiriza Riski Violita (2020). Gambaran Peran Orang Tua dalam Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun yang Bersekolah di TK Tunas Rimba. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Isnaeni DTN, SKM, M. Kes.
Masalah tumbuh kembang banyak terjadi di sekitar kita, contohnya gangguan perkembangan bahasa. Karena bahasa merupakan aspek penting dalam kehidupan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Peran orang tua antara lain sebagai model, mentor, organisator, dan educator. Orang tua yang tidak memberikan stimulasi anaknya akan mengakibatkan keterlambatan dalam berbicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun yang bersekolah di TK Tunas Rimba Kota Malang. Metode penelitian menggunakan deskriptif studi kasus dengan dua orang subjek penelitian yang dilakukan pada tanggal 15-24 Januari 2020. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar wawancara dan lembar observasi. Data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan subjek 1 kurang mampu dalam peran mentoring dimana An. R mengalami keterlambatan bicara. Sedangkan subjek 2 mampu dalam menjalankan semua perannya sehingga An. M dapat berkembang sesuai usianya. Kedua subjek juga memiliki cara masing-masing untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak. Dalam hal tersebut juga perlu adanya pengalaman dan keterlibatan orang tua, serta hubungan antara orang tua dan anak. Disarankan kepada TK Tunas Rimba dan pelayanan kesehatan terdekat dapat lebih memperhatikan terkait perkembangan anak dengan mengadakan pemeriksaan rutin minimal 1 kali dalam setahun.
Kata kunci : Peran Orang Tua, Bahasa Anak

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PERILAKU BULLY PADA ANAK DI SDN TEMAS 01 BATU
Lihat Detail Karya
Penulis: DEA NOVITA WULANDARI
NIM: P17210173034
Program Studi: DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Drs. Moh Zainol Rachman, T, M.Kes
Subjek: KEPERAWATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Dea Novita Wulandari, 2020. “Gambaran Perilaku Bully Pada Anak di SDN
Temas 01 Batu”. Dibimbing oleh Rossyana Septyasih, SKp, M.Pd.
Kejadian bully sering terjadi pada anak usia sekolah dimana pada masa tersebut
anak sedang pada masa operasi konkret (berpikir berdasarkan objek dan juga
bernalar secara logis sesuai dengan apa yang ia lihat), sehingga menyebabkan
keadaan psikis anak terganggu, hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti
“Gambaran Perilaku Bully Pada Anak”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi gambaran perilaku bully pada anak di SDN Temas 01 Batu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif dengan
menggunakan teknik snow ball sampling. Gambaran perilaku bully yang terjadi di
SDN Temas 01 Batu adalah bullying fisik dan verbal dalam bentuk memukul,
menjambak dan mecubit serta mengolok-olok. Faktor yang mempengaruhi
perilaku bully diantaranya adalah pola sosial dan pola individu. Pola sosial yang
dimaksud adalah pola asuh keluarga dan juga peer group, serta karakteristik
bullier yang memiliki sikap impulsive dan sikap mempertahankan eksistensinya.
Sedang pola individu merupakan hal yang berkembang pada anak itu sendiri
berdasarkan pengalamannya, kemudian karakteristik anak berdasarkan urutan
kelahiran dalam keluarga, serta hobi anak.. Saran yang diberikan yaitu dengan
mengetahui gambaran perilaku bully pada anak, diharapkan orang tua dan
pendidik dapat mengantisipasi, sehingga bisa menekan angka kejadian bully pada
anak.
Kata Kunci : Anak, Perilaku, Perilaku bullying, Bullying pada anak, Faktor yang
mempengaruhi Bullying

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DENGAN DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI DESA PAKISJAJAR
Lihat Detail Karya
Penulis: Yullinar Halimatus Sa'diyyah
NIM: P17210174077
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Isnaeni, DTN. SKM., M.Kes
Subjek: KEPERAWATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Gambaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Dengan Diberikan Pendidikan Kesehatan Di Desa Pakisjajar. Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Yullinar Halimatus Sa’diyyah (2020). Karya TulisI lmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi D III Keperawatan Malang. PembimbingIsnaeni, DTN, SKM., M. Kes
DiDesa Pakisjajar masih banyak rumah tangga yang belum menerapkan PHBS dengan benar seperti, mandi disungai, tidak menguras tempat penampungan air secara teratur. Belum menerapkan cuci tangan dengan air yang mengalir dan pakai sabun, serta momen-momen cuci tangan, BAB disungai.sedangkan kebiasaan PHBS yang salah dapat membuat masyarakat gampang terkena penyakit sehingga perlu adanya pengetahuan serta sarana fasilitas yang memadai untuk mencapai hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga dengan diberikan pendidikan kesehatan di Desa Pakisjajar. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dengan 2 subjek penelitian. Alat ukur penelitian ini dengan cara wawancara dan observasi yang disajikan dalam bentuk narasai. Yang sudah memiliki persetujuan subjek penelitian. Hasil penelitian ini didapatkan kedua subjek dari pertemuan pertama sampai keenam masih berperilaku rendah atau negative meskipun sudah diberikan pendidikan kesehatan dikarenakan kedua subjek sulit merubah kebiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat terutama pada indicator mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Diharapkan peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian yang sama dengan meneliti tingkat pengetahuan keluarga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan cara menambah kontrak waktu penelitian agar dapat mengubah kebiasaan PHBS yang salah.
Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Tatanan RumahTangga, Cuci Tangan Dengan Sabun, Tersedia Air Bersih, Tersedia JambanSehat

Cover KTI
tidak tersedia
2020 GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN ASSALAM JAMBEWANGI SELOPURO KABUPATEN BLITAR
Lihat Detail Karya
Penulis: RAHMATUL LAILA
NIM: P17210174076
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Aniaswami, S.Kp., M.Kep
Subjek: KEPERAWATAN,HIDUP BERSIH
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Santriwati Di Pondok Pesantren Assalam Jambewangi Selopuro Kabupaten Blitar. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus oleh Rahmatul Laila, Progam Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Taufan Arif, S.Kep., Ns., M.Kep.
Pondok pesantren merupakan tempat belajar Islam, perilaku hidup bersih dan sehat yang masih buruk menyebabkan timbulnya penyakit di lingkungan pondok pesantren. Tujuan penelitian mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat pada santriwati Pondok Pesantren Assalam Jambewangi Selopuro Kabupaten Blitar. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi yang dilakukan selama 1 bulan. Subjek penelitian berjumlah 7 responden dengan usia 12 sampai dengan 16 tahun yang tinggal satu kamar dan tinggal di pondok pesantren >6 bulan terhitung saat dilakukan penelitian. Hasil penelitian perilaku hidup bersih dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terdapat perubahan menjadi lebih baik pada setiap responden. Pengetahuan dan sikap responden menunjukkan dalam kategori baik, namun tindakan responden pada saat dilakukan penelitian kurang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat karena kurangnya kesadaran dan fasilitas yang ada di pondok pesantren. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih dalam lagi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pondok Pesantren, Pendidikan Kesehatan