Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 2171–2180 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2020

FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN SETELAH TRANSFUSI PRC DI RSU KARSA HUSADA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: ROSARI SANTI
NIM: P17440195003
Program Studi: PRODI D-III TEKNOLOGI BANK DARAH MALANG
Dosen Pembimbing: Tanto Hariyanto, S. Kep, Ns, M. Biomed.
Subjek: PRC, Hemoglobin
Cover KTI
2020

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN PEMBAYARAN IURAN PESERTA BUKAN PENERIMA UPAH JAMINAN KESEHATAN NASIONAL WILAYAH PUSKESMAS KLOJEN KELURAHAN KLOJEN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Kinasih Nur Ratna Wilujeng
NIM: P17430173011
Program Studi: DIII ASURANSI KESEHATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Eko Rahman Setiawan, S.kM.,M.KM
Subjek: ASURANSI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pembayaran Iuran Peserta Bukan Penerima Upah Jaminan Kesehatan Nasional Wilayah Puskesmas Klojen di Kelurahan Klojen Kota Malang. Kinasih Nur Ratna Wilujeng (2020). Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D-3 Asuransi Kesehatan Jurusan Kesehatan Terapan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Penguji Dr. Moh. Wildan, S.Per.Pen., M.Pd., pembimbing Eko Rahman Setiawan, S.KM., M.KM,. Kepatuhan masyarakat dalam melakukan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional dengan rutin dapat mempengaruhi berjalannya program BPJS Kesehatan. Faktor yang dapat menyebabkan kepatuhan dalam membayar iuran diantaranya pengetahuan, pendidikan, pendapatan, usia, motivasi dan persepsi terhadap program JKN di BPJS Kesehatan kota Malang. Dampak yang akan diterima BPJS Kesehatan yaitu defisit akan semakin bertambah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pembayaran Iuran Peserta Bukan Penerima Upah Jaminan Kesehatan Nasional di Wilayah Puskesmas Klojen Kelurahan Klojen Kota Malang. Objek pada penelitian ini yaitu peserta yang tidak patuh dalam membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional di kelurahan Klojen kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden. Data dianalisa dalam bentuk deskriptif, disajikan dalam bentuk tabel serta narasi. Hasil penelitian objek yang telah dilakukan dari bulan November sampai bulan Desember 2019 terdapat 31 responden yang tidak membayar iuran dengan tertib. Penelitian ini terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya faktor pengetahuan tinggi sebanyak 94%, faktor pendidikan menengah sebanyak 68%, faktor pendapatan rendah sebanyak 55%, faktor usia dewasa sebanyak 77%, faktor motivasi rendah sebanyak 52% dan faktor persepsi negatif terhadap program JKN sebanyak 77%. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa terdapat responden yang memiliki pendidikan menengah, memiliki pendapatan yang cukup dan memiliki usia produktif namun tidak patuh dalam membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional. Rekomendasi kepada peserta bukan penerima upah Jaminan Kesehatan Nasional yang tidak tertib dalam membayar iuran untuk memiliki kesadaran dari dalam diri dan rasa tanggungjawab akan kewajiban membayar iuran JKN untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa. Kata kunci: ketidakpatuhan, iuran, Jaminan Kesehatan Nasional
Cover KTI
2020

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ONSET LAKTASI PADA IBU POST PARTUM DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BUNDA MALANG (2022)

Lihat Detail Karya
Penulis: DINA YUSI AYU PRAMESI
NIM: 1602450080
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A. Per. Pen., M. Pd.
Subjek: bidan
Lihat Abstraksi
Pemberian ASI eksklusif masih sangat jauh dari target nasional sebesar 80%. Bayi yang tidak mendapatkan ASI akan mengalami peningkatan resiko infeksi pernapasan, infeksi gastrointestinal, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan dan pertahanan tubuh yang kurang baik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa onset laktasi merupakan salah satu faktor keberhasilan ASI eksklusif. Onset Laktasi adalah persepsi ibu ketika payudara terasa keras, penuh atau berat dan sampai air susu atau kolostrum keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi onset laktasi pada ibu post partum yaitu faktor paritas, metode persalinan dan kecemasan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode pendekata cross sectional, sampel dalam penelitian ini 74 ibu post partum dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner onset laktasi dan kuesioner kecemasan Hamilton Rating Skale for Anxiety (HRS-A). Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square yang menunjukkan bahwa semua faktor yaitu paritas, metode persalinan dan kecemasan dapat mempengaruhi onset laktasi pada ibu post partum. Faktor paritas didapatkan nilai p=0,023 (p<0,05), faktor metode persalinan p=0,037 (p<0,05), dan faktor kecemasan p=0,002 (p<0,05). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian adalah ibu multipara mengalami onset laktasi lebih cepat daripada ibu primipara, ibu dengan persalinan normal lebih cepat mengalami onset laktasi dibandingkan dengan ibu dengan persalinan seksio sesarea dan ibu yang mengalami kecemasan akan lebih lambat dalam onset laktasi dibandingkan dengan ibu yang tidak cemas. Dengan diketahui adanya pengaruh paritas, metode persalinan dan kecemasan dengan onset laktasi diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI pada bayi di RSIA Puri Bunda Malang. Kata kunci: Paritas, Metode Persalinan, Kecemasan, Onset Laktasi, Ibu Nifas.
Cover KTI
2020

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISA MAKANAN BIASA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUANG ANAK RSUD dr. ISKAK TULUNGAGUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: KHUSNIYATUR ROSYIDAH
NIM: P17110171012
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Rani Nurmayanti, SST, M.Gizi
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK KHUSNIYATUR ROSYIDAH, 2020. Faktor-faktor yang mempengaruhi sisa makanan biasa pada pasien rawat inap di ruang anak RSUD. dr. Iskak Tulungagung. Pembimbing : Rani Nurmayanti, SST, M.Gizi Keberhasilan suatu penyelenggaraan makanan sering dikaitkan dengan adanya sisa makanan. sisa makanan menunjukkan adanya pemberian makanan yang kurang optimal, sehingga sisa makanan merupakan salah satu indikator yang sederhana yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan pelayanan gizi rumah sakit (Pedoman PGRS, Kemenkes RI, 2014) Di Indonesia, standar pelayanan minimal rumah sakit khususnya pelayanan gizi dengan indikator sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien yaitu ≤ 20% (Kemenkes RI No. 129/Menkes/SK/II/2008). Sisa makanan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang yang mempengaruhi sisa makanan adalah nafsu makan, kebiasaan makan, rasa bosan, psikologis dan penyakit. Faktor eksternal meliputi penampilan makanan, rasa makanan dan faktor lain seperti sikap petugas ruangan, jadwal makan, suasana lingkungan tempat perawatan serta makanan dari luar RS (Moehyi, 1992). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sisa makanan pasien ditinjau dari faktor internal dan eksternal pada pasien ruang anak RSUD. dr. Iskak Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan desain penelitian cross wsectional dan dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2016. Jumlah sampel yang didapat sesuai kriteria inklusi selama masa penelitian adalah 16 sampel. Cara pengumpulan data yaitu dengan pengumpulan data primer dan skunder. Pengolahan data dilakukan dengan cara coding, eidting, entry data dan cleaning data. Penyajian data dengan cara menganalisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian dengan menggunakan Uji Univariat diketahui dari 40 responden didapatkan hasil yang mempunyai nafsu makan tidak baik sebesar 70% yang memiliki kebiasaan makan tidak sesuai sebesar 87,5%, yang menilai mutu makanan sesuai dan tidak sesuai masing-masing sebesar 50%, yang menyatakan ada mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit sebesar 70%. Rata-rata sisa makanan termasuk dalam kategori banyak yaitu sebesar 87,5%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara nafsu makan dengan sisa makanan (p=0,036), ada hubungan antara kebiasaan makan dengan sisa makanan (p=0,025), ada hubungan antara makanan dari luar rumah sakit dengan sisa makanan (p=0,018), sedangkan mutu makanan yang disajikan tidak ada hubungan dengan sisa makanan (p=1.00). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi ahli gizi rumah sakit sebaikanya untuk porsi anak disesuaikan dengan kebutuhan anak, perlu adanya memperbaiki menu, agar menu lebih bervariasi sehingga bisa meningkatkan nafsu makan, sebaiknya menyajikan makanan dengan penampilan yang menarik, misalnya menggunakan plato yang lucu agar anak lebih tertarik. Kata kunci : sisa makanan, faktor internal, faktor eksternal.
Cover KTI
2020

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PENGEMBALIAN PERSYARATAN BERKAS KLAIM BPJS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIF FATHURRACHMAN
NIM: 17430173019
Program Studi: D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Rizki Fadila, SE., MSA,Ak
Subjek: REKAM MEDIS, INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK faktor-faktor yang menyebabkan pengembalian persyaratan berkas klaim BPJS pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Arif Fathurrachman (2020) Laporan Tugas Akhir Studi Kasus, Program Studi D-3 Asuransi Kesehatan Malang, Jurusan Kesehatan Terapan, Politeknik Kesehatan Malang, Pembimbing (Utama) Rizki Fadila. SE., MSA,Ak (Penguji) dr. Muzammil, MMRS Kata Kunci : Klaim, Dokumen klaim BPJS Kesehatan merupakan badan hukum pemerintah untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan nasional. Cara penagihan terhadap biaya pelayanan yaitu dengan menggunakan sistem klaim, berdasarkan hasil pengamatan permasalahan yaitu terkait pengembalian berkas klaim oleh pihak verifikator BPJS. Berdasarkanstudi pendahuluan di rumah sakit umum universitas muhammadiyah malang pada bulan juli 2018 sampai bulan juni 2019 menemukan masalah dibagian casemix BPJS terkait pengajuan klaim BPJS. Dari hasil pengamatan terdapat sejumlah 213 berkas klaimyang dikembalikan oleh verifikator BPJS. Penelitian kuantitatif survey deskriptif populasi dalam penelitian ini adalah seluruh berkas klaim BPJS pasien rawat inap pada bulan juli 2018 sampai bulan juni 2019 yang dikembalikan oleh verifikator BPJS ke bagian casemix BPJS Kesehatan dengan jumlah 213 kasus, Dalam penelitian ini jumlah total sampel adalah 139 berkas. Hasil analisis kelengkapan terdapat beberapa berkas yang tidak lengkap yaitu laporan operasi persentase 2.2% ketidaklengkapan dokumen, laporan penunjang persentase 24.5% ketidaklengkapan dokumen, laporan individual pasien persentase 2.2% ketidaklengkapan dokumen, resume medis persentase 72.7% ketidaklengkapan dokumen, dan stempel komite medik persentase 29.5% ketidaklengkapan dokumen.
Cover KTI
tidak tersedia
2020

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PESERTA JKN KIS NAIK KELAS PERAWATAN DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA

Lihat Detail Karya
Penulis: ISNANI RIA AZIZAH
NIM: P17430173009
Program Studi: PROGRAM STUDI D-3 ASURANSI KESEHATAN MALANG
Dosen Pembimbing: dr. Muzzamil, MMRS
Cover KTI
2020

FORMULASI COOKIES BEBAS GLUTEN DAN KASEIN BERBAHAN TEPUNG PISANG RAJA (Musa paradisiaca), TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) DAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna radiata) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ANAK PENYANDANG AUTIS

Lihat Detail Karya
Penulis: SALMAA YUFA MAHDIYYAH
NIM: P17110173038
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST, MP
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tepung Pisang Raja (Musa Paradisiaca), Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas) dan Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata) merupakan tepung bebas gluten sehingga baik digunakan sebagai alternative bahan pembuatan cookies sebagai makanan selingan penyandang autis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh formulasi tepung pisang raja, tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang hijau terhadap kadar gluten, kasein, mutu kimia, nilai energi, dan mutu organoleptic cookies sebagai makanan selingan anak penyandang autis yang memenuhi standar mutu cookies menurut SNI 2973:2011. Uji organoleptik dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan penerimaan panelis terhadap cookies. Parameter yang digunakan meliputi warna, aroma, tekstur, rasa dan penerimaan keseluruhan. Formulasi tepung pisang raja, tepung kacang hijau dan tepung ubi jalar ungu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tekstur cookies, namun tidak memberikan pengaruh signifikan pada warna, rasa dan aroma cookies. Cookies yang paling disukai adalah taraf perlakuan F2 dengan proporsi tepung pisang raja, tepung kacang hijau dan tepung ubi jalar ungu (57,4 g : 6,8 g : 35,8 g) dengan nilai energi 492 kkal yang memenuhi syarat mutu SNI Biskuit 1992 dengan minimum 400 kkal/100 g. akan tetapi kadar protein masih rendah sebesar 4,6% yang belum memenuhi syarat mutu cookies menurut SNI biscuit (2011) yaitu minimal 5%. Cookies bebas gluten dan kasein berbahan tepung pisang raja (Musa paradisiaca), Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) dan Tepung Kacang Hijau (Vigna radiata) taraf perlakuan F2 sangat baik dikonsumsi sebagai makanan selingan anak penyandang autis Kata kunci : Musa paradisiaca, Ipomoea batatas, Vigna radiata, tepung pisang, tepung kacang hijau, tepung ubi jalar ungu, autis, cookies, gluten, organoleptik
Cover KTI
2020

FORMULASI ES KRIM JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava, L.) DENGAN SUSU KEDELAI (Glycine max) TERHADAP MUTU FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MAKANAN SELINGAN BAGI REMAJA PUTRI PENDERITA ANEMIA

Lihat Detail Karya
Penulis: Isabella Arifani
NIM: 1603410062
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP, MP,RD
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK. Isabella Arifani, 2020. Formulasi es krim jambu biji merah (psidium guajava, l.) dengan susu kedelai (glycine max) terhadap mutu fisik, kimia dan organoleptik makanan selingan bagi remaja putri penderita anemia. Dibawah bimbingan Theresia Puspita dan Maryam Razak. Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar 48,9% (2018). Salah satu upaya menanggulangan anemia ialah dengan meningkatkan asupan zat besi dan vitamin C. Susu kedelai merupakan sumber zat besi, sedangkan Jambu biji merah merupakan sumber vitamin C. Tujuan penelitian ini memformulasikan es krim jambu biji merah dengan susu kedelai terhadap mutu fisik, kimia dan organoleptik makanan selingan bagi remaja putri penderita anemia. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Terdiri dari 4 taraf perlakuan, setiap taraf perlakuan dilakukan replikasi sebanyak 3 kali untuk masing-masing taraf perlakuan. Perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (25% susu kedelai bubuk : 75% jambu biji), P2 (20% susu kedelai bubuk : 80% jambu biji), dan P3 (15% susu kedelai bubuk : 85% jambu biji). Parameter yang diteliti ialah mutu kimia ( Energi, Karbohidrat, Lemak, Protein, zat besi, Vitamin C), Mutu fisik (kecepatan meleleh dan overrun), dan mutu organoleptik (warna, rasa, tekstur dan aroma). Kemudian data dianalisis dengan tingkat kepercayaan 95% Anova one Way atau 95% Kruskal Wallis. Data yang teruji signifikan dilanjut dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) atau Mann Whitney. Hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh signifikan pada mutu kimia (energi, karbohidrat, protein, lemak dan vitamin C), mutu fisik (overrun dan kecepatan meleleh), dan mutu organoleptik (warna). Taraf perlakuan terbaik yaitu P2 dengan nilai gizi per porsi (150 gram) yaitu energi 151,4 Kkal, protein 3,3 gram, lemak 4,5 gram, karbohidrat 24,5 gram, vitamin C 300 mg, dan zat besi 0,09 mg. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan nilai gizi dan memperbaiki nilai overrun es krim jambu biji dengan susu kedelai. Kata kunci: anemia, susu kedelai, jambu biji merah, es krim
Cover KTI
2020

Formulasi Susu Kecambah Kedelai (Glycine Max) dan Jawawut (Setaria Italica) Sebagai Minuman PMT Ibu Hamil

Lihat Detail Karya
Penulis: Hanifa Kurniawati
NIM: P17110174077
Program Studi: Gizi
Dosen Pembimbing: Maryam Razak, STP, M.Si
Cover KTI
2020

FORMULASI YOGHURT SINBIOTIK BERBASIS PUREE PISANG AMBON SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN FUNGSIONAL

Lihat Detail Karya
Penulis: FAKHRINA SALSABILA
NIM: 1603000005
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi, SKM, M.Pd
Subjek: GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Menurut Badan Pusat Statistik (2018), menyatakan bahwa terjadi peningkatan konsumsi yoghurt setiap tahun. Peningkatan konsumsi yoghurt dapat dilihat dari nilai impor nasional. Berdasarkan data Statistik Perdagangan Impor (2018), menjelaskan bahwa nilai impor yoghurt terus mengalami peningkatan pada tahun 2012-2018 dari 265.621 kg menjadi 952.106 kg. Selama ini pembuatan yoghurt hanya menggunakan susu sebagai bahan utama karena susu mengandung laktosa yang merupakan salah satu sumber makanan bagi bakteri probiotik, namun perkembangan industri yoghurt sudah semakin variatif. Beberapa produk yoghurt sudah ditambahkan aneka jenis buah. Konsumen yang menyukai plain yoghurt 10,6 - 21%, dan konsumen yang menyukai yoghurt dengan penambahan buah 79 - 89,4% (Suriasih, 2018). Dalam rangka pengembangan produk inovasi yoghurt sinbiotik sebagai minuman fungsional, saat ini banyak dikembangkan yoghurt sinbiotik yang dibuat dari hasil fermentasi susu oleh bakteri probiotik dengan ditambahkan sumber prebiotik yang berasal dari bahan pangan lokal (Chalimah dan Mayasari, 2014). Penambahan jenis pangan lokal harus disesuaikan dengan karakteristik nutrisi yang disukai oleh bakteri probiotik. Prebiotik dapat diperoleh dari bahan pangan lokal yang mempunyai kadar pati resisten tinggi (Musita, 2014). Salah satu bahan makanan yang mengandung pati resisten tinggi adalah pisang ambon (Nurhayati, 2014). Menurut penelitian Musita (2014) kadar pati resisten pisang ambon 29,37%. Jenis probiotik yatitu Bakteri Asam Laktat (BAL) yang ditambahkan adalah L.Casei karena memiliki ketahanan yang baik pada kondisi asam, namun jenis probiotik tersebut insenstif terhadap pati resisten (Obreman, 2007). Jenis BAL yang sangat menyukai pati resisten adalah Bifidobacterium Bifidum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi yoghurt sinbiotik berbasis puree pisang ambon sebagai alternatif pangan fungsional dalam peningkatan mutu mikrobiologis. Metode yang digunakan untuk uji nilai pH yaitu dengan menggunakan alat pH meter, untuk nilai total BAL menggunakan metode TPC(Total Plate Count), dan uji mutu organoleptik menggunakan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan puree pisang ambon mempengaruhi mutu organoleptik secara signifikan pada parameter aroma dan rasa. Sedangkan pada parameter warna dan tekstur tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Penambahan puree pisang ambon dapat meningkatkan nilai pH, tetapi tidak signifikan. Terjadi peningkatan mutu mikrobiologis (nilai total BAL) namun tidak signifikan. Kata Kunci: Yoghurt Sinbiotik, Penambahan Puree Pisang Ambon,Mutu Organoleptik, Nilai pH, Mutu Mikrobiologis (total BAL)
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan