2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Menampilkan 191–200 dari 5188 KTI mahasiswa
2024
INDIKASI ADANYA PENINGKATAN ANGKA KEJADIAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT IHC LAVALETTE KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
2024
INOVASI PRODUK SNACK BAR TEPUNG KACANG HIJAU DAN TEPUNG KACANG MERAH SEBAGAI PMT PENCEGAH STUNTING
Lihat Detail Karya
2024
INOVASI USAHA DIMSUM AYAM DENGAN PENAMBAHAN HATI AYAM DAN DAUN KELOR SEBAGAI MAKANAN SELINGAN BAGI REMAJA PUTRI
Lihat Detail Karya
2024
INOVASI USAHA RISOL MAYO FISH CAKE LELE (Clarias batrachus) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN SEHAT BAGI REMAJA
Lihat Detail Karya
2024
INOVASI USAHA SOYA PUDING DENGAN EKSTRAK BUAH BIT (SOBIT) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN SUMBER ANTIOKSIDAN BAGI REMAJA
Lihat Detail Karya
2024
INTERVENSI AURICULAR ACUPRESSURE DAN ABDOMINAL MASSAGE AROMA UNTUK MENGATASI MASALAH KONSTIPASI PADA KLIEN HEMOROID INTERNAL GRADE II YANG MENJALANI HEMOROIDEKTOMI DI RUANG SOEDIRMAN BAWAH RSUD KANJURUHAN
Lihat Detail Karya
2024
INTERVENSI TERAPI MUSIK UNTUK MENGATASI NYERI AKUT PADA PASIEN DENGAN TIROIDEKTOMI DI RUANG EDELWEIS A RSUD KARSA HUSADA BATU
Lihat Detail Karya
2024
KAJIAN FAKTOR KETURUNAN DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 1 PADA REMAJA DI PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
2024
KANDUNGAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO PROTOTYPE PKMK DIABETES MELITUS BERBASIS BERAS COKELAT DAN JAMUR TIRAM
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling umum terjadi di dunia dan jumlah penderita penyakit ini diperkirakan akan meningkat sebesar 50% pada tahun 2045 (629 juta orang) dibandingkan tahun 2017 (425 juta orang). Pada tahun 2013, Indonesia menduduki peringkat kelima dunia. Jumlah penderita diabetes mencapai 8,5 juta. Data diabetes di Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2018, 6,9% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 12 juta jiwa menderita DM 2. Peningkatan kejadian penyakit ini disebabkan oleh bertambahnya populasi yang menua dan perubahan gaya hidup, termasuk kebiasaan makan yang tidak sehat dan kurangnya kesadaran akan rekomendasi pola makan. Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) merupakan pangan olahan yang dirancang khusus untuk pengelolaan gizi penderita penyakit/cacat tertentu. PKMK terdiri dari dua jenis yang dibedakan berdasarkan kelompok sasaran, yaitu kelompok bayi dan anak serta kelompok dewasa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara F1, F2, F3 dan F4 dapat disebabkan karena perbedaan bahan. Setiap formula diperkaya dengan tepung tambahan yaitu tepung ikan + kelor (F1), tepung ikan + wortel (F2), tepung tempe + kelor (F3), dan tepung tempe (F4). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Formulasi PKMK DM berbasis beras coklat dan jamur tiram yang menunjukkan analisis proksimat dan energi terbaik yaitu pada perlakuan 2 (F2) dengan bahan tambahan tepung ikan wortel.