Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 11–20 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2024

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA PEMBUAT SOL SEPATU DI MERGELO MOJOKERTO

Lihat Detail Karya
Penulis: Cindy Felicia
NIM: P17451204012
Program Studi: PRODI SARJANA TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Fariz Zuvil Arganata, S.KM., MKKK
Lihat Abstraksi
Pekerja pada industri pembuat sol sepatu di Mergelo Mojokerto dalam melakukan proses produksi melakukan pekerjaan dengan postur tidak alami yang dilakukan secara berulang-ulang. Ditemukan pekerja sol sepatu mengalami MSDs sedang dan tinggi. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Musculoskeletal Disorders. Metode penelitian : metode penelitian ini adalah kuantitatif desain cross sectional dengan teknik saturation sampling pada 31 pekerja menggunakan analisis rank spearman aplikasi SPSS 26. Variabel penelitian ini yaitu, MSDs, postur kerja, gerakan berulang, usia, kebiasaan merokok, masa kerja, IMT, dan jenis kelamin. Instrumen penelitian yaitu, Nordic Body Map (NBM), stopwatch, stature meter, timbangan digital dan Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Hasil : Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi postur kerja dengan MSDs 0,00 < 0,05 dan nilai signifikansi gerakan berulang dengan MSDs 0,010 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi usia dengan MSDs 0,021 < 0,05 dan nilai signifikansi kebiasaan merokok dengan MSDs 0,124 > 0,05. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi masa kerja dengan MSDs 0,333 > 0,05, nilai signifikansi IMT dengan MSDs 0,392 > 0,05, dan nilai signifikansi jenis kelamin dengan MSDs 0,018 < 0,05. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara postur kerja, gerakan berulang, usia, jenis kelamin dengan MSDs dan tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok, masa kerja, IMT dengan MSDs. Saran : Mengganti fasilitas kerja yang kurang ergonomi dan melakukan gerakan streching sebelum melakukan aktivitas pekerjaan.
Cover KTI
2024

ANALISIS FORMALDEHIDA PADA CAT KUKU YANG BEREDAR DI KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Lihat Detail Karya
Penulis: Regina Christi Kerta Sari
NIM: P17120211012
Program Studi: PROGRAM STUDI D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Riska Yudhistia Asworo, S.Si., M.Si.
Lihat Abstraksi
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar formaldehida dalam produk cat kuku yang dijual di berbagai toko di Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan observasional, yang menggambarkan dan mengamati kandungan formaldehida dalam produk cat kuku kosmetik untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang komposisi kimianya. Sampel yang digunakan ada 6 sampel, 2 berwarna, 2 berwana putih, dan 2 berwarna bening. Pengujian dilakukan secara kualitatif menggunakan reagen Schiff, dan juga menggunakan metode kuantitatif, spektrofotometri UV-Vis. Formaldehida yang ada disampel dipisahkan dengan cara Destilasi. Penambahan reagen Schiff pada destilat yang mengandung formaldehida akan berubah menjadi warna merah keunguan jika positif mengandung formaldehida. Sampel yang menunjukan hasil positif kemudian diukur kadar formaldehida nya menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian menunjukan semua sampel positif formaldehida. Hasil uji kuantitatif sampel yang diuji memenuhi perysaratan yang berlaku yaitu 0,0046% - 0,0140%. Kadar Maksimum formaldehida menurut BPOM RI Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 tahun 2011.
Cover KTI
2024

ANALISIS KANDUNGAN ASAM RETINOAT PADA KRIM PEMUTIH DI PASAR SINGOSARI KABUPATEN MALANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT)

Lihat Detail Karya
Penulis: ANNIDA LUTFA MAHMUDAH
NIM: P17120213029
Program Studi: PROGRAM STUDI D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Nurma Sabila, S.Farm, M.Farm, Apt.
Cover KTI
2024

Analisis Kandungan Hidrokuinon Pada Hand and Body Lotion Yang Dijual Di Kabupaten Blitar

Lihat Detail Karya
Penulis: DIVA SEKAR AYU ASMARA
NIM: P17120211003
Program Studi: Anafarma
Dosen Pembimbing: Lukky Jayadi, S.Farm., M.Farm., Apt
Cover KTI
2024

ANALISIS KANDUNGAN SHIDAMIN B PADA LIP TINT YANG BEREDAR DI PASAR PAHING KOTA KEDIRI

Lihat Detail Karya
Penulis: ADELLA WIDIYARA
NIM: P17120214065
Program Studi: D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Lukky Jayadi, S.Farm., M.Farm., Apt.
Cover KTI
2024

ANALISIS KUALITATIF BAHAN KIMIA OBAT PARASETAMOL DAN DEKSAMETASON DALAM JAMU PEGAL LINU YANG DIJUAL DI KELURAHAN DAMPIT

Lihat Detail Karya
Penulis: CHIKA VARELLIA ARDINA RISWANA
NIM: P17120214054
Program Studi: PROGRAM STUDI D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: apt. Nurma Sabila, M.S.Farm.
Lihat Abstraksi
Penambahan bahan kimia obat dalam jamu masih banyak ditemukan di kalangan penjual jamu. Jamu yang beredar di masyarakat harus memenuhi syarat keamanan dan mutu salah satu dari persyaratan tersebut tidak boleh mengandung bahan kimia obat (BKO). Dari siaran pres yang dilakukan BPOM masih ditemukan dalam empat tahun terakhir kenaikan jumlah obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Tren penambahan BKO pada jamu salah satunya pada jamu pegal linu yang didominasi oleh parasetamol dan deksametason. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan BKO parasetamol dan deksametason pada jamu pegal linu di Kelurahan Dampit yang sebelumnya belum ada publikasi terkait analisa tersebut. Metode yang digunakan adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Analisa dengan KLT menggunakan fase diam plat KLT GF254 dan fase gerak klorofom:metanol (9:1). Pengambilan sampel diambil dari lima depot jamu di Kecamatan Dampit yang berbentuk serbuk, yang tiga diantaranya ditambahkan tablet dan kapsul tanpa merek. Hasil uji KLT menunjukkan bahwa tiga sampel jamu pegal linu yang mengandung parasetamol secara berurutan memiliki nilai Rf sampel A 0,24 baku pembanding 0,24, sampel B 0,36 baku pembanding 0,36, sampel C 0,30 baku pembanding 0,32. Sedangkan untuk BKO deksametason dari semua sampel tidak memiliki kandungan deksametason. Hal ini dikarenakan bercak sampel tidak memiliki nilai Rf dan warna yang sama dengan bercak baku pembanding dan kontrol positif deksametason. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tiga dari lima sampel jamu pegal linu mengandung BKO parasetamol.
Cover KTI
tidak tersedia
2024

ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN BORAKS MENGGUNAKAN UJI TURMERIK PADA JAJANAN BAKSO YANG BEREDAR DI PASAR WONOKERTO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: REFIANA TWEDHY CHINTYANINGTYAS
NIM: P17120211021
Program Studi: D3 Analisis Farmasi dan Makanan
Dosen Pembimbing: Hanandayu Widwiastuti, S.Si., M.Si.
Cover KTI
2024

ANALISIS LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) PADA KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN PANGGUNGREJO (KABUPATEN PASURUAN, PROVINSI JAWA TIMUR) DENGAN METODE SSA (SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM)

Lihat Detail Karya
Penulis: Zantisa Azura Putri
NIM: P17120214062
Program Studi: D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Hanandayu Widwiastuti, S.Si., M.Si
Lihat Abstraksi
Kerang hijau (Perna viridis) merupakan biota laut yang rentan terkontaminasi logam berat, hal ini dikarenakan kerang hijau mempunyai sifat filter feeder yaitu memakan benda-benda kecil yang terdapat di dasar perairan seperti fitoplankton, zooplankton, dan tumbuhan renik yang dapat terakumulasi logam berat. Ketika kerang hijau memakan benda-benda kecil tersebut logam berat akan masuk dan terikat pada jaringan tubuhnya. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis logam berat kadmium (Cd) pada sampel kerang hijau yang diambil di Perairan Panggungrejo (Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur) dengan metode SSA (Spektrofotometri Serapan Atom). Berdasarkan hasil observasi lokasi ini berpotensi tercemar logam berat, karena merupakan wilayah perairan pesisir yang dikelilingi dengan berbagai aktivitas manusia dan juga berdekatan dengan beberapa industri yang dalam produksinya melibatkan logam berat kadmium (Cd). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Pengambilan sampel diambil dari 3 titik stasiun dengan 3 kali replikasi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil yaitu rata-rata kadar logam berat kadmium (Cd) pada sampel kerang hijau di stasiun I yaitu 0,2055 mg/kg, di stasiun II yaitu 0,0655 mg/kg, dan di stasiun III yaitu 0,0518 mg/kg. Nilai rata-rata yang diperoleh tersebut dapat dikategorikan rendah dikarenakan masih berada di bawah ambang batas yang telah ditetapkan oleh SNI 7873:2009 yaitu ≤ 1,0 mg/kg.
Cover KTI
2024

ANALISIS MUTU IKAN KALENG LEMURU YANG DIPRODUKSI DI PT SYS

Lihat Detail Karya
Penulis: Fairuz Az Zahra
NIM: P17120213039
Program Studi: D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Muh. Hasan Wattiheluw, S.Farm., M.Farm., Apt
Lihat Abstraksi
Ikan digunakan sebagai bahan baku dalam industri perikanan untuk produksi makanan olahan seperti ikan kaleng, ikan asap, atau produk-produk laut lainnya. Salah satunya ikan dimanfaatkan sebagai produksi makanan olahan ikan kaleng atau yang sering disebut sarden. Berdasarkan latar belakang diatas maka akan dilakukan analisis mutu ikan kaleng lemuru yang diproduksi di PT SYS. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ikan Lemuru. Berdasarkan pengujian yang dilakukan bahwa mutu ikan kaleng lemuru yang di produksi di PT. SYS memenuhi persyaratan parameter Standar Nasional Indonesia baik dari bahan baku ikan segar sesuai dengan standart mutu SNI 2729-2021, media saus tomat sesuai dengan standart mutu SNI 01-3548-1994 dan produk akhirnya sesuai dengan standart mutu SNI 8222-2022.
Cover KTI
2024

ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA BUMBU SOTO YANG DIJUAL DI PASAR LODOYO KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: Anggi Ayu Setyowati
NIM: P17120214069
Program Studi: D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Apt. Muh. Hasan Wattiheluw, S.Farm., M.Farm
Lihat Abstraksi
Natrium benzoat sering digunakan dalam berbagai produk makanan atau minuman. Berbentuk garam yang mudah larut dalam air dan dalam pangan akan terurai menjadi bentuk efektif yaitu bentuk asam benzoat. Salah Satu jenis produk yang biasa menggunakan bahan tambahan pengawet adalah pada bumbu dapur instan, penggunaan pengawet bertujuan untuk memperpanjang masa simpan dari produk. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan Pengawet natrium benzoat dengan ketentuan batas maksimum yang diperbolehkan dalam bumbu dan kondimen adalah 600 mg/kg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan natrium benzoat pada bumbu soto yang dijual di Pasar Lodoyo kabupaten Blitar menggunakan metode yang sesuai dengan FSSAI (2016) yaitu uji kualitatif dengan menggunakan reagen FeCl3 dan metode standar AOAC 960.38 (2000) yaitu uji kuantitatif dengan metode Spektrofotometri Uv-Vis. Penelitian dilakukan pada 6 sampel bumbu soto instan. Hasil penelitian yang dilakukan pada uji kualitatif dengan FeCl3 menunjukkan bahwa seluruh sampel bumbu soto instan positif mengandung natrium benzoat, ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna coklat. Absorbansi asam benzoat diukur pada Panjang gelombang maksimum 226 nm. Diperoleh persamaan garis linear y = 0,0908x + 0,0077 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9989. Dari hasil analisis didapatkan kadar natrium benzoat pada sampel 1 (477,811 mg/kg), pada sampel 2 (128,859 mg/kg), pada sampel 3 (461,566 mg/kg), pada sampel 4 (754,179 mg/kg), pada sampel 5 (920,531 mg/kg), dan pada sampel 6 (2015,215 mg/kg). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel 4,5, dan 6 melebihi standart yang ditetapkan oleh Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan dengan Batasan penggunaan natrium benzoat dalam bumbu adalah 600 mg/kg.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan