Lihat Abstraksi
Transfusi darah bermanfaat untuk menyelamatkan jiwa pasien. Selain itu, transfusi darah juga memiliki risiko penularan penyakit bagi penerimanya seperti penyakit HIV, Hepatitis B, Hepatitis C serta Sifilis. Untuk mengurangi penularan penyakit tersebut PMI melakukan pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) pada semua sampel darah donor, agar produk darah yang dihasilkan aman dan tanpa risiko. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jumlah penyakit IMLTD di PMI Kabupaten Malang berdasarkan jenis kelamin, umur, dan jenis donasi. Penelitian ini adalah deskriptif menggunakan data sekunder dari SIMDONDAR bulan September-November 2020. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendonor reaktif Hepatitis B 19 orang (55,8%), jenis kelamin laki-laki 10 orang (0,22%), umur 25-44 tahun 12 orang (0,27%), donasi baru 11 orang (0,25%). Pendonor reaktif Hepatitis C 11 orang (32,3%), jenis kelamin laki-laki 6 orang (0,13%), umur 25-44 tahun 8 orang (0,18%), donasi ulang 8 orang (0,18%). Pendonor reaktif Sifilis 4 orang (11,7%), jenis kelamin laki-laki 3 orang (0,06%), umur 25-44 tahun 3 orang (0,06%), donasi ulang 3 orang (0,06%). Kesimpulan penelitian ini adalah pendonor reaktif terbanyak yaitu Hepatitis B 19 orang, jenis kelamin kelamin laki-laki sebanyak 10 orang, umur 25-44 tahun 12 orang dan donasi baru 11 orang.