Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 1711–1720 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2021

GAMBARAN EFISIENSI PEMBAYARAN IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DENGAN METODE AUTODEBET BAGI PESERTA MANDIRI DI KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: ERIKA DEWI AGUSTIN
NIM: P17430181001
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Ngesti W Utami, S.Kp, M.Pd.
Lihat Abstraksi
Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta BPJS Kesehatan memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya yang dibayarkan oleh pemerintah. BPJS Kesehatan wajib bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada tahun 2019, pemerintah mewajibkan peserta BPJS Kesehatan segmen mandiri melakukan pembayaran dengan autodebet. Penelitian ini membahas tentang gambaran efisiensi peserta mandiri yang melakukan pembayaran dengan autodebet. Sumber data yang diambil dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu data diambil langsung dari peserta Mandiri di Kota Batu. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling karena jumlah peserta Mandiri Jaminan Kesehatan Nasional tidak semua melakukan pembayaran dengan autodebet. Pengambilan data ini melalui google form karena dengan keterbatasan penelitian ini di masa Pandemi Covid-19 sehingga peneliti tidak bisa bertemu langsung dengan responden. Jumlah peserta BPJS Kesehatan Kota Batu per 31 Desember 2019 sebanyak 138.482 jiwa dengan jumlah peserta mandiri di Kota Batu sebanyak 42.310 jiwa dan peserta mandiri yang melakukan pembayaran autodebet sebanyak 13.962 jiwa. Kuesioner disebarkan secara acak kepada masyarakat Kota Batu yang melakukan pembayaran dengan autodebet sejumlah 30 responden. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembayaran autodebet lebih cepat dari pada pembayaran manual dan lebih terjadwal sehingga tidak membuang waktu lama dan menyajikan informasi yang jelas saat digunakan serta terasa lebih praktis dalam mengatur keuangan dan dapat meminimalisir keterlambatan pembayaran iuran BPJS Kesehatan.
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KLAIM PENDING RAWAT INAP PASIEN BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: AISYA CAMMILA GAFHITA PUTRI
NIM: P17430184084
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: A.A. Istri Citra Dewiyani, SKM., MARS
Lihat Abstraksi
BPJS kesehatan merupakan badan hukum pemerintah untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. Cara penagihan terhadap biaya pelayanan yaitu dengan menggunakan sistem klaim. Berkas persyaratan klaim dikirimkan kepada verifikator BPJS kesehatan setiap bulannya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran klaim pending karena dikembalikan oleh BPJS Kesehatan dan penyebabnya di RSUD R. Soedarsono Kota Pasuruan. Penelitian ini bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah berkas klaim pending yang berasal dari rawat inap peserta JKN pada periode bulan Januari 2020 – Oktober 2020. Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah adalah faktor klaim pending. Faktor klaim pending terdiri dari tiga antara lain faktor resume medis faktor resume medis, faktor koding, dan faktor administrasi. Penyebab klaim pending karena ketidaktelitian dari petugas pemberkasan dan adanya perbedaan persepsi tentang kode diagnosa antara Rumah Sakit dengan BPJS Kesehatan. Hasil penelitian menemukan klaim pending meliputi 67,5% tidak cocok dalam pengkodingan, dokumen resume medis sebanyak 37,5% tidak lengkap, dan 30% tidak sesuai dengan administrasi. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi RSUD R. Soedarsono untuk memperbaiki sistem pemberkasan klaim pasien JKN agar menurunkan jumlah berkas klaim yang dikembalikan oleh pihak BPJS Kesehatan.
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB RUJUKAN NON SPESIALISTIK DI PUSKESMAS KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: ALIFIA FIRDA PURNOMO
NIM: P17430183028
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Rizki Fadila, SE., MSA., Ak
Lihat Abstraksi
Rujukan non spesialistik merupakan pelimpahan tugas dari puskesmas ke rumah sakit untuk menangani 144 penyakit yang masih bisa ditangani puskesmas. Kabupaten pasuruan memiliki 33 puskesmas, 12 diantaranya memiliki rasio rujukan non spesialistik diatas 2% yang mana telah melebihi ketentuan peraturan badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan nomor 7 tahun 2019. Penyakit nonspesialistik terbanyak dirujuk adalah diabetes melitus tipe 1 sebanyak 211 kasus dan gangguan refraksi sebanyak 153 kasus. Rujukan non spesialistik disebabkan tidak sesuainya sarana, prasarana, dan tenaga medis yang sesuai standar. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran penyebab faktor rujukan non spesialistik di puskesmas kabupaten pasuruan. Metode penelitian studi kasus ini menggunakan rancangan deskriptif dengan metode observasi dan wawancara untuk mengisi daftar cek sarana, prasarana, dan tenaga medis sesuai permenkes 43 tahun 2019 tentang puskesmas. Subjek penelitian dalam studi kasus ini adalah puskesmas gempol, pandaan, prigen, dan nguling yang merupakan puskesmas rawat inap dengan kasus rujukan non spesialistik tinggi di puskesmas kabupaten pasuruan. Hasil penelitian menunjukan sarana, prasarana, dan tenaga medis yang tidak sesuai standar menyebabkan terjadinya rujukan terutama pada 144 penyakit non spesialistik di puskesmas kabupaten pasuruan. Kesimpulan penelitian ini adalah penyebab puskesmas melakukan rujukan non spesialistik karena tidak tersedianya sarana alat kesehatan, tidak tersediannya prasarana ruang pelayanan, dan tidak tersediannya tenaga medis yaitu dokter umum yang sesuai standar. Saran penelitian studi kasus ini diharapkan puskemas dan dinas kesehatan kabupaten pasuruan untuk memenuhi ketersediaan sarana, prasarana, dan tenaga medis agar memberikan pelayanan dengan maksimal.
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA RUJUKAN NON SPESIALISTIK DI PUSKESMAS KUPANG KABUPATEN MOJOKERTO

Lihat Detail Karya
Penulis: AISZHIA SEPTANTI
NIM: P17430184076
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Rizki Fadila, SE., MSA., Ak
Lihat Abstraksi
Sistem rujukan pada pelayanan kesehatan perseorangan menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan kebutuhan medis. Dalam pelaksanaanya puskesmas dapat merujuk pasien apabila puskesmas tidak memiliki kemanmpuan untuk menangani kondisi pasien berdasarkan standar. Standar BPJS mengenai batasan Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS) puskesmas ke pelayanan kesehatan adalah ≥2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penyebab rujukan non spesialistik di puskesmas Kupang Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Desember 2020 hingga bulan Februari 2021. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini sebanyak 17 puskesmas rawat inap di Kabupaten Mojokerto. Sampel yang diambil adalah puskesmas Kabupaten Mojokerto yang telah terdaftar pada BPJS sebagai FKTP sebanyak 1 puskesmas yaitu pada Puskesmas Kupang Kabupaten Mojokerto dengan indikasi Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS) ≥2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS) pada bulan Januari 2021 yang tertinggi adalah Puskesmas Kupang. Implementasi aspek kebijakan sistem rasio rujukan di Puskemas Kupang Kabupaten Mojokerto yang menyebabkan tingginya rujukan non spesialistik di Puskesmas Kupang dilihat dari faktor ketersediaan sarana disebabkan tidak lengkapnya sarana sesuai standar Permenkes, faktor prasarana disebabkan lengkapnya prasarana sesuai standar Permenkes, dan faktor tenaga medis disebabkan tidak lengkapnya tenaga medis sesuai standar Permenkes sehingga pemerintah harus berupaya untuk melengkapi sarana, prasarana dan tenaga medis di puskesmas, agar kemampuan puskesmas dalam memberikan pelayanan lebih baik lagi.
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT MASYARAKAT DALAM KEIKUTSERTAAN BPJS MANDIRI

Lihat Detail Karya
Penulis: ROFIATUL BADRIYAH
NIM: P17430184073
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Herlinda Dwi Ningrum , S.Kep, Ns. MPH
Lihat Abstraksi
Latar Belakang: Berdasarkan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pasal 19 ayat (1) tahun 2004, Jaminan Kesehatan Nasional diselenggarakan dengan prinsip kegotong royongan, kepesertaan bersifat wajib, iuran berdasarkan presentasi upah, dan dilakukan dengan prinsip nirlaba yang mempunyai dampak terhadap ekonomi masyarakat. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi untuk kesehatan dan dapat menggunakannya untuk kebutuhan yang lain. Masyarakat yang belum menjadi peserta JKN dihimbau agar mendaftarkan dirinya sebagai peserta JKN mandiri (PBPU) agar tujuan universal health coverage tercapai. Ada banyak faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk mau mendaftarkan dirinya menjadi peserta JKN. Perilaku kesediaan masyarakat untuk menjadi peserta JKN dapat dipengaruhi oleh 3 (tiga) yaitu Faktor predisposisi (predisposing factor) yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya, Faktor pendukung (enabling factor) yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan, misalnya puskesmas, obat-obatan, alat-alat steril dan sebagainya dan Faktor Penguat(Reinforcing Factor) Faktor ini meliputi faktor sikap dan perilaku tokoh masyarakat, tokoh agama, sikap dan perilaku petugas termasuk petugas kesehatan. Undang-undang juga diperlukan untuk memperkuat perilaku masyarakat. Metode : Studi ini dilakukan untuk mengetahui fatkor-faktor yang berhubungan degan minat masyarkat untuk menjadi peserta JKN secara mandiri. Dengan menggunakan Pencarian jurnal menggunakan keyword dan boolean operator (AND, OR NOT or AND NOT) yang digunakan untuk memperluas atau menspesifikkan pencarian pada database untuk mencari literatur review. Artikel diambil dari data base bereputasi maupun terakreditasi. Enam jurnal didapatkan dari google scholar dan garuda ristekdikti. Penyeleksian diambil dengan memerhatikan PICO framework, kemudian artikel dianalisis satu persatu. Hasil : Terdapat enam jurnal yang di analisis sesuai dengan faktor predeposisi dan pendukung bahwa semua faktor mempunyai hubungan terhadap minat masyarakat untuk menjadi peserta JKN. Kesimpulan : Ada dua faktor yang paling berhubungan dengan minat yaitu pengetahuan hampir semua jurnal yang di teliti menyimpulkan bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kepesertaan JKN. Sedangkan selanjutnya yaitu dukungan dari lingkungan sangat berhubungan dengan minat masyrakat untuk menjadi peserta JKN.
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT DALAM KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI DESA KEMBIRITAN KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI (Studi Kasus Terhadap 3 Responden)

Lihat Detail Karya
Penulis: SEVINDA HALIMA NINGTYAS
NIM: P17430183050
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Ngesti. W Utami, S.Kp., M.Pd
Lihat Abstraksi
BPJS Kesehatan yang memiliki sasaran pokok, salah satunya adalah tercapainya kepesertaan semesta sesuai peta jalan menuju Jaminan Kesehatan Nasional mulai tahun 2019. Namun tampaknya sasaran tersebut belum tercapai dengan cepat, karena masih banyak penduduk Indonesia yang belum mengikuti anjuran pemerintah untuk menjadi peserta JKN-KIS seperti di Desa Kembiritan Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional yaitu Minat. Adapun faktor yang mempengaruhi minat masyarakat yaitu faktor pengetahuan, pendapatan dan persepsi masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi minat masyarakat dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Desa Kembiritan. Terdapat 3 gambaran faktor yang mempengaruhi minat masyarakat yaitu tingkat pengetahuan, pendapatan, dan persepsi masyarakat. Metode: penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data didapatkan melalui wawancara langsung dengan pertanyaan terstruktur yang ditujukan kepada 3 responden kemudian disajikan dalam teks dan menarasikan hasil wawancara. Hasil: Dari hasil penelitian yang diperoleh yaitu untuk tingkat pengetahuan responden memiliki pengetahuan yang kurang, pendapatan yang diperoleh sebelu adanya pandemi COVID-19 masih memiliki pendapatan yang normal, namun karena adanya pandemi pendapatan menurun hingga 50%. Dengan pendapatan yang menurun atau tidak menentu, hal tersebut menyebabkan responden mengalami keberatan untuk mendaftarkan dirinya dan keberatan membayar iuran. Dan persepsi masyarakat atau tanggapan tentang program JKN-KIS ada yang beranggapan baik dan ada yang kurang baik. Dari hasil tersebut, yang menyebabkan responden enggan mendaftarkan diri dan tidak minat dengan program JKN-KIS.
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI ORANG TUA MENIKAHKAN ANAK SECARA DINI DI DE SA JABUNG MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Rilany Nur Jubaedah
NIM: P17311174066
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: (Utama) Dr. Siti Asiyah, S.Kp.,M.Kes (Pendamping) Dr. Heny Astutik., S.ST.,M.Keb
Lihat Abstraksi
Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh anak yang berusia dibawah 20 tahun yang masih belum siap dalam melaksanakan pernikahan. Ketidaksiapan dalam sebuah pernikahan menimbulkan dampak yang membahayakan bagi anak yaitu dampak psikologis dan dampak kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor – faktor yang melatarbelakangi orang tua menikahkan anak secara dini di Desa Jabung Malang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan metode survey, dengan populasi sebanyak 47 orang tua yang menikahkan anak dibawah usia 20 tahun di Desa Jabung Malang. Instrumen penelitian menggunakkan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakkan analisis deskriptif yang didapatkan hasil bahwa yang melatarbelakangi orang tua menikahkan anak secara dini antara lain pendapatan orang tua, pendidikan orang tua, pengetahuan orang tua, kepercayaan orang tua, pola asuh orang tua, pergaulan anak. Variabel yang paling dominan adalah pendidikan orang tua (97,9 %) dan pergaulan anak (100%). Saran untuk seluruh orang tua perlunya meningkatkan informasi dan pemahaman mendalam terkait pernikahan dini, agar seluruh orang tua yang memiliki anak yang berusia dibawah usia 20 tahun dapat mengambil suatu pemahaman dan wawasan yang dapat menurunkan pernikahan anak secara dini.
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PESERTA JKN DI PUSKESMAS NGULANKULON TRENGGALEK

Lihat Detail Karya
Penulis: ROSSA NOVISHA
NIM: P17430184061
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Muzzamil, MMRS
Lihat Abstraksi
Banyak peneliti yang telah melakukan penelitian tentang faktor – factor penyebab pemanfaatan pelayanan kesehatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa usia, persepsi JKN, jenis kelamin, aksesibilitas layanan berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitian lain menunjukkan bahwa pengetahuan, persepsi sakit, dan kepuasan berpengaruh pada pemanfaatan pelayanan kesehatan. Tujuan : mengetahui gambaran faktor apa yang mempengaruhi peserta JKN dalam melakukan pemanfaatan pelayanan di Puskesmas Ngulankulon Trenggalek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei deskriptif , Subjek yaitu Peserta JKN yang melakukan pemanfaatan pelayanan di Puskesmas Ngulankulon, Jumlah sampel 30 dengan metode quota sampling. Data yang sudah dianalisis di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil : responden yang melakukan pemanfaatan berdasarkan usia 46 – 65 tahun 63%, usia 36 – 45tahun 13%, 26-35 tahun 10%, 17-25 tahun 10%.Berdasarkan jenis kelamin responden perempuan 83%, laki- laki 17%, berdasarkan pendidikan responden tingkat pendidikan rendah 63%, dan tingkat pendidikan sedang 37%. Berdasarkan pekerjaan responden tidak bekerja 60%, bekerja sebagai petani 33%, dan Karyawan swasta 7%. Berdasarkan pengetahuan responden tingkat pengetahuan tinggi 83%, tingkat pengetahuan rendah 17%. Kesimpulan : Gambaran peserta JKN yang memanfaatkan pelayanan di Puskesmas Ngulankulon adalah sebagian besar berusia 46-65 tahun (63%), berjenis kelamin perempuan (83%), tingkat pendidikannya rendah (63%), tidak bekerja (60%) dan tingkat pengetahuan tinggi (83%).
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN DALAM PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: DYAH AYU KRISDAMAYANTI
NIM: P17311171010
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: (Utama) Erni Dwi Widyana, SST.,M.Kes; (Pendamping) Endah Kamila Mas’udah, SST.,M.Keb.
Lihat Abstraksi
Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Pasangan Usia Subur (PUS) masih dapat dikatakan sangat rendah. Rendahnya penggunaan MKJP dikarenakan beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang berperan dalam pemilihan MKJP pada PUS. Penelitian menggunakan Literature Review diambil dari data based Pubmed dan Google Scholar dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian yaitu, ‘‘Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang/MKJP’’ , ‘‘Pasangan Usia Subur/PUS’’ , ‘‘IUD’’ , ‘‘Implan’’ , ‘‘MOW’’ , “MOP’’ , ‘‘Long Acting Reversible Contraception (LARC)’’. Hasil review dari 15 jurnal artikel ilmiah menyatakan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan MKJP pada PUS yaitu didapatkan 8 jurnal (28,6%) membahas tentang faktor pengetahuan, 5 jurnal (17,9%) membahas tentang faktor umur, 1 jurnal (3,5%) membahas tentang faktor budaya, 6 jurnal (21,4%) membahas tentang faktor dukungan suami serta 8 jurnal (28,6%) membahas tentang faktor pelayan kesehatan. Faktor pengetahuan yang baik, umur > 35 tahun, budaya, dukungan suami yang kuat serta pelayanan kesehatan baik memiliki pengaruh terhadap pemilihan dalam penggunaan kontrasepsi MKJP. Teknik review yang dilakukan mulai dari compare, contrast, criticize, synthesite, dan summarize. Semakin bertambah pengetahuan, umur semakin banyak, dukungan suami, pelayan kesehatan serta budaya dapat mempengaruhi dalam pemilihan MKJP, hal ini bisa lebih dibuktikan dengan penelitian secara langsung lagi.
Cover KTI
2021

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (STUDI KASUS) DI DESA KEDUNGDALEM

Lihat Detail Karya
Penulis: AZZAHRA IMTINAN RYANIKHA
NIM: P17430181004
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Ngesti W Utami, S.Kp, M.Pd.
Lihat Abstraksi
Tujuan: untuk mengetahui Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Studi Kasus) di Desa Kedungdalem berdasarkan 5 (lima) Aspek Kepuasan yaitu aspek Reliability (Kehandalan), aspek Assurance (Jaminan), aspek Tangible (Bukti Nyata), aspek Empathy (Empati), dan aspek Responsiveness (Daya Tanggap). Metode: penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam. Subjek Penelitian yaitu 2 peserta yang sesuai dengan Kriteria Inklusi. Data yang sudah dianalisis disajikan dalam bentuk naratif disertai penjelasan dan kutipan ucapan dari responden. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan peserta JKN di Desa Kedungdalem berbeda-beda. Pada Responden 1 dapat disimpulkan bahwa Faktor-Faktor yang mempengaruhi kepuasan mencakup 5 aspek, yaitu Aspek Reliability (Kehandalan), Aspek Assurance (Jaminan), Aspek Tangible (Bukti Nyata), Aspek Empathy (Empati) dan Aspek Responsiveness (Daya Tanggap). Untuk Responden 2 dapat disimpulkan Faktor-Faktor yang mempengaruhi kepuasan mencakup 5 Aspek yaitu Aspek Reliability (Kehandalan), Aspek Assurance (Jaminan), Aspek Tangible (Bukti Nyata), Aspek Empathy (Empati), dan Aspek Responsiveness (Daya Tanggap).
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan