Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 1701–1710 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2021

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN PADA PESERTA MANDIRI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Lihat Detail Karya
Penulis: ANINDA NUR FAHMI
NIM: P17430184075
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Herlinda Dwi Ningrum , S.Kep, Ns. MPH
Lihat Abstraksi
Latar Belakang: Kepatuhan dalam membayar iuran JKN bagi peserta mandiri merupakan komponen terpenting untuk mempermudah pemanfaatan pelayanan kesehatan. Pada akhir Desember 2020 tingkat kepatuhan masyarakat berkisar 48,27 persen, yakni meningkat dari Juli 45 persen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor kepatuhan membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional pada peserta mandiri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah traditional review yang berfokus pada hasil penelitian yang berkaitan dengan variabel penelitian. Data yang digunakan pada penelitian berasal dari jurnal dengan pencarian jurnal penelitian diinternet menggunakan search engine Google Scholar dan Garuda Ristekdikti. Hasil: Faktor presdiposisi variabel pengetahuan dan pendapatan, faktor pendukung dengan variabel cara pembayaran, dan faktor pendorong dengan variabel persepsi memiliki pengaruh terhadap kepatuhan membayar iuran JKN. Kesimpulan: Diperoleh kesimpulan bahwa faktor presdiposisi dengan variabel pengetahuan dan pendapatan memiliki pengaruh terhadap kepatuhan membayar iuran JKN. Masyarakat yang memiliki pengetahun tinggi, memiliki informasi yang baik mengenai pentingnya berasuransi. Peserta mandiri dengan pendapatan tinggi, selain mampu mengalokasi pendapatannya untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar biaya kesehatan sehingga dapat melakukan pembayaran iuran rutin setiap bulannya. Faktor pendukung dengan variabel cara pembayaran memiliki pengaruh terhadap kepatuhan membayar iuran JKN. Faktor pendorong dengan variabel persepsi memiliki pengaruh terhadap kepatuhan membayar iuran JKN. Pengalaman baik yang dirasakan oleh peserta dapat mempengaruhi peserta untuk tetap membayarkan iuran secara rutin.
Cover KTI
2021

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEREMPUAN UNTUK MENGUNGKAP KEJADIAN KEKERASAN

Lihat Detail Karya
Penulis: SEVI RINDANA
NIM: P17311173039
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: (Utama) Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd (Pendamping) Nur Eva Aristina, S.ST., M.Keb
Lihat Abstraksi
Pendahuluan: Lebih dari sepertiga perempuan tidak melaporkan atau mengungkap kejadian kekerasan. Tujuan penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan perempuan untuk mengungkap kejadian kekerasan. Metode: Desain penelitian adalah Literature Review, data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari 3 database yaitu Google scholar, DOAJ, dan PubMed dari tahun 2016-2020, dengan menggunakan kata kunci “keputusan perempuan mengungkap kejadian kekerasan” dan “women disclosure of violence”. Hasil: Dalam 16 jurnal internasional, ditemukan 19 faktor yang mempengaruhi keputusan perempuan mengungkap kekerasan. Faktor yang paling banyak dibahas, antara lain: keparahan kekerasan, diikuti mewajarkan kekerasan atau perempuan merasa sebagai penyebab kekerasan, faktor takut, dan lingkungan atau reaksi sosial Keputusan perempuan mengungkap kekerasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, faktor penghambat: mewajarkan kekerasan atau perempuan merasa sebagai penyebab kekerasan, malu, takut, trauma, persepsi mengungkap kekerasan tidak akan membantu, kurangnya informasi pengungkapan kekerasan, lingkungan/reaksi sosial, keberadaan anak-anak/hamil, kerahasiaan/kepercayaan terhadap orang lain, status pekerjaan perempuan, pengalaman mendapat kekerasan, peran tenaga kesehatan atau profesional, dan usia perempuan saat pertama kali menikah, sedangkan faktor pendorong, antara lain: keparahan kekerasan, keberadaan anak/hamil, motivasi perempuan/berbagi pengalaman, perilaku pasangan yang terlalu mengontrol, pendidikan perempuan, usia perempuan, pasangan mengonsumsi alkohol, dan trauma. Kesimpulan: Keputusan perempuan mengungkap kekerasan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terdiri dari faktor penghambat dan faktor pendorong.
Cover KTI
tidak tersedia
2021

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MILLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKIS

Lihat Detail Karya
Penulis: DENOK DWI AJENG WINANTU RAHAYU
NIM: P17210181021
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Maria Dyah CT, S.Kep.NS., M.Kep, Sp.KMB.
Subjek: KEPERAWATAN
Cover KTI
tidak tersedia
2021

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP ANAK DAN PENYAKIT DALAM DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH JOMBANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RAMADANI GITA SISWANTI
NIM: P17410184115
Program Studi: D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S.Kp.,MM
Subjek: Pengembalian rekam medis,rawat inap,rumah sakit
Cover KTI
2021

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MENGGUNAKAN METODE TES INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: AHLUL OLGA MUSTIKA
NIM: P17311171006
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: (Utama) Erni Dwi Widyana, SST, M.Kes (Pendamping) Endah Kamila Mas’udah, SST., M.Keb
Lihat Abstraksi
Kanker serviks disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV) Onkogenetik menyerang leher rahim, dialami wanita usia subur 20-35 tahun. Deteksi dini dilakukan dengan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi perilaku deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA pada WUS. Metode digunakan literature review didapatkan dari 2 database yaitu PubMed dan Google Scholar mulai tahun 2016-2020 menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kata kunci yang digunakan: “Social Support”,”Knowledge” “Nurse’s Role”, “Acetic Acid”, “Uterine Cervical Neoplasms”, “Women of Childbearing Age” dan “dukungan sosial”, ”pengetahuan”, “peran petugas kesehatan”, “asam asetat”, “kanker serviks”, “Wanita Usia Subur”. Didapatkan 15 artikel ilmiah bahwa deteksi dini kanker serviks rata-rata dimulai pada umur ≥30 tahun, Terdiri dari 9 jurnal ilmiah (60%) membahas pengetahuan, 9 jurnal (60%) dukungan sosial, dan 6 jurnal (60%) peran petugas kesehatan. Berdasarkan 15 jurnal sebagian besar menunjukkan ada pengaruh faktor pengetahuan, dukungan sosial dan peran petugas kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks menggunakan metode Tes IVA pada WUS. Peningkatan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan menggunakan tes IVA pada WUS, dapat tercapai dengan memaksimalkan beberapa faktor tersebut yang berperan.
Cover KTI
tidak tersedia
2021

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DALAM MENGAKSES LAYANAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ADJIE TURYANANG SATYA
NIM: P17430193038
Program Studi: PRODI D3 ASURANSI KESEHATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Eko Rahman Setiawan,SKM.,MKM.
Cover KTI
2021

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ANGKA KEHAMILAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN SUKOREJO KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: Inggrid Shamanta
NIM: P17311174077
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: (Utama) Didien Ika Setyarini, S.Si.T.,M.Keb (Pendamping) Asworoningrum Yulindahwati, S.Si.T., M.Keb
Lihat Abstraksi
Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Pembatasan sosial berskala besar dan himbauan masyarakat untuk stay at home sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 berdampak pada peningkatan angka kehamilan yang berpengaruh pada masalah kependudukan yang sedang dihadapi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya angka kehamilan pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Sukorejo Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif retrospektif. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang disampaikan ke responden melalui google form. Populasi dalam penelitian ini adalah semua adalah PUS yang dinyatakan hamil saat pandemi Covid-19 pada bulan Maret-Desember 2020 di wilayah Kelurahan Sukorejo. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling total dan terkumpul sebanyak 27 responden. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasilnya dari faktor kunjungan KB atau kepesertaan KB terlihat 85,2% atau sebagian besar responden responden tidak melakukan kunjungan ulang sesuai jadwal yang ditentukan, pada faktor persepsi terhadap tempat pelayanan kesehatan terdapat sebagian besar responden atau 88,9% responden takut berkunjung ke tempat layanan kesehatan, dan pada faktor ekonomi 100% responden merasa ekonominya terganggu saat pandemi sehingga dana untuk ber KB terpaksa digunakan untuk yang kebutuhan lain. Dapat disimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan faktor penyebab terjadinya peningkatan angka kehamilan selama pandemi Covid-19. Peningkatan angka kehamilan ini diprediksi dapat mengakibatkan tingginya peluang terjadi baby boom. Upaya yang dapat dilakukan bidan adalah dapat memberi pelayanan keluarga berencana secara gratis agar pasangan produktif dapat rutin dalam mengontrol penggunaan akseptor selama pandemi. Namun, penelitian selanjutnya masih dibutuhkan untuk mendukung penelitian ini.
Cover KTI
2021

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETIDAKPATUHAN PESERTA JKN MANDIRI DALAM MEMBAYAR IURAN DI DESA SLOROK KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LINDA AMALIA
NIM: P17430181007
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Eko Rahman Setiawan, SKM., MKM
Lihat Abstraksi
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan menjamin kesehatan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia serta memberi perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi setiap peserta dan atau anggota keluarga lainnya agar terhindar dari resiko sakit terutama sakit biaya mahal. Membayar iuran merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh peserta program JKN paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Terdapat sekitar 284.955 orang yang menunggak membayar iuran khusunya peserta mandiri di wilayah Kota Malang pada tahun 2020, dan termasuk Kecamatan Kromengan khususnya di Desa Slorok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketidakpatuhan peserta JKN dalam membayar iuran di Desa Slorok Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang berdasarkan faktor predisposisi (Pendidikan, Pengetahuan, Pendapatan, Pekerjaan) dan faktor pendukung (Tempat pembayaran, jarak menuju tempat pembayaran). Populasi pada penelitian ini sebanyak 1549 KK di Desa Slorok pada bulan September 2020. Dengan sampel 85 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampel. Data disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi, persentase, dan disertai penjelasan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yang tidak patuh dalam membayar iuran JKN adalah responden dengan pendidikan menengah kebawah, pengetahuan yang tinggi namun tidak patuh membayar iuran JKN, pendapatan rendah, dan pekerjaan yang mendapatkan penghasilan yang tidak menentu. Saran diberikan kepada BPJS Kesehatan untuk lebih mensosialisasikan atau memberikan informasi kepada peserta terkait program JKN-KIS, Seperti cara pembayaran, mekanisme pelayanan kesehatan, dan ketentuan sanksi yang diberikan apabila menunggak iuran agar peserta lebih termotivasi untuk patuh dalam membayar iuran JKN.
Cover KTI
tidak tersedia
2021

FORMULASI SNACK BAR KACANG MERAH (Phaseoplus vulgaris) DAN DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) UNTUK PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 TERHADAP MUTU KIMIA, NILAI ENERGI, MUTU FUNGSIONAL, DAN MUTU ORGANOLEPTIK

Lihat Detail Karya
Penulis: SELVIRA MAULDY RUSTO PUTRI
NIM: P17111173042
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita dan Astutik Pudjirahadju
Cover KTI
2021

GAMBARAN BIAYA PELAYANAN KESEHATAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PENDERITA PENYAKIT KATASTROPIK DENGAN STUDI LITERATUR

Lihat Detail Karya
Penulis: HAPPY RAHMAWATI
NIM: P17430181019
Program Studi: D3 ASURANSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Rizki Mustika Riswari, S.ST, MPH
Lihat Abstraksi
Latar Belakang : Sistem pembiayaan kesehatan yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan yaitu tarif INA-CBGs terhadap biaya rill rumah sakit. Seringkali terjadi ketidak sesuaian antara tarif klaim INA-CBGs yang lebih rendah dibandingkan dengan tarif ril rumah sakit, sehingga rumah sakit merasa rugi. Tujuan penelitian : mengetahui gambaran biaya pelayanan kesehatan peserta jaminan kesehatan pada penderita penyakit katastropik dan perbandingan biaya tarif INA-CBGs dengan biaya rill rumah sakit. Metode : penelitian ini menggunakan studi penelitian literatur review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan database google scholar dan telah terindeks Sinta. Hasil : komponen biaya yang banyak menyerap biaya adalah biaya akomodasi, biaya tindakan medis, biaya pelayanan medis, biaya penunjang, obat-obatan dan bahan medis habis pakai serta tidak semua klaim yang menggunakan tarif INA-CBGs terdapat selisish tarif dengan tarif Rill RS yang dapat merugikan rumah sakit. Kesimpulan : komponen biaya sangat berpengaruh terhadap tarif pelayanan, tidak semua tarif INA-CBGs dapat merugikan rumah sakit tergantung jenis penyakit yang dialami, apabila di salah satu jenis penyakit terdapat selisish negatif maka ada salah satu penyakit lain yang memiliki selisih positif sehingga rumah sakit tidak rugi jika menggunakan tarif INA-CBGs. Saran : untuk penentuan tarif INA-CBGs sebaiknya dilakukan evaluasi agar tarif dapat sesuai dengan tarif RS dan rumah sakit harus memberikan pelayanan secara efisien agar tidak terjadi pembengkakan biaya.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan