Lihat Abstraksi
Hipertensi merupakan satu dari 3 penyakit tidak menular terbanyak terjadi di
Kabupaten Malang, hipertensi terjadi karena multifaktor, gaya hidup modern
mengakibatkan turunnya aktivitas fisik menyeluruh, saat pandemi masyarakat
dihimbau membatasi aktivitas fisik, selain itu pola makan masyarakat berubah,
mengkonsumsi makanan banyak mengandung gula, tinggi garam, dan lemak
berlebih. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan pola
makan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi usia 45 -59 tahun di
Puskesmas Jabung. Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan pendekatan cross
sectional, populasi penelitian 68 pasien hipertensi dalam 1 bulan terakhir di
Puskesmas Jabung, teknik sampling adalah non probability sampling dengan
spesifikasi purposive sampling, sampel penelitian 58 orang penderita hipertensi
usia 45 – 59 tahun di Puskesmas Jabung, analisa data yang digunakan adalah uji
spearman rank. Didapatkan hasil responden yang memiliki aktivitas fisik ringan
sebanyak 25 orang (43,1%), sedang 28 orang (48,3%), berat 5 orang (8,6%). Untuk
pola makan baik didapatkan hasil 26 orang (44,8%), pola makan buruk 32 orang
(55,2%), untuk responden memiliki tekanan darah hipertensi derajat 1 sejumlah 13
orang (22,4%), hipertensi derajat 2 sejumlah 29 orang (50%), dan hipertensi derajat
3 sebanyak 16 orang (27,6%). Uji spearman rank aktivitas fisik dengan tekanan
darah p value = 0,011, sedangkan pola makan dengan tekanan darah p value =
0,030. Kesimpulannnya terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan pola
makan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi usia 45 – 59 tahun di
Puskesmas Jabung. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan edukasi pada
masyarakat untuk memperbaiki gaya hidup yang sehat dengan menjaga aktivitas
fisik serta mengubah pola makan.