Menampilkan 111–120 dari 5188 KTI mahasiswa

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN PERUBAHAN PARAMETER HEMATOLOGI PRODUK KOMPONEN DARAH PRC MASA SIMPAN 3,6 DAN 9 HARI DI UDD PMI KOTA KEDIRI
Lihat Detail Karya
Penulis: ABDUL HADI PURNAMA
NIM: P17440214068
Program Studi: D-III TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kess

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN POLA KONSUMSI PROTEIN HEWANI DAN NABATI PADA PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KEPANJEN
Lihat Detail Karya
Penulis: Afiva Frinda Pratiwi
NIM: P17110211026
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 GIZI JURUSAN GIZI
Dosen Pembimbing: Fifi Luthfiyah SST., M.Kes

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP – ASI) PADA BALITA USIA 6 - 23 BULAN DI DESA WAJAK KABUPATEN MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: ULINA PUTRI WAHYUNINGSIH
NIM: P17110213084
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Juin Hadisuyitno, SST., M.Kes.
Lihat Abstraksi
Latar Belakang :
Prevalensi angka balita stunting di tingkat Kabupaten Malang berdasarkan Survei
Status Gizi Indonesia pada tahun 2021 mencapai 25,7% pada tahun 2022 turun
menjadi 23%. Prevalensi balita wasting pada 2021 sebesar 3,5%, kemudian
pada tahun 2022 prevalensi wasting turun menjadi 3,2%. Pada prevalensi balita
underweight pada tahun 2021 14,5%, kemudian pada tahun 2022 turun menjadi
13,4%. Dan pada prevalensi pada 2021 balita overweight 3,8% lalu turun menjadi
3,4% pada tahun 2022.(Kemenkes RI, 2022). Tujuan Penelitian : Mendapat
gambaran status gizi dan pemberian Makanan Pendamping ASI pada balita usia
6-23 bulan di desa Wajak,Kabupaten Malang. Metode : Jenis penelitian yang
digunakan dalam ini penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan desain
penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional.
Variabel yang akan di ukur dalam penelitian ini adalah gambaran status gizi dan
pemberian MP-ASI meliputi usia pertamakali balita diberi MP-ASI, Bentuk MPASI,
Frekuensi pemberian MP-ASI, Porsi MP-ASI, dan variasi MP-ASI pada
balita usia 6-23 bulan di Desa Wajak Kabupaten Malang. Hasil : Status gizi balita
berdasarkan BB/U sebagian besar balita dengan kategori berat badan normal
.Status gizi balita berdasarkan PB/U Sebagian besar balita dengan kategori
pendek Status Gizi balita berdasarkan BB/PB sebagian besar balita dengan
kategori Gizi baik . Sebagian besar balita mendapat MP-ASI di usia 6 bulan.
BaIita dengan rentang usia 6-8 bulan dan usia 12-23 bulan sebagian besar
mendapat tekstur MP-ASI sesuai, Sedangkan balita dengan rentang usia 9-11
bulan sebagian besar mendapat tekstur MP-ASI tidak sesuai. Sebagian balita
mendapatkan MP-ASI dengan bahan pangan yang terdiri dari sumber
karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah. Balita dengan
rentang usia 6-8 bulan sebagian besar mendapat porsi MP-ASI yang sesuai.
Sedangkan balita dengan rentang usia 9-10 bulan dan 12-23 bulan sebagian
besar mendapatkan porsi tidak sesuai.

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN TENTANG PERILAKU KONSUMSI MAKANAN PADA PASIEN DEMAM TYPHOID DI WILAYAH KERJA RSUD JOMBANG
Lihat Detail Karya
Penulis: SYIFA AULIA SABRINA
NIM: P17110214128
Program Studi: D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Fifi Luthfiyah, SST., M.Kes
2024 GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PENDONOR TERHADAP PELAYANAN PETUGAS DI UDD PMI KABUPATEN SIDOARJO
Lihat Detail Karya
Penulis: NITYA MAHESAWARI SANJAYA
NIM: P17440211016
Program Studi: D III Teknologi Bank Darah
Dosen Pembimbing: Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns. M.Biomed

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI KALIUM, KALSIUM, SERTA TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: SEFTIE ADE AMELIA
NIM: P17110211034
Program Studi: JURUSAN GIZI PROGRAM STUDI D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes.

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI LEMAK DAN NATRIUM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: EKA FIRDA RISTIA PUTRI SRIYANTO
NIM: P17110214100
Program Studi: JURUSAN GIZI PROGRAM STUDI D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes.

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI NATRIUM, MAGNESIUM DAN SERAT TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR. WAHIDIN SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO
Lihat Detail Karya
Penulis: ADISTYA FEBRIANA PRAMESTI
NIM: P17110211013
Program Studi: JURUSAN GIZI PROGRAM STUDI D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes.

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, NATRIUM DAN KALIUM PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR HARJONO SOEDIGDOARTO PONOROGO
Lihat Detail Karya
Penulis: KHOIRUN NISAK
NIM: P17110214111
Program Studi: JURUSAN GIZI PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Fifi Luthfiyah, SST.,M.Kes

Cover KTI
tidak tersedia
2024 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN CALON PENDONOR MENGENAI SYARAT SELEKSI DONOR DI UDD PMI KABUPATEN MALANG
Lihat Detail Karya
Penulis: BELINDA ZULFA SARI
NIM: P17440213030
Program Studi: JURUSAN ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Nia Lukita Ariani, S.Si., M.Sc.
Lihat Abstraksi
Seleksi donor dilakukan untuk melindungi kesehatan calon pendonor dan pasien penerima darah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana. Orang yang tidak memenuhi syarat seleksi donor darah akan ditolak untuk melakukan donor darah. Pentingnya pengetahuan calon pendonor mengenai syarat seleksi donor diperlukan untuk meminimalisasi penolakan pada saat seleksi donor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan calon pendonor mengenai syarat seleksi donor di UDD PMI Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif observasional survei. Pada penelitian ini teknik sampel yang digunakan yaitu accidental sampling yang jumlah sampelnya sebanyak 100 orang dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa hampir setengah (40%) calon pendonor memiliki tingkat pengetahuan cukup mengenai syarat seleksi donor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan calon pendonor yaitu usia, pendidikan, dan pekerjaan. Calon pendonor yang paling banyak memiliki tingkat pengetahuan baik tentang syarat seleksi donor yaitu pada pegawai swasta sebesar 15% dan pada kelompok usia 17-25 tahun (masa remaja akhir) sebesar 17%. Kemudian calon pendonor yang paling banyak memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang syarat seleksi donor yaitu pada kelompok usia 26-35 (masa dewasa awal) sebesar 17% dan pada tingkat pendidikan sarjana sebesar 20%. Perlu dilakukan rekrutmen donor darah kepada kelompok usia dewasa hingga lansia serta pada pekerja yang bukan di bidang kesehatan untuk diberikan edukasi mengenai syarat seleksi donor.