Karya Tulis
Karya Tulis Dosen
Jelajahi koleksi karya tulis dosen Poltekkes Kemenkes Malang.
Menampilkan
1031–1040
dari
1395
karya tulis dosen
Karya Tulis
Karya Tulis
2018
The Indonesian Journal of Health Science
Lihat Detail Karya
Subjek:
heatlh science,seminar keperawatan
Karya Tulis
2018
The Role of Nursing in Advancing Quality of Care through Application of Conceptual Models in Areas of Nursing Practices and Health
Lihat Detail Karya
Karya Tulis
2018
UPAYA PENCEGAHAN DIARE BERDASARKAN ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI POLINDES PUSKESMAS GRUJUGAN KABUPATEN BONDOWOSO
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
ABSTRACT
Diarrhea in Indonesia is still a public health problem, the number of cases of
diarrhea in Indonesia in 2015 amounted to 5,405,235 cases of diarrhea
(Indonesian Ministry of Health 2015, 375). Based on survey data (East Java
Health Office, 2015: 111) the number of diarrhea patients in East Java province is
still quite high, amounting to 831,338 cases of diarrhea found. Bondowoso
Regency is 1.95% or 16,290 cases of diarrhea. Diarrhea that is not treated quickly
and inappropriately will result in dehydration.
The purpose of this study was to determine strategies for prevention of diarrhea
based on an analysis of factors related to the incidence of diarrhea in children
under five in the Polindes Grujugan Health Center, Bondowoso Regency. This
research method uses descriptive analytic observational research design with cross
sectional study approach. The sample in this study are some mothers who have
toddlers (aged 1-5 years) who live in the Polindes area of Grujugan Health Center,
Bondowoso Regency, amounting to 50 people. The results of the study are all
independent variables influence the dependent variable consisting of: knowledge
has an influence on the incidence of diarrhea with a significant value (0.032
<0.05) OR 7.780, attitudes and beliefs have an influence on the incidence of
diarrhea with a significant value (0.014 <0.05) OR 8.284 , behavior has an
influence on the incidence of diarrhea with a significant value (0.026 <0.05) OR
0.118, health facilities have an influence on the incidence of diarrhea with a
significant value (0.024 <0.05) OR 0.070, health workers have an influence on the
incidence of diarrhea with a significant value (0.040 <0.05 ) OR 6,138
Keywords: predisposing factors; supporting factors, driving factors; Diarrhea
events.
Diarrhea in Indonesia is still a public health problem, the number of cases of
diarrhea in Indonesia in 2015 amounted to 5,405,235 cases of diarrhea
(Indonesian Ministry of Health 2015, 375). Based on survey data (East Java
Health Office, 2015: 111) the number of diarrhea patients in East Java province is
still quite high, amounting to 831,338 cases of diarrhea found. Bondowoso
Regency is 1.95% or 16,290 cases of diarrhea. Diarrhea that is not treated quickly
and inappropriately will result in dehydration.
The purpose of this study was to determine strategies for prevention of diarrhea
based on an analysis of factors related to the incidence of diarrhea in children
under five in the Polindes Grujugan Health Center, Bondowoso Regency. This
research method uses descriptive analytic observational research design with cross
sectional study approach. The sample in this study are some mothers who have
toddlers (aged 1-5 years) who live in the Polindes area of Grujugan Health Center,
Bondowoso Regency, amounting to 50 people. The results of the study are all
independent variables influence the dependent variable consisting of: knowledge
has an influence on the incidence of diarrhea with a significant value (0.032
<0.05) OR 7.780, attitudes and beliefs have an influence on the incidence of
diarrhea with a significant value (0.014 <0.05) OR 8.284 , behavior has an
influence on the incidence of diarrhea with a significant value (0.026 <0.05) OR
0.118, health facilities have an influence on the incidence of diarrhea with a
significant value (0.024 <0.05) OR 0.070, health workers have an influence on the
incidence of diarrhea with a significant value (0.040 <0.05 ) OR 6,138
Keywords: predisposing factors; supporting factors, driving factors; Diarrhea
events.
Karya Tulis
2018
UPAYA PERLINDUNGAN IBU HAMIL SEBAGAI PEROKOK PASIF MELALUI KEGIATAN RUMAH BEBAS ASAP ROKOK DI KELURAHAN BINTORO KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
ABSTRAK
Hasil penelitian Badan Litbang Kemenkes pada tahun 2010 menunjukkan
bahwa angka kematian akibat penyakit yang terkait dengan tembakau terjadi 190.260
orang atau sekitar 12,7% dari seluruh kematian ditahun yang sama. Sejauh ini
pemerintah telah melakukan upaya meminimalisir dan menanggulangi penyebab
rokok terutama perokok pasif dengan mengeluarkan kebijakan dan membuat aturan,
seperti Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan bahan yang
mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan dan penjabarannya.
Meskipun masyarakat banyak yang telah mengetahui akan bahaya mengkonsumsi
rokok, namun masih banyak juga yang tidak menghiraukan bahaya tersebut. Asap
rokok yang dihembuskan oleh perokok membahayakan kesehatan isteri, anak-anak
dan anggota keluarga lain yang tidak merokok. Tujuan penelitian ini mengembangkan
upaya perlindungan perokok pasif melalui kegiatan Rumbar (Rumah bebas asap
rokok) di dusun Krajan kelurahan Bintoro kecamatan Patrang kabupaten Jember. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dilanjutkan dengan
metode kualitatif (mixed methods), dengan rancangan concurrent embedded studi
(Creswell & Clark, 2007). Untuk mengetahui perubahan pengetahuan keluarga dan
untuk mengevaluasi keberhasilan program Rumah Bebas Asap Rokok dilakukan
analisis uji paparan asap di dalam rumah dengan membandingkan sebelum dan
sesudah program Rumah bebas asap rokok.menggunakan metode kuantitatif, jenis
penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre post tes design. Data pengetahuan
diolah diuji dengan Uji ststistik Wilcoxon dan data kualitas udara diuji dengan paired t
test. Selanjutnya program pengembangan rumah bebas asap rokok di dusun Krajan
kelurahan Bintoro kecamatan Patrang mencoba mengaplikasikan teori difusi dan
inovasi melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyuluhan kesehatan dengan media
Poster bahaya asap rokok dapat meningkatkan pengetahuan keluarga ibu hamil tentang
bahaya asap rokok. (2) keluarga ibu hamil di kelurahan Bintoro, kecamatan Patrang
kabupaten Jember yang pengetahuannya tentang bahaya asap rokok pada kategori baik
sepakat dan mendukung dengan Program Rumah Bebas Asap Rokok. (3) Program
Rumah Bebas Asap Rokok di keluarga ibu hamil di kelurahan Bintoro, kecamatan
Patrang kabupaten Jember selama 1 bulan, dapat menurunkan kadar CO2 dan
kelembaban udara di dalam rumah hamil
Program Rumah Bebas Asap rokok di keluarga ibu hamil sangat bermanfaat
sehingga perlu dikembangkan dikawasan lain yang lebih luas. Juga perlunya perluasan
wilayah program kawasan bebas asap rokok misalnya Kampung atau Kelurahan bebas
Asap Rokok. Kata Kunci ; rumah bebas asap rokok, perlindungan perokok pasif
Hasil penelitian Badan Litbang Kemenkes pada tahun 2010 menunjukkan
bahwa angka kematian akibat penyakit yang terkait dengan tembakau terjadi 190.260
orang atau sekitar 12,7% dari seluruh kematian ditahun yang sama. Sejauh ini
pemerintah telah melakukan upaya meminimalisir dan menanggulangi penyebab
rokok terutama perokok pasif dengan mengeluarkan kebijakan dan membuat aturan,
seperti Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan bahan yang
mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan dan penjabarannya.
Meskipun masyarakat banyak yang telah mengetahui akan bahaya mengkonsumsi
rokok, namun masih banyak juga yang tidak menghiraukan bahaya tersebut. Asap
rokok yang dihembuskan oleh perokok membahayakan kesehatan isteri, anak-anak
dan anggota keluarga lain yang tidak merokok. Tujuan penelitian ini mengembangkan
upaya perlindungan perokok pasif melalui kegiatan Rumbar (Rumah bebas asap
rokok) di dusun Krajan kelurahan Bintoro kecamatan Patrang kabupaten Jember. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dilanjutkan dengan
metode kualitatif (mixed methods), dengan rancangan concurrent embedded studi
(Creswell & Clark, 2007). Untuk mengetahui perubahan pengetahuan keluarga dan
untuk mengevaluasi keberhasilan program Rumah Bebas Asap Rokok dilakukan
analisis uji paparan asap di dalam rumah dengan membandingkan sebelum dan
sesudah program Rumah bebas asap rokok.menggunakan metode kuantitatif, jenis
penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre post tes design. Data pengetahuan
diolah diuji dengan Uji ststistik Wilcoxon dan data kualitas udara diuji dengan paired t
test. Selanjutnya program pengembangan rumah bebas asap rokok di dusun Krajan
kelurahan Bintoro kecamatan Patrang mencoba mengaplikasikan teori difusi dan
inovasi melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyuluhan kesehatan dengan media
Poster bahaya asap rokok dapat meningkatkan pengetahuan keluarga ibu hamil tentang
bahaya asap rokok. (2) keluarga ibu hamil di kelurahan Bintoro, kecamatan Patrang
kabupaten Jember yang pengetahuannya tentang bahaya asap rokok pada kategori baik
sepakat dan mendukung dengan Program Rumah Bebas Asap Rokok. (3) Program
Rumah Bebas Asap Rokok di keluarga ibu hamil di kelurahan Bintoro, kecamatan
Patrang kabupaten Jember selama 1 bulan, dapat menurunkan kadar CO2 dan
kelembaban udara di dalam rumah hamil
Program Rumah Bebas Asap rokok di keluarga ibu hamil sangat bermanfaat
sehingga perlu dikembangkan dikawasan lain yang lebih luas. Juga perlunya perluasan
wilayah program kawasan bebas asap rokok misalnya Kampung atau Kelurahan bebas
Asap Rokok. Kata Kunci ; rumah bebas asap rokok, perlindungan perokok pasif
Karya Tulis
Karya Tulis
2018
Water effect on the conformation of glycated albumin and blood viscosity in a diabetic patient
Lihat Detail Karya
Karya Tulis
2018
“MENINGKATKAN KUALITAS REMAJA MELALUI PEMERIKSAAN REPRODUKSI DAN PENDIDIKAN SEBAYA TERBEBAS TRIAD KRR (SEKSUALITAS, NAPZA, HIV DAN AIDS) DI SMP 1 WILAYAH LINGKUNGAN BEKAS LOKALISASI DI KABUPATEN JEMBER”
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
RINGKASAN
Masih banyaknya masalah yang dialami remaja disekitar wilayah bekas
lokalisasi terkait dengan seksualitas yang berdampak pada penyakit menular
seksual, NAPZA, HIV dan AIDS yang terjadi, maka perlu adanya penanganan
serius untuk meningkatkan kesejahteraan remaja. Remaja merupakan aset bangsa
yang perlu disiapkan sejak awal untuk mencapai generasi sehat 10 tahun yang
akan datang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas remaja
terbebas dari TRIAD KRR ( seksualitas dengan segala permasalahan yang
menyertai yang berhubungan dengan penyakit menular seksual, HIV dan AIDS
serta NAPZA ) melalui upaya promosi/preventif tentang pentingnya alat
reproduksi sehat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan
remaja yang berada diwilayah bekas lokalisasi Kecamatan Puger Kabupaten
Jember dalam mengenali masalah kesehatannya. Melakukan upaya kuratif dengan
melakukan pemeriksaan organ reproduksi dan melakukan pengobatan guna
memutus rantai penularan penyakit yang dialami remaja.
Kegiatan pengabmas diawali dengan memberikan penyuluhan sebagai
upaya preventif pada sebagian siswa yang mewakili masing-masing klas sekitar
50 siswa sebagai pendidik sebaya. Adapun materi dan pematerinya terdiri dari ;
Kiswati, M.Kes materi yang disampaikan Kebijakan Program KRR, seksualitas
dan PMS serta pendewasaan usia perkawinan. Jamhariyah, M.Kes materi yang
disampaikan tentang NAPZA dan HIV dan AIDS. Dilanjutkan pemeriksaan
kesehatan reproduksi remaja yang mengalami keluhan pada organ reproduksinya
untuk skrening seperti rasa gatal disekitar kemaluan, keputihan, keluarnya cairan
yang tidak normal, melakukan rujukan ke Puskesmas sebagai tindak lanjut
pemeriksaan, melakukan pendampingan cara perawatan organ reproduksi remaja
yang didapatkan masalah kesehatanya.
Hasil yang didapatkan dari 50 remaja yang diberikan pendidikan tentang
HIV AIDS, seksualitas dan NAPZA ada peningkatan pengetahuan antara sebelum
dan sesudah diberikan pendidikan, dari sebagian besar pengetahuan cukup
menjadi baik. Hasil pemeriksaan dan konseling kesehatan reproduksi keluhan
yang dirasakan seputar keputihan, nyeri haid dan pruritis (gatal) dalam batas
fisiologis. 1 remaja mengalami hipertensi dan 7 mahasiswa laki-laki suka
mencoba-coba merokok, pendampingan dan pengawasan oleh orang tua dan guru
seta kerjasama dengan Puskesmas setempat membantu mengatasi masalah.
KAta Kunci : Reproduksi sehat terbebas TRIAD KRR
Masih banyaknya masalah yang dialami remaja disekitar wilayah bekas
lokalisasi terkait dengan seksualitas yang berdampak pada penyakit menular
seksual, NAPZA, HIV dan AIDS yang terjadi, maka perlu adanya penanganan
serius untuk meningkatkan kesejahteraan remaja. Remaja merupakan aset bangsa
yang perlu disiapkan sejak awal untuk mencapai generasi sehat 10 tahun yang
akan datang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas remaja
terbebas dari TRIAD KRR ( seksualitas dengan segala permasalahan yang
menyertai yang berhubungan dengan penyakit menular seksual, HIV dan AIDS
serta NAPZA ) melalui upaya promosi/preventif tentang pentingnya alat
reproduksi sehat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan
remaja yang berada diwilayah bekas lokalisasi Kecamatan Puger Kabupaten
Jember dalam mengenali masalah kesehatannya. Melakukan upaya kuratif dengan
melakukan pemeriksaan organ reproduksi dan melakukan pengobatan guna
memutus rantai penularan penyakit yang dialami remaja.
Kegiatan pengabmas diawali dengan memberikan penyuluhan sebagai
upaya preventif pada sebagian siswa yang mewakili masing-masing klas sekitar
50 siswa sebagai pendidik sebaya. Adapun materi dan pematerinya terdiri dari ;
Kiswati, M.Kes materi yang disampaikan Kebijakan Program KRR, seksualitas
dan PMS serta pendewasaan usia perkawinan. Jamhariyah, M.Kes materi yang
disampaikan tentang NAPZA dan HIV dan AIDS. Dilanjutkan pemeriksaan
kesehatan reproduksi remaja yang mengalami keluhan pada organ reproduksinya
untuk skrening seperti rasa gatal disekitar kemaluan, keputihan, keluarnya cairan
yang tidak normal, melakukan rujukan ke Puskesmas sebagai tindak lanjut
pemeriksaan, melakukan pendampingan cara perawatan organ reproduksi remaja
yang didapatkan masalah kesehatanya.
Hasil yang didapatkan dari 50 remaja yang diberikan pendidikan tentang
HIV AIDS, seksualitas dan NAPZA ada peningkatan pengetahuan antara sebelum
dan sesudah diberikan pendidikan, dari sebagian besar pengetahuan cukup
menjadi baik. Hasil pemeriksaan dan konseling kesehatan reproduksi keluhan
yang dirasakan seputar keputihan, nyeri haid dan pruritis (gatal) dalam batas
fisiologis. 1 remaja mengalami hipertensi dan 7 mahasiswa laki-laki suka
mencoba-coba merokok, pendampingan dan pengawasan oleh orang tua dan guru
seta kerjasama dengan Puskesmas setempat membantu mengatasi masalah.
KAta Kunci : Reproduksi sehat terbebas TRIAD KRR
Karya Tulis
2018
“MENINGKATKAN KUALITAS REMAJA MELALUI PEMERIKSAAN REPRODUKSI DAN PENDIDIKAN SEBAYA TERBEBAS TRIAD KRR (SEKSUALITAS, NAPZA, HIV DAN AIDS) DI SMP 1 WILAYAH LINGKUNGAN BEKAS LOKALISASI DI KABUPATEN JEMBER”
Lihat Detail Karya
Subjek:
Reproduksi sehat terbebas TRIAD KRR
Lihat Abstraksi
RINGKASAN
Masih banyaknya masalah yang dialami remaja disekitar wilayah bekas lokalisasi terkait dengan seksualitas yang berdampak pada penyakit menular seksual, NAPZA, HIV dan AIDS yang terjadi, maka perlu adanya penanganan serius untuk meningkatkan kesejahteraan remaja. Remaja merupakan aset bangsa yang perlu disiapkan sejak awal untuk mencapai generasi sehat 10 tahun yang akan datang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas remaja terbebas dari TRIAD KRR ( seksualitas dengan segala permasalahan yang menyertai yang berhubungan dengan penyakit menular seksual, HIV dan AIDS serta NAPZA ) melalui upaya promosi/preventif tentang pentingnya alat reproduksi sehat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja yang berada diwilayah bekas lokalisasi Kecamatan Puger Kabupaten Jember dalam mengenali masalah kesehatannya. Melakukan upaya kuratif dengan melakukan pemeriksaan organ reproduksi dan melakukan pengobatan guna memutus rantai penularan penyakit yang dialami remaja.
Kegiatan pengabmas diawali dengan memberikan penyuluhan sebagai upaya preventif pada sebagian siswa yang mewakili masing-masing klas sekitar 50 siswa sebagai pendidik sebaya. Adapun materi dan pematerinya terdiri dari ; Kiswati, M.Kes materi yang disampaikan Kebijakan Program KRR, seksualitas dan PMS serta pendewasaan usia perkawinan. Jamhariyah, M.Kes materi yang disampaikan tentang NAPZA dan HIV dan AIDS. Dilanjutkan pemeriksaan kesehatan reproduksi remaja yang mengalami keluhan pada organ reproduksinya untuk skrening seperti rasa gatal disekitar kemaluan, keputihan, keluarnya cairan yang tidak normal, melakukan rujukan ke Puskesmas sebagai tindak lanjut pemeriksaan, melakukan pendampingan cara perawatan organ reproduksi remaja yang didapatkan masalah kesehatanya.
Hasil yang didapatkan dari 50 remaja yang diberikan pendidikan tentang HIV AIDS, seksualitas dan NAPZA ada peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan, dari sebagian besar pengetahuan cukup menjadi baik. Hasil pemeriksaan dan konseling kesehatan reproduksi keluhan yang dirasakan seputar keputihan, nyeri haid dan pruritis (gatal) dalam batas fisiologis. 1 remaja mengalami hipertensi dan 7 mahasiswa laki-laki suka mencoba-coba merokok, pendampingan dan pengawasan oleh orang tua dan guru seta kerjasama dengan Puskesmas setempat membantu mengatasi masalah.
KAta Kunci : Reproduksi sehat terbebas TRIAD KRR
Masih banyaknya masalah yang dialami remaja disekitar wilayah bekas lokalisasi terkait dengan seksualitas yang berdampak pada penyakit menular seksual, NAPZA, HIV dan AIDS yang terjadi, maka perlu adanya penanganan serius untuk meningkatkan kesejahteraan remaja. Remaja merupakan aset bangsa yang perlu disiapkan sejak awal untuk mencapai generasi sehat 10 tahun yang akan datang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas remaja terbebas dari TRIAD KRR ( seksualitas dengan segala permasalahan yang menyertai yang berhubungan dengan penyakit menular seksual, HIV dan AIDS serta NAPZA ) melalui upaya promosi/preventif tentang pentingnya alat reproduksi sehat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja yang berada diwilayah bekas lokalisasi Kecamatan Puger Kabupaten Jember dalam mengenali masalah kesehatannya. Melakukan upaya kuratif dengan melakukan pemeriksaan organ reproduksi dan melakukan pengobatan guna memutus rantai penularan penyakit yang dialami remaja.
Kegiatan pengabmas diawali dengan memberikan penyuluhan sebagai upaya preventif pada sebagian siswa yang mewakili masing-masing klas sekitar 50 siswa sebagai pendidik sebaya. Adapun materi dan pematerinya terdiri dari ; Kiswati, M.Kes materi yang disampaikan Kebijakan Program KRR, seksualitas dan PMS serta pendewasaan usia perkawinan. Jamhariyah, M.Kes materi yang disampaikan tentang NAPZA dan HIV dan AIDS. Dilanjutkan pemeriksaan kesehatan reproduksi remaja yang mengalami keluhan pada organ reproduksinya untuk skrening seperti rasa gatal disekitar kemaluan, keputihan, keluarnya cairan yang tidak normal, melakukan rujukan ke Puskesmas sebagai tindak lanjut pemeriksaan, melakukan pendampingan cara perawatan organ reproduksi remaja yang didapatkan masalah kesehatanya.
Hasil yang didapatkan dari 50 remaja yang diberikan pendidikan tentang HIV AIDS, seksualitas dan NAPZA ada peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan, dari sebagian besar pengetahuan cukup menjadi baik. Hasil pemeriksaan dan konseling kesehatan reproduksi keluhan yang dirasakan seputar keputihan, nyeri haid dan pruritis (gatal) dalam batas fisiologis. 1 remaja mengalami hipertensi dan 7 mahasiswa laki-laki suka mencoba-coba merokok, pendampingan dan pengawasan oleh orang tua dan guru seta kerjasama dengan Puskesmas setempat membantu mengatasi masalah.
KAta Kunci : Reproduksi sehat terbebas TRIAD KRR