2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Menampilkan 91–100 dari 5188 KTI mahasiswa
2024
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN YANG MENGALAMI INKOMPATIBEL PADA UJI SILANG SERASI DI UDD PMI KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2020-2022
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Transfusi darah merupakan pemebrian darah donor kepada respien secara langsung ke dalam sirkulasi tubuh. Uji pre tranfusi sangat penting dilakukan untuk memastikan darah donor bisa cocok didalam tubuh pasien. Uji silang serasi atau crossmatch merupakan prosedur yang penting untuk memastikan apakah terdapat aloantibodi dalam darah resipien yang akan bereaksi dengan darah donor untuk mencegah timbulnya reaksi transfusi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan gambaran karakteristik pasien yang mengalami inkompatibel pada uji silang serasi di UDD PMI Kabupaten Lumajang tahun 2020-2022. Teknik pembuatan sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu dengan metode pengumpulan data adalah studi dokumentasi melalui catatan di UDD PMI Kabupaten Lumajang. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien yang mengalami inkompatibel paling banyak berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 53 pasien (65,34%), berdasarkan usia paling banyak pada usia 46-59 tahun sebanyak 38 pasien (38,4%), berdasarkan golongan darah paling banyak bergolongan darah O sebanyak 39 pasien (39,4%), berdasarkan jenis komponen darah paling banyak dalam bentuk komponen PRC sebanyak 99 pasien (100%), berdasarkan jenis inkompatibel paling banyak pada inkompatibel mayor-minor-autocontrol sebanyak 75 pasien (75,76) dan berdasarkan diagnose penyakit paling banyak pada penyakit anemia sebanyak 85 pasien (85,86%).
2024
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN YANG MENGALAMI INKOMPATIBEL PADA UJI SILANG SERASI DI UDD PMI KOTA SURABAYA TAHUN 2022
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Transfusi darah adalah upaya memberikan darah dari donor kepada pasien.
Pemeriksaan pra transfusi merupakan satu rangkaian pemeriksaan mencocokkan
darah pasien dengan darah donor yang dilakukan sebelum darah ditransfusikan
kepada pasien. Tujuan dilakukannya pemeriksaan pra transfusi untuk mengetahui
ada tidaknya aloantibodi pada darah pasien yang akan bereaksi dengan darah donor
bila ditransfusikan atau sebaliknya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian
deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan gambaran karakteristik pasien yang
mengalami inkompatibel pada uji silang serasi di UDD PMI Kota Surabaya pada
tahun 2022. Teknik pembuatan sampling pada penelitian ini menggunakan teknik
total sampling yaitu dengan metode pengumpulan data adalah studi dokumentasi
melalui catatan di UDD PMI Kota Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil
pemeriksaan uji silang serasi inkompatibel berdasarkan karakteristik pasien.
Inkompatibel berdasarkan usia paling banyak pada umur 60 tahun ke atas sebanyak
167 pasien (42%), inkompatibel berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada
perempuan sebanyak 236 pasien (59%), inkompatibel berdasarkan golongan darah
paling banyak pada golongan darah O sebanyak 151 pasien (38%), inkompatibel
berdasarkan jenis inkompatibel paling banyak pada inkompatibel minor –
autokontrol sebanyak 280 pasien (70%), inkompatibel berdasarkan diagnosa
penyakit paling banyak pada penyakit Anemia sebanyak 225 pasien (56%).
Cover KTI
tidak tersedia
tidak tersedia
2024
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDONOR DARAH SUKARELA YANG MENGALAMI PENOLAKAN SEMENTARA AKIBAT KADAR HEMOGLOBIN ABNORMAL PADA BULAN JANUARI-DESEMBER TAHUN 2023 DI UDD PMI KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
2024
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDONOR DARAH SUKARELA DI UDD PMI KOTA MALANG TAHUN 2022
Lihat Detail KaryaCover KTI
tidak tersedia
tidak tersedia
2024
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDONOR DENGAN PLASMA LIPEMIK DI UDD PMI KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2022-2023
Lihat Detail Karya
2024
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDONOR REAKTIF HEPATITIS B DI UDD PMI KOTA MOJOKERTO TAHUN 2022
Lihat Detail Karya
2024
GAMBARAN KEBIASAAN JAJAN, PERILAKU PEMILIHAN MAKANAN JAJAN, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, DAN STATUS GIZI ANAK PADA SEKOLAH DASAR NEGERI ORO-ORO OMBO 02 KOTA BATU
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Kebiasaan jajan di kalangan anak-anak sekolah dasar seringkali tidak terkontrol, sehingga berpotensi menyebabkan asupan gizi yang tidak seimbang. Hal ini dapat berdampak pada status gizi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebiasaan jajan, perilaku pemilihan makanan jajan, asupan zat gizi makro, dan status gizi anak di Sekolah Dasar Negeri Oro-Oro Ombo 02 Kota Batu.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif survey dengan metode kuantitatif. Responden adalah siswa kelas 5 dan 6 teknik pengambilan sampel menggunakan total population sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup frekuensi dan jenis jajanan yang dikonsumsi, serta wawancara terkait kebiasaan jajan dan asupan gizi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel.
Hasil: Sebagian besar siswa memiliki kebiasaan jajan yang tinggi. Faktor-faktor seperti ketersediaan jajanan di sekitar sekolah, pengaruh teman sebaya, dan kebiasaan makan di rumah berperan signifikan dalam pemilihan makanan jajan. Asupan zat gizi makro dari jajanan menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak memenuhi kebutuhan gizi harian yang dianjurkan, yang berdampak pada status gizi mereka.
Kesimpulan: Anak-anak SD Negeri Oro-Oro Ombo 02 Kota Batu selalu membeli jajan setiap hari, memilih makanan berat di kantin dan makanan ringan dari pedagang luar. Minuman es adalah favorit utama. Mereka sering menambahkan bumbu pelengkap dan lebih memilih minuman berwarna. Teman dan media sosial menjadi panduan utama. Sebagian besar anak mengalami defisit gizi makro ringan, meskipun status gizi secara keseluruhan baik. Disarankan agar sekolah dan orang tua menyediakan pilihan jajanan yang sehat .
2024
GAMBARAN KEJADIAN DISKREPANSI GOLONGAN DARAH PASIEN RUJUKAN DI UTD PMI KOTA SURABAYA
Lihat Detail Karya
2024
GAMBARAN KONSUMSI PROTEIN DAN VITAMIN A PADA BALITA STUNTING DI PUSKESMAS DINOYO MALANG
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Stunting merupakan kondisi
pada anak dengan gangguan gagal tumbuh atau terlambat tumbuh atau keterlambatan karena
kekurangan gizi kronis yang dimuali sejak dalam kandungan ibu selama 100 hari pertama hingga
usia 23 bulan (baduta). Faktor penyebab dari stunting adalah pola asuh yang kurang baik,
hambatan akses rumah tangga untuk makanan yang bergizi, hambatan akses terhadap air bersih
dan sanitasi, serta penyakit infeksi. Protein adalah zat gizi yang amat penting untuk anak stunting.
Pada anak stunting yang kekurangan protein tidak hanya terancam gagal tumbuh, tapi juga lebih
mudah kehilangan massa otot, mengalami patah tulang, serta terkena penyakit infeksi (Soesanti
Harini Hartono, 2020). Asupan Vitamin A merupakan mikronutrien yang berkontribusi dengan
kejadian stunting pada anak usia 12-60 bulan. Berdasarkan Latar Belakang tersebut maka
peneliti tertarik untuk melakukan peneliti bermaksud Gambaran Riwayat konsumsi Protein dan
Vitamin A Pada Balita Stunting Di Puskesmas Dinoyo Malang. Penelitian yang akan dilakukan
dengan jenis Penelitian Kualitatif dengan metode Observasional Analitik, desain cross-sectional.
Hasil penelitian Menunjukkan Karakteristik usia anak stunting usia 0-23 bulan memiliki prevalensi
stunting lebih tinggi, asupan protein menunjukkan bahwa konsumsi protein pada 35,5% makanan
anak-anak mengalami defisiensi, Asupan vitamin a menunjukkan bahwa konsumsi vitamin a
tertinggi pada kelompok usia 10 tahun (66,6%), dengan prevalensi lebih tinggi di wilayah Dinoyo,
Penelitian gambaran asupan konsumsi zat gizi protein dan vitamin A pada balita balita stunting.